Mahyeldi di Parabek Semangati Mahasiswa dan Ribuan Santri

IMPIANNEWS.COM (Agam).

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah diminta memaparkan materi “Fiqh Prioritas” di Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Banuhampu, Kabupaten Agam, Sabtu (2/11/2019).

Di hadapan seratusan mahasiswa program S1 Fiqh dan Ushul Fiqh Mahad Aly Pondok Pesantren Parabek, Mahyeldi mengupas prinsip-prinsip terkait fiqh prioritas. Terutama dalam pengambilan kebijakan di pemerintahan, prinsip itu lebih mengutamakan kemaslahatan dan kualitas.

“Dalam kebijakan pemerintahan kita mempertimbangkan kualitas dan kuantitas serta kemaslahatan dan kemudharatan. Dalam penentuannya kita tidak bisa mengenyampingkan hal-hal yang lebih seharusnya lebih diprioritaskan,” kata Mahyeldi.

Meskipun sebelumnya mengakui, dirinya bukan ahli fiqh, namun dia berusaha mengambil intisari dari buku yang ditulis Syaikh Yusuf Qardhawi itu. Yaitu,
sebuah buku yang mengkaji fiqh mengenai urutan pekerjaan dan prioritas amalan umat.

“Fiqh bukan keahlian saya, sebab saya sarjana pertanian. Tetapi menurut saya Syaikh Yusuf Qardhawi hafizdullah, merupakan salah satu ulama yang paling dijadikan panutan umat islam sedunia. Karya-karyanya patut menjadi refrensi,” ujar Mahyeldi.

Ternyata pemaparan Mahyeldi mendapat respon antusias dari mahasiswa. Banyak yang ingin mengajukan pertanyaan dan mendengarkan jawaban da’i yang memimpin Kota Padang memasuki periode ketiga (satu periode sebagai wakil walikota) itu.

Usai mengisi kuliah dan melaksanakan salat zuhur, Buya Mahyeldi kembali didaulat memberikan motivasi kepada ribuan santri. Kali ini, Mahyeldi menyemangati para santri untuk giat belajar dan memperdalam ilmu agama.

“Sebagai genera muda, kalian harus rajin menuntut ilmu dan memperkuat ilmu agama sebagai bekal membangun bangsa di masa yang akan datang,” ujar Mahyeldi.

Pria yang selalu tampil berpeci dengan jenggotnya yang putih itu berkali-kali mengepalkan tangan, mengisyaratkan para santri harus siap melanjutkan perjuangan. Menurutnya perjuangan menuju masa depan Indinesia yang gemilang berada di tangan generasi muda hari ini.

“Masa depan bangsa ini adalah di tangan kalian hari ini. Kalianlah yang jadi pemimpin nanti setelah kami tidak ada nanti,” tutup Mahyeldi (ydt)

Post a Comment

0 Comments