China Siapkan Jutaan Tentara untuk Melenyapkan Hong Kong, Trump Siaga

IMPIANNEWS.COM  - Donald Trump mengatakan dirinya berhasil mencegah militer China menyerbu Hong Kong.
Trump sesumbar jika hal itu terjadi maka Hong Kong akan dilenyapkan hanya dalam 14 menit.

Pasalnya, masih menurut Trump, jutaan tentara negeri Tirai Bambu sudah bersiap menyerbu Hong Kong, tinggal menunggu perintah dari Xi Jinping.
Tetapi, Trump meminta Presiden Xi Jinping untuk tak melakukannya.

Dalam wawancara dengan Fox&Friends, Trump menyebut pengerahan militer ke Hong Kong hanya akan memperumit negosiasi perang dagang AS dan China.

"Jika bukan karena saya, Hong Kong mungkin bakal dilenyapkan dalam 14 menit," klaim presiden 73 tahun itu dikutip Sky News Jumat (22/11/2019).

"Dia punya jutaan tentara berdiri di luar kota yang tak jadi bergerak karena saya meminta. 'Tolong jangan lakukan itu. Bakal memberi dampak negatif ke negosiasi'," lanjutnya.

Beijing sudah memperingatkan, mereka bakal mengambil "langkah balasan" jika Trump menandatangani UU yang disahkan oleh DPR AS.

Pada Kamis (21/11/2019), DPR AS meloloskan UU yang bakal meminta Presiden AS mencabut keistimewaan dagang yang diterima Hong Kong jika HAM dan demokrasi di sana terancam.
Trump tidak mengungkapkan apakah dia bakal memveto UU itu.

"Kami harus mendukung Hong Kong. Namun saya juga bersama Presiden Xi Jinping," katanya.

Dia kembali berkoar jika bukan karena permintaannya, ribuan orang di salah satu pusat finansial dunia itu bakal tewas karena bentrokan dengan keamanan.

Lebih lanjut, presiden ke-45 AS itu juga mengomentari upaya pemakzulan terhadap dirinya yang dilakukan oleh oposisi Partai Demokrat.

Demokrat melalui DPR AS mencoba memastikan apakah Trump sengaja menahan bantuan militer kepada Ukraina seharga 400 juta dollar AS, sekitar Rp 5,6 triliun.

Trump menggunakan bantuan itu untuk menekan Kiev supaya menyelidiki Joe Biden, calon penantangnya di Pilpres AS 2020 mendatang.

Dia bersikukuh tidak melakukan perbuatan yang salah, dan percaya diri menyatakan pemakzulan tidak akan mengenai dirinya.

"Saya pikir mereka bakal sulit memakzulkan saya karena saya tidak melakukan kesalahan," lanjut suami Melania tersebut.

Namun, jika nantinya di benar-benar dimakzulkan, maka dia menghendaki adanya sidang di Senat.

"Jujur, saya ingin itu (sidang)," terangnya.(*

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.