Kandidat Yang Bakal Menuju Kursi BA 1

IMPIANNEWS.COM
PADANG, --- Berikut nama-nama calon Gubernur Sumatera Barat terpopuler berdasarkan survei yang dilakukan beserta profil singkat, prestasi dan arah kebijakan jika terpilih:
1. Mahyeldi
Selama masa kepemimpinan sebagai Wali Kota Padang, Mahyeldi membawa Kota Padang meraih berbagai prestasi. Pada 2015 Kota Padang berhasil meraih penghargaan Kota Peduli Pendidikan dan Kota Peduli HAM. Pada tahun 2016 pemerintah kota berhasil menata dan menertibkan Pantai Padang tanpa menimbulkan kerusuhan. Pada 2017 Mahyeldi berhasil memindahkan 6000 pedagang di pasar tanpa gejolak.  
Jika terpilih, kemungkinan besar akan banyak kebijakan dan peraturan yang bersifat religius seperti yang dilakukannya di Kota Padang semisal memberikan kemudahan untuk melanjutkan pendidikan kepada siswa penghafal Qur’an. Melihat statusnya sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah dan keinginannya untuk menjadikan Bank Nagari murni syariah, ekonomi syariah di Sumatera Barat akan menjadi perhatian khusus.
2. Mulyadi
Suksesnya Mulyadi meraih 144.954 suara di Sumbar tidak lepas dari kepercayaan masyarakat terhadap prestasinya selama ini. Prestasi Mulyadi antara lain sukses meningkatkan dana APBN Sumbar, memastikan kelanjutan pembangunan irigasi Batang Anai, menyukseskan pembangunan irigasi Sekolah Politeknik Pelayaran Pariaman, pembangunan rusunawa untuk puluhan pondok pesantren dan pembangunan Jalan Manggopoh-Simpang Ampek. 
Program Peningkatan Infrastruktur Pedesaan (PPIP), Bantuan Rumah Swadaya (Rumah Tidak Layak Huni) kepada 15.000 rumah dan tentunya peran pentingnya dalam percepatan pembangunan kelok sembilan. Mulyadi akan condong mengeluarkan kebijakan yang berpusat pada percepatan pembangunan dan infrastruktur di Sumbar. Andil besar tersebut tentu didukung oleh kreativitas, koneksi, dan pengalaman yang mumpuni.
3. Shadiq Pasadigoe
Selama menjabat sebagai Bupati Tanah Datar, Shadiq telah meninggalkan nama baik berkat hasil kerjanya, antara lain sukses membuat Kabupaten Tanah Datar menerima penghargaan Pengelola Pendidikan Terbaik I Sumbar. Dia juga pernah memperoleh Satya Lencana Kebhaktian Sosial Tahun dari Presiden RI 2013. Masa jabatannya yang mencapai dua periode menjadi bukti bahwa warga Tanah Datar percaya kepadanya. 
Profesionalitas Shadiq sudah terbukti dalam pengalamannya sebagai Inspektur III Kemendagri dan Staf Ahli Menteri PAN-RB Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Shadiq diketahui telah mendaftar sebagai calon Gubernur Sumbar lewat Partai Nasdem. Kebijakan yang mengarah kepada pengembangan pendidikan dan kepemudaan Sumbar akan menjadi salah satu visinya nanti. 
4. Nasrul Abit
Nasrul Abit saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar dan Ketua DPD Gerindra Sumbar. Beliau memiliki pengalaman menjadi kepala daerah di Kabupaten Pesisir Selatan selama dua periode. Selama menjabat menjadi bupati pada 2005-2015, dia telah berhasil menarik dana APBN dan APBD Provinsi sehingga membuat Kabupaten Pesisir Selatan berhasil keluar dari status daerah tertinggal. 
Pasca tragedi kemanusiaan di Wamena, tindakan berani Nasrul Abit untuk datang ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi warga Sumbar berhasil menarik perhatian publik. Pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perhatian lebih terhadap status daerah Sumbar yang masih tertinggal akan menjadi program unggulannya nanti.
5. Fakhrizal
Fakhrizal merupakan perwira tinggi kepolisian, pernah menjadi Kapolda Kalimantan Tengah dan sekarang menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat. Fakhrizal memberikan dukungan yang kuat terhadap pembinaan olahraga di Sumbar terbukti dengan perhelatan Turnamen sepak bola Anak Nagari 2019, Kejuaraan bulutangkis Piala Kapolda 2019, Kejuaraan tenis beregu bertajuk Kapolda Cup III/2019 dan perlombaan Dayung Palinggam serta pemberian bola dan perangkat olahraga merata di setiap kabupaten dan kota yang ada di Sumbar. 
Fakhrizal juga berkomitmen dalam upaya penegakan menghilangkan nepotisme dalam rekrutmen kepolisian di Sumbar. Euphoria dukungan masyarakat Sumbar bisa jadi karena sosok Fakhrizal yang independen, merakyat, tegas dan seorang ninik mamak. Kebijakan yang akan mengarah kepada peningkatan sumber daya manusia, dan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat akan ditemui ketika terpilih nanti.
6. Faldo Maldini
Nama Faldo Maldini di kancah perpolitikan Indonesia mulai santer terdengar ketika dirinya digadang-gadang maju sebagai calon Wali Kota di Pilkada Kota Padang 2018, meski akhirnya batal. lebih dikenal publik sejak menjabat sebagai Wasekjen PAN pada tahun 2018 dan menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Ia pernah menjabat sebagai  Presiden BEM UI 2012. Dia juga pernah menjabat sebagai sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom. 
Faldo juga menggagas pulangkampuang.com yang menggalakkan program perhatian terhadap lingkungan. Bertarung di Pilkada 2020, Faldo Maldini hengkang dari PAN. Ia didukung oleh PSI untuk maju sebagai calon gubernur. Program yang akan mewakili kebutuhan anak muda dan pembangunan berkelanjutan akan menjadi unggulannya. Meskipun, pencalonan Faldo terhambat karena batasan minimal usia gubernur walaupun sebelumnya sudah mengajukan gugatan tinjauan UU Pilkada kepada MK bersama politisi muda lainnya.
7. Riza Falepi
Riza Falepi adalah kader PKS yang saat ini menjabat sebagai walikota Payakumbuh. Dengan kepemimpinannya, Riza berhasil membawa Kota Payakumbuh menurunkan angka pengangguran dari 9,7% ke 3,5% dan angka kemiskinan dari 11% ke 5,8%. Jalan di Kota Payakumbuh telah banyak dirampungkan. 
Selama menjabat beragam prestasi diraihnya, seperti Piala Wahana Tata Nugraha tahun 2013 dan 2015 berkat pengelolaan dan penataan transportasi darat yang baik, Piala Adipura tahun 2015 sebagai kota terbersih, meraih predikat Kota Sehat tingkat Wistara dari Kementrian Kesehatan tahun 2018 serta Kota Sehat dalam program Goverment Award 2019 dari SINDO Weekly. 
Riza juga mengoptimalkan pembangunan infrastruktur publik dan fasilitas umum sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Payakumbuh. Terkait pencalonan dirinya, ia berharap menjadikan Sumbar sebagai salah satu provinsi terdepan di Indonesia. Kebijakan yang pro terhadap rakyat melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengelolaan ruang publik dan pembangunan infrastruktur akan menjadi fokusnya jika terpilih.
8. Emma Yohana
Emma Yohanna lahir di Pasaman, 22 Januari 1955 dikenal sebagai pengusaha dan juga aktif pada kegiatan masyarakat Kota Padang. Sebelum akhirnya memutuskan menjadi anggota DPD RI mewakili Sumatera Barat, dia merupakan incumbent yang berhasil memperoleh suara sebanyak 314.053 suara untuk Dapil Sumbar. Ia juga satu satunya tokoh wanita yang menjadi anggota DPD RI dari Sumatera Barat.
Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah Imam Bonjol Padang tahun 1977 di samping sebagai anggota DPD RI, juga berkarier sebagai wiraswasta dan mempunyai yayasan pendidikan TK SD Citra Al-Madina/PAUD serta menjabat di organisasi masyarakat seperti Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumatera Barat, Wakil Ketua Forum Anak Usia Dini Sumbar, Presidium KAHMI Sumbar, Wakil Ketua HWK Sumbar dan lain-lain.
Banyak bergerak di organisasi wanita, Emma Yohana akan membawa kebijakan yang menitikberatkan kepada bidang usaha dan UMKM serta memantapkan peran perempuan di tengah masyarakat. (sumber haluan) 

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.