S-400 Tiba di Turki: Pentagon Bungkam, Kongres AS Meradang

IMPIANNEWS.COM (WASHINGTON). 
Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) agar Ankara dijatuhkan sanksi pasca merilis foto tibanya sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Sementara itu, Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS tetap diam.
Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Eliot Engel dan legislator asal Partai Republik Michael McCaul bereaksi terhadap kedatangan rudal S-400 Rusia. Mereka menyatakan Turki dan presidennya, Recep Tayyep Erdogan, harus menghadapi konsekuensi yang berat.
“Presiden Erdogan diberi pilihan yang sangat jelas. Sayangnya, ia jelas-jelas membuat kesalahan. Bahwa sekutu NATO akan memilih untuk memihak Rusia dan Vladimir Putin atas aliansi dan kerja sama yang lebih erat dengan Amerika Serikat sulit dipahami," kata keduanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (13/7/2019).
Mereka menuntut pemerintahan Trump untuk mengakhiri partisipasi Turki dalam program jet tempur siluman F-35. Mereka juga menutut dijatuhkannya sanksi kepada individu-individu Turki yang melakukan bisnis dengan sektor pertahanan Rusia, sebagaimana disyaratkan oleh hukum.
Di bawah Undang-undang Melawan Musuh AS Melalui Sanksi (CAATSA), yang disahkan pada 2017, AS harus menghukum negara yang membeli sistem senjata dari Rusia.
Permohonan kedua legislator itu tampaknya tidak menimbulkan reaksi yang diharapkan dari Pentagon atau Departemen Pertahanan dan Departemen Luar Negeri AS. Departemen Pertahanan AS hanya mengkonfirmasi bahwa subjek S-400 muncul dalam percakapan 30 menit antara Penjabat Menteri Pertahanan Mark Esper dan mitranya dari Turki, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Pentagon juga tidak melakukan pernyataan di depan kamera untuk sementara waktu.
Sebelumnya, Washington kerap mengancam akan "mengusir" Ankara dari program jet tempur F-35 jika masih bersikukuh memboyong sistem rudal S-400 dari Rusia. AS juga mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Turki.
Namun, menanggapi ancaman AS, Turki mengatakan dengan "mengusirnya" dari program jet tempur F-35 akan bertentangan dengan ketentuan kesepakatan produksi pesawat tempur generasi kelima itu. Turki adalah bagian dari konsorsium multinasional yang mengembangkan dan memproduksi suku cadang untuk jet Lockheed Martin, dan diperkirakan akan membeli 100 di antaranya. "Mengusirnya" dari program itu dapat berdampak negatif pada produksi dan selanjutnya meningkatkan biaya mesin perang yang sudah terlalu mahal.
Washington khawatir bahwa S-400 dapat mengungkap 'rahasia' F-35 ke Moskow dan menjadikan jet tempur siluman itu rentan terhadap serangan Rusia.