Tradisi Money Changer, Halaman Balai Kota Dipadati Warga Luak Limopuluah

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Pada Sabtu (25/5/2019) pagi, ratusan warga menyerbu loket penukaran uang baru (Money Changer) yang diadakan Pemerintah Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. Loket yang sedianya dibuka dari pukul 09.00 s/d 12.00 WIB, langsung sepi ketika jarum jam baru menunjuk pukul 11.00 WIB. Pasalnya, persediaan uang baru telah habis.

“Luar biasa animo masyarakat Payakumbuh. Ini kali pertama kami membuka loket disini atas permimtaan Pemko Payakumbuh tempo hari, kami tidak menduga animo masyarakat sebanyak ini,” ungkap Antoni, koordinator petugas penukaran uang BI Perwakilan Sumbar saat ditemui Humas di sela-sela kegiatan.

Ketika ditanya kemungkinan membuka kembali layanan penukaran uang di hari lain, Antoni mengaku belum bisa memenuhinya. Dikatakan, BI sendiri juga memiliki keterbatasan stok uang baru.

“Loket disini sebetulnya adendum (penambahan,red) dari jumlah loket yang sudah direncanakan BI Sumbar sebelum program ini dimulai. Kita membuka loket hampir diseluruh kabupaten/kota di Sumbar, jadi untuk menambah jumlah uang dan hari layanan saya kira cukup berat, karena alokasi disini sudah ditetapkan sebanyak yang kami bawa sekarang,” ujar Antoni.

Ditambahkan, untuk daerah Kota Payakumbuh, alokasi uang baru yang disediakan termasuk yang tertinggi dibanding kota-kota lain di Sumatera Barat.

“Kita alokasikan uang baru sebesar Rp. 3,5 Milyar disini terdiri dari beberapa pecahan. Jumlahnya termasuk tertinggi dibandingkan kota lainnya. Seperti Padang Panjang misalnya, kita hanya sediakan kurang lebih Rp. 2 Milyar saja,” ungkap Antoni.

Dari pantauan dilapangan, pecahan uang kertas Rp. 5 ribu menjadi primadona. Tak sampai 90 menit sejak dibuka, pecahan uang tersebut langsung habis. Sebagian warga yang antri bahkan langsung balik kanan begitu diumumkan pecahan tersebut sudah habis.

“Pulang lai da, awak mancari panuka pitih limo ribu, kironyo lah abih,” ujar Jimi, salah seorang warga Payakumbuh yang berprofesi sebagai ASN.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh melalui Kabid Kehumasan Irwan Suwandi menyatakan, tingginya animo masyarakat menukarkan uang di loket tersebut disebabkan gencarnya publikasi yang dilakukan menjelang kegiatan tersebut.

“Kemarin, secara serempak kita meminta setiap radio yang ada di Payakumbuh untuk menyiarkan informasi pembukaan loket tersebut secara berulang-ulang. Disamping itu, pengumuman juga dilakukan diseluruh link media sosial yang ada. Alhamdulillah antusias warga sangat tinggi,” ujar Irwan.

Ditambahkan, “Secara umum kegiatan hari ini cukup lancar, tidak ada komplain berlebihab dari warga meski jumlah persediaan uang tidak mencukupi. Tadi kita sudah sampaikan agar hal tersebut menjadi evaluasi bagi BI untuk kedepan. Semoga pada tahun-tahun mendatang, kegiatan serupa bisa lebih baik lagi,” pungkas Irwan. (rel/ul)