Di Hardiknas, Abdel Haq Minta Guru Madrasah Terus Berbenah


Guru harus berbenah mengikuti kemajuan sainstek
IMPIANNEWS.COM (Pasaman). 

Disela-sela upacara Hari Pendidikan Nasional Rabu (2/5) di halaman Kantor Bupati Pasaman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman H.Abdel Haq meminta 760 guru madrasah untuk terus berbenah.

Ia menilai, pendidikan itu merupakan pilar utama kemajuan dan kesejahteraan anak bangsa, untuk mewujudkan itu kesejahteraan guru perlu diperhatikan disamping membenahi dan menyempurnakan sarana pra sarana pendidikan khususnya di madrasah Kabupaten Pasaman.

Menurutnya melanjutkan, bagaiamanapun jua canggihnya tekhnologi dan media pembelajaran modern, tetapi keberadaan guru “Sang Pendidik” profesional lebih diutamakan dan tiada tergantikan dalam mewujudkan generasi yang berkarakter, hebat berkualitas dunia akhirat.

“Guru harus berbenah mengikuti kemajuan sainstek”, harapnya.

Dikatakannya, hal ini tanpa mengenyampingkan ketauladanan dan akhlak mulia kepada peserta didik sembari mengucapkan selamat hardiknas kepada seluruh guru terutama pada RA, madrasah dan pondok pesantren di lingkungan Kemenag ranah Pasaman.

Di upacara Hardiknas yang diikuti ASN, pelajar dan mahasiswa se ranah Pasaman, Bupati Pasaman H.Yusuf Lubis menyampaikan amanah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy. Peringatan Hardiknas dapat dijadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah diperjuangkan di bidang pendidikan.

“Kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan”, sampai Yusuf Lubis.

Diakui, perlu menyadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang dicita-citakan masih jauh dari jangkauan. Maka perlu terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus-menerus mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisi atau ketelitian yang tinggi, sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan.

Lagi ditegaskan bahwa guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia. 

Menurutnya, Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong, dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa.(suf78)