December 2016

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Di pengujung tahun 2016, Walikota Padang H. Mahyeldi Dt. Marajo menyerahkan 3 unit rumah yang selesai dibedah Baznas di RT 2/RW 3 Kelurahan Teluk Kabung Tengah, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Sabtu (31/12). Ketiga unit rumah tersebut terletak di satu RT dengan kondisi sebelumnya sangat memprihatinkan.
Jika dulu hanya berdinding triplek yang telah lapuk dan atapnya seng bekas yang bocor, serta hanya berlantaikan tanah. Namun sekarang disulap menjadi rumah sederhana yang sangat layak dari material yang kokoh dan dicat berwarna hijau.
"Mudah-mudahan rumah ini membuat penghuninya nyaman dan lebih banyak bersyukur, "kata Walikota di sela penyerahaan rumah tersebut kepada pemiliknya.
Menurut Walikota, Sepanjang 2016 telah ratusan rumah berhasil dibangun melalui kerjasama pemerintah pusat dan daerah termasuk Baznas Kota Padang.
"Program ini sebagai upaya mengentaskan keluarga-keluarga yang tidak mampu agar mempunyai tempat tinggal yang layak, " imbuh Walikota.
Sementara itu salah seorang pemilik rumah adalah Datuk Nurli, mantan wartawan Harian Umum Singgalang. Pria 62 tahun ini terharu mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari Pemerintah Kota Padang melalui Baznas.
"Saya terharu mendapatkan bantuan bedah rumah ini. Selama ini saya tinggal di rumah yang keadaannya sangat memprihatinkan karena belum mampu membangun rumah yang lebih baik, "ujar Datuk Nurli lirih.
Ia berucap ribuan terima Kasih sudah mendapatkan perhatian dari Pemko Padang dan Baznas. Mewakili kelurga lainnya yang mendapatkan bantuan bedah rumah, Datuk Nurli menyampaikan terima kasihnya sekaligus berharap pemerintah terus meningkatkan program yang langsung menyentuh masyarakat seperti bedah rumah tersebut.
"Kami sangat berterima kasih. Kami juga berharap program-program yang menyentuh warga terus menjadi perhatian Pemko Padang, "tukuknya.
Pada kesempatan ini Walikota Mahyeldi didampingi, Kabag Umum Alfiadi, Kabag Humas Zayadi dan Camat Bungus Teluk Kabung serta jajarannya. (tf/du/zy/yz)

IMPIANNEWS.COM,(London), 

Satu detik kabisat akan ditambahkan pada malam tahun baru ini. Hal ini dilakukan untuk mengkompensasi pelambatan pada rotasi bumi. Penambahan satu detik kabisat ini akan dilakukan pada pukul 23:59:60 sehingga akan memperlambat atau menunda satu detik datangnya tahun baru 2017.

Penambahan satu detik kabisat yang terakhir dilakukan pada Juni 2015. Penambahan yang dilakukan pada tahun baru 2017 ini merupakan penambahan yang ke 27. Perubahan ini perlu dilakukan karena jam standar ketinggalan dengan jam atom. 

National Physical Laboratory (NPL) bertanggung jawab bagi skala waktu  nasional Inggris. Mereka menggunakan jam atom yang lebih stabil dan kontinu dalam membuat skala waktu. Bersama dengan jam di seluruh dunia, jam atom menunjukkan waktu dunia dengan berkoordinasi dengan waktu universal.

Peneliti senior NPL Peter Whibberley mengatakan,  jam atom lebih bagus jutaan kali dalam menunjukkan waktu daripada rotasi bumi. "Apalagi rotasi bumi sering mengalami fluktuasi yang tak bisa diprediksi," katanya seperti dilansir BBC, Jumat, (30/12).

Penambahan detik kabisat dibutuhkan untuk mencegah waktu manusia menjauh dari waktu bumi. Mungkin memang perbedaan waktunya hanya satu detik tapi kalau diakumulasi dan tidak disesuaikan selama 1.000 tahun maka hasilnya nanti tak sesuai dengan waktu bumi.

Menurut Whibberley, jika jam tak disesuaikan dengan waktu bumi dikhawatirkan nanti jam menunjukkan waktu siang hari padahal kenyataan di bumi fajar belum muncul. Oleh karena itu, penambahan detik kabisat diperlukan

Jam atom menggunakan perubahan level energi elektron untuk menunjukkan waktu. International Earth Rotation and Reference Systems Service di Prancis juga menunjukkan jika jam membutuhkan tambahan satu detik menjelang tahun baru 2017.

I
MPIANNEWS.COM, (Jakarta), 

Menjelang malam pergantian tahun 2016/2017 banyak ajakan untuk merayakannya dengan acara religius di tempat ibadah. Seperti yang dilakukan oleh walikota Padang, Kapolsek Ciawi, ormas keagamaan bahkan sejumlah ormas kepemudaan.

Mereka telah menghimbau dan memfasilitasi acara pergantian tahun dengan kegiatan zikir, muhasabah dan berbagai kegiatan ibadah di masjid dan tempat ibadah lainnya. Menanggapi hal itu, wakil ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sodik Mudjahid memberikan apresiasi kepada mereka.

Sodik menganggap kegiatan tersebut sebagai kegiatan  super. Kemudian juga kegiatan tersebut mempunyai multi manfaat tinggi yang sangat berguna bagi bangsa Indonesia. Terus juga dapat menekan angka kemacetan dan gangguan keamanan yang biasa timbul dalam pergantian tahun.

“Kegiatan ini juga mengantarkan bangsa Indonesia yang Pancasilais dan berketuhanan kepada pintu barokah dari Allah dalam berbagai bidang kehidupan,” jelas Politikus Partai Gerindra ini, Sabtu (31/12).

Disamping itu kegiatan ini juga untuk mempertontonkan kepada dunia sebuah budaya baru yang inovatif dan penuh manfaat dalam menyambut malam tahun baru. Acara ini sebagai alternatif acara menyambut tahun baru yang sudah ribuan tahun dengan acara-acara klise seperti pesta kembang api.

Sodik mengatakan apabila inovasi budaya baru ini ditangani dengan profesional maka akan memberi manfaat yang luar biasa. Di antaranya, memperkokoh keberadaan dan kekhasan Indonesia sebagai negara Pancasila yakni masyarakat yang religius, beragam, rukun tapi terus memodernisasi diri. Kemudian juga bermanfaat sebagai daya tarik dunia.

“Ini jadi alternatif wisata tahun baru ke Indonesia. Apalagi jika spiritual di tempat ibadah dikemas dan diperlihatkan dengan cara modern tanpa mengubah niat, misi, dan misi serta kontennya,” tambahnya.

Maka dari itu Sodik mengimbau stokeholders untuk mendukung dan menumbuh suburkan budaya baru khas Indonesia dalam menyambut malam pergantian tahun baru. Sodik juga mengucapkan selamat tahun baru 2017 kepada seluruh rakyat Indonesia. Dia berharap masyarakat dan bangsa Indonesia semakin maju, semakin barokah, adil makmur sejahtera, semakin eksis dan dihormati dalam kehidupan pergaulan international dilansir republika

IMPIANNEWS,COM, (Padang),
Indonesia Indikator menilai Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, termasuk 10 besar pemberitaan paling banyak di publikasikan oleh media massa dengan jumlah berita di terbitkan sebanyak  5.891 berita.
Mahyeldi termasuk Walikota yang kreatif, inovatif dan mudah di kenal banyak orang lewat informasi yang di publikasikan dan di sebarluasakan lewat media massa. 
Sedangkan kategori Wali Kota, nama Danny Pomanto  nangkring di posisi ketiga dengan 12.867 berita.
Sementara Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun menjadi kepala daerah terpegah pada 2016 dengan 21.486 pemberitaan, disusul Tri Rismaharini. Wali Kota Surabaya ini diberitakan sebanyak 18.195 berita dalam setahun.
"Pemberitaan Ridwan Kamil sebanyak 21.486 berita. Posisi Ridwan Kamil dalam urutan 200 nama terbanyak diberitakan media berada di posisi No 31," ujar tambah Rustika Herlambang.
Jik dibagi lagi menurut kluster pejabat, nama Ridwan Kamil berada di posisi 9 pejabat yang paling banyak diberitakan media. Ia berada di bawah posisi Sri Mulyani Indrawati dan di atas ekspos Pramono Agung.
Selain Emil, Danny dan Risma, Indonesia Indicator melansir sejumlah wali kota/bupati lainnya yang masuk ke 10 terpegah.
Posisi keempat ditempati Wali Kota Bogor Bima dengan 8.158 berita. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mencatatkan namanya sebagai wali kota/bupati terpegah kelima dengan 7.286 berita.
Posisi keenam hingga ke-10 ditempati masing-masing oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dengan 6.377 berita, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dengan 5.891 berita, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dengan 4.951 berita, Wali Kota Rahmat Effendi dengan 4.251 berita, dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan 3.889 berita. (kompas)

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Angka perceraian di Kota Padang melonjak hebat. Ini dikarenakan berbagai faktor. Diantaranya faktor ekonomi dan selingkuh.

Humas Pengadilan Agama Kota Padang, Drs. H. Januar menyebut bahwa jumlah perkara perceraian di Padang naik dibanding tahun 2015 lalu. Dimana tahun lalu hanya sebanyak 1.518 kasus.

"Tetapi tahun ini naik menjadi 1.610 kasus," terangnya, kemarin. 

Januar menerangkan bahwa faktor ekonomi menjadi motif paling tinggi dari penyebab perceraian. Kemudian perceraian juga disebabkan karena selingkuh, saling cemburu, atau adanya pihak ketiga, apakah itu selingkuhan atau saudara maupun orangtua.


Januar mengatakan, perceraian tertinggi terjadi di kalangan petani, buruh, nelayan (sektor pekerjaan informal). Angka perceraian mencapai 70 persen. Sedangkan di sektor pekerjaan formal seperti ASN maupun karyawan hanya 30 persen.

"Perceraian di kalangan pekerjaan formal diakibatkan karena perselingkuhan, sedangkan di sektor informal lebih karena faktor ekonomi," paparnya.

Januar juga sempat membocorkan kecamatan tertinggi angka perceraian pada tahun ini. Menurutnya, kasus perceraian tertinggi berada di Kecamatan Koto Tangah. Sedangkan kecamatan dengan jumlah terendah yakni Bungus Teluk Kabung.

Untuk usia perceraian, paling banyak terjadi di rentang usia 20 sampai 40 tahun. Perceraian rentan terjadi di usia perkawinan di bawah sepuluh tahun.

Januar mengatakan, agar tidak terjadinya perceraian, dibutuhkan peran serta seluruh pihak agar pondasi perkawinan tetap kokoh. Diantaranya peran keluarga, ninik mamak, dan lainnya.
"Paling utama tentu memperdalam ilmu agama, pendidikan, serta peran BP4 di KUA yang harus maksimal," tutupnya.(tf/ch)

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo kembali melantik sebanyak 628 orang pejabat eselon IV di lingkungan kerjanya, Jumat (30/12). Pelantikan kali ini merupakan pelantikan penutup dari beberapa rangkaian pelantikan yang dilakukan dimulai dari eselon II, III dan IV guna mengisi Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terbaru sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016.
Walikota mengatakan, kepada para pejabat eselon IV yang dilantik dituntut bisa mengemban jabatan dengan profesional dan bertanggung jawab khususnya di bidang pelayanan. Hal itu dikarenakan, unsur pemerintah kelurahan dan kecamatan merupakan ujung tombak pemerintah dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
"Karena yang dilantik sekarang ini pejabat eselon IV yang ada di kelurahan dan kecamatan, untuk itu diharapkan ke depan akan mampu menjadikan Padang lebih tertib dalam segala hal. Baik dari masyarakatnya, bangunannya dan kebersihan sesuai Perda yang telah ditentukan," ujarnya.
Mahyeldi melanjutkan, personal di kelurahan dan kecamatan wajib berperan secara maksimal untuk memenuhi target-target pembangunan ke depan. Apalagi Padang sebagai kota metropolitan, tentu memiliki karakteristik yang berbeda dibanding kota-kota lainnya di Sumatera Barat. Sehingga itu masyarakat juga harus didorong dan dipersiapkan untuk lebih maju dan modern lagi tentunya.
"Mudah-mudahan, Insyaallah Padang ke depan akan bisa lebih baik lagi, lebih tertib, maju, indah, bersih dan lebih tertata lagi di dalam gerak langkah pembangunannya. Semoga beban amanah yang ada dipundak pejabat yang dilantik dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.
Ditambahkannya lagi, adapun untuk 2017, target pembangunan Pemko Padang masih dalam upaya memaksimalkan dari 10 program unggulan (Progul). Diantaranya sekaitan betonisasi, mengurangi angka kemiskinan, kegiatan bedah rumah serta menumbuhkan wirausahawan baru yang bahagian SDMnya ada di kelurahan dan kecamatan.
"Maka untuk itu kita harapkan ke depan, unsur kelurahan dan kecamatan akan bisa maksimal menginventarisirnya. Sehingga langkah-langkah untuk penyelesaian sisa tugas-tugas dan program ke depan dapat berjalan dengan baik melalui SKPD-SKPD yang ada," tukas Mahyeldi. (tf/dv/ul)

IMPIANNEWS.COM, (Moskow), 

Kremlin memperingatkan AS untuk bersiap-siap. Pada Jumat (30/12), Kremlin menjanjikan merespons atas sanksi dan mengusiran 35 diplomat Rusia dari AS. Belum jelas apa balasan dari Rusia.
"Saya tidak bisa katakan sekarang, tapi seperti yang kita tahu, tidak ada alternatif untuk prinsip timbal balik," kata Juru bicara kepresidenan Rusia seperti Dmitry Peskov dalam pernyataan dilansir Interfax.

Ia mengatakan, Presiden Vladimir Putin yang akan memutuskan respons tepat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyebut pemerintah Barack Obama terus merusak hubungan kedua negara yang sudah hambar.

Ia menyebut Gedung Putih sebagai sekelompok pengecut, pemarah dan bodoh. Kolega Zakharova, Konstantin Dolgov yang menjadi komisioner HAM dan demokrasi menyebut sanksi AS akan kontraproduktif.


"Mereka bertujuan merusak hubungan dan mempersulit perbaikan hubungan di masa depan," kata dia. Peskov mengatakan langkah Obama sangat tidak bisa diperkirakan dan agresif. Ia benar-benar berniat menjatuhkan hubungan hingga level terendah. 

Melihat dari sejarahnya, Rusia kemungkinan merespons dengan mengirim pulang personil Kedubes AS. Zakharova dan pejabat lain memperingatkan respons asimetris atas tindakan AS. Namun apa pun mungkin terjadi.

Sanksi baru untuk Rusia menuai reaksi tajam tak hanya dari pemerintah Rusia tapi juga dari presiden terpilih Donald Trump. Milyarder ini kemungkinan bisa membalikkan sanksi tersebut.

IMPIANNEWS.COM, (Jakarta), 

Harta kekayaan Bupati Klaten Sri Hartini mencapai Rp 35,043 miliar. Hal ini berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tertanggal 28 Juni 2012.

Dari laman acch.kpk.go.id, yang diunggah, di Jakarta, Jumat, jumlah Rp 35,043 miliar itu naik Rp 22,719 miliar dari laporan 6 Juli 2010 yang hanya mencapai Rp 12,324 miliar.

Saat itu Sri Hartini mejabat sebagai Wakil Bupati 2010-2015. Hartanya tersebut terdiri atas Rp 30,7 miliar tanah dan bangunan yang ada di 10 lokasi di kabupaten Klaten, 7 lokasi di kabupaten Sukoharjo dan 1 lokasi di kabupaten Sleman.

Sri Hartini juga tercatat memiliki alat transportasi yang totalnya berjumlah Rp 1,683 miliar yang terdiri dari mobil merek Mitsubishi Colt, Mitsubishi L 300, Daihatsu, Mitsubishi, Toyota Kijang serta 2 motor merek Honda.

Politisi PDI-Perjuangan itu masih tercatat memilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, logam mulia serta benda bergerak lain senilai Rp 2,151 miliar. Harta Sri masih ditambah giro dan setara kas lain sebesar Rp500 juta.
KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sri Hartini dan tiga pejabat pemerintah kabupaten Klaten di Klaten, hari ini. Petugas KPK juga menyita sejumlah uang.

"Benar, salah satunya (Bupati Klaten). Ini OTT akhir tahun. Saya apresiasi untuk (tim) KPK di lapangan yang tak kenal lelah, tidak mengenal libur," kata Ketua KPK Agus Rahardjo.

KPK belum menentukan status Sri Hartini hingga saat ini. KPK punya waktu 1 x 24 jam sebelum memenuntutakn status tersebut.
Sri Hartini adalah Bupati Klaten periode 2016-2021 yang baru dilantik pada 17 Februari 2016. Ia berpasangan dengan Wakil Bupati Klaten terpilih Sri Mulyani

Sebelum menjadi Bupati Klaten, Sri Hartini merupakan Wakil Bupati Klaten dan berpasangan dengan Bupati Sunarna, yang menjabat dua periode 2005-2015. Sunarna tidak lain adalah suami Sri Mulyani.

Sedangkan Sri Hartini adalah istri mantan Bupati Klaten Haryanto Wibowo. Haryanto pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp4,7 miliar dan kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri.

Namun kasusnya diberhentikan karena Haryanto meninggal dunia. Dengan penangkapan Sri Hartini, pada tahun 2016 KPK sudah melakukan OTT terhadap 4 kepala daerah.


Sumber : Antara

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Dalam rangka mempercepat proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemko Padang membentuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Padang Sejahtera Mandiri, yang akan mengelola berbagai pilihan prospek usaha yang mungkin dapat dikembangkan.
Mewujudkan hal tersebut, Perumda dituntut agar lebih profesional, mandiri, dan kompetitif, sehingga mampu menjadi lokomotif bisnis di daerah, sekaligus juga diharapkan dapat menjadi mitra lokal investor asing.
Hal tersebut dikatakan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat melantik Direksi dan Dewan Pengawas Perumda Padang Sejahtera Mandiri di Aula Abu Bakar Jaar Balaikota Padang, Kamis sore (29/12). Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Walikota Padang Emzalmi, Sekda Kota Padang, Tim Pansel Direksi dan Dewan Pengawas, Asisten, Staf Ahli, dan Kepala SKPD Pemko Padang.
"Perumda yang didirikan hendaknya tidak terfokus pada satu sektor usaha saja, namun mampu mengeksploitasi potensi-potensi bisnis yang ada di Kota Padang," ujar Mahyeldi.
Ditambahkannya, untuk di Kota Padang, banyak prospek bisnis yang bisa dikelola oleh Perumda, seperti bidang usaha peternakan, pertambangan, land banking, pariwisata, kelautan, dan dibidang jasa.
Sementara itu, Direktur Utama Padang Sejahtera Mandiri yang baru dilantik, R. Adhari Cahya Mahendra mengatakan, untuk tahun pertama ini, Padang Sejahtera Mandiri tidak terlalu ambisius terlebih dahulu, namun dalam jangka pendek akan memanfaatkan peluang bisnis yang sudah ada di Kota Padang.
"Yang strategis saat ini adalah me-utilize Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kita yang tidak aktif, mengingat kebutuhan daging di Kota Padang cukup tinggi. Dengan sertifikasi RPH kita yang terbilang bagus, kita bisa melakukan pemotongan hewan halal, membantu distribusi daging bagi kebutuhan masyarakat," tambah R. Adhari.
Direksi yang dilantik saat itu adalah R. Adhari Cahya Mahendra, S.Kom (Direktur Utama), Teddy Yantaria Riza, ST (Direktur Umum), DR. Buchari Bachter, ST, MT (Direktur Usaha) dan Dewan Pengawas, Poppy Irawan, S.IP, MA serta DR. Miko Kamal, SH,MH yang berhalangan hadir. (tf/ul/dv).

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) telah hadir di Kota Padang dengan diresmikan, Jumat (30/12). Keberadaan layanan informasi dan konsultasi itu diharapkan, dapat menjadi solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di tengah keluarga sehingga setelah itu bisa menghadirkan keluarga-keluarga yang berkualitas.
Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, untuk mempersiapkan bangsa berkualitas memang kata kuncinya adalah keluarga. Maka itu, keberadaan Puspaga sangat tepat sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan warga Kota Padang untuk bisa berkonsultasi bersama para psikolog yang disediakan.
"Keberadaan Puspaga ini sangat urgen, strategis dan penting dalam menghadirkan keluarga yang berkualitas. Apalagi dilihat masih banyak kepala keluarga yang belum lengkap pemahamannya terhadap keluarga. Baik itu dalam mendidik anak, membesarkan anak dan pendidikan yang harus diberikan terhadap anak. Untuk itu, Puspaga diharapkan bisa menentukan dalam pembinaan keluarga dan pemantapan keluarga, sehingga diharapkan nantinya bisa menghasilkan keluarga dan generasi emas," ujarnya dalam sambutannya pada peresmian Puspaga yang berkantor di jl Cimandiri No.110 Padang Baru Kelurahan Alai Parak Kopi Kecamatan Padang Utara itu.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Padang, Ny Harneli Bahar sebelum meresmikan Puspaga juga mengatakan, Puspaga ini harus dioptimalkan secara baik, karena berkaitan dengan upaya mengatasi setiap permasalahan yang urgen bagi setiap keluarga di tengah-tengah masyarakat.
"Puspaga salah satu solusi untuk meminimalisir semua permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam keluarga khususnya kaum perempuan dan anak. Semoga dengan kita berkonsultasi di Puspaga, apapun permasalahan yang kita dihadapi dapat diberikan solusi yang terbaik. Apalagi kita melihat selama ini, mungkin masyarakat cenderung merasa bingung mau konsultasi kemana terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapinya," imbuh Harneli
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Padang, Muji Susilawati menyebutkan Puspaga merupakan program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan RI yang disikapi Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Padang.
"Kita sangat berterima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang sudah mempercayakan Kota Padang sebagai salah satu kota percontohan untuk program Puspaga ini. Semoga Puspaga dapat dimanfaatkan bagi siapapun yang memiliki permasalahan dan membutuhkan konsultasi. Maka itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, silahkan datang ke Puspaga. Karena dalam hal ini kita tidak memungut biaya alias gratis," terang Muji.
Dalam peresmian Puspaga Kota Padang tersebut juga dihadiri Ketua GOW Kota Padang, Ny Eti Emzalmi, Sekcam Padang Utara, Nasdwi Yelli serta unsur Forkopimka Padang Utara dan Pengurus TP-PKK se-Kota Padang. (tf/dv)

 IMPIANNEWS.COM, (Lintau Buo),
 
Penghoeloe Kapala – in het Lintonsche. Secara tidak sengaja, saat klik sana klik sini di dunia maya, kami dikejutkan oleh adanya gambar di atas dari Tropen Museum di Leiden. Di sana tertulis bahwa gambar ini adalah gambar sebuah mesjid di Lintau. 
 
Takjub dan senang dengan adanya gambar foto lama yang masih disimpan oleh pihak museum Belanda, sebagai pengetahuan buat kita akan ketinggian seni arsitektur masa silam yang sangat piawai dalam membentuk bangunan rumah adat.
 
Sepintas kita lihat seperti bentuk sebuah roket yang siap luncur ke angkasa dihiasi oleh tanduk-tanduk rumah gadang seperti lazimnya rumah gadang di Minangkabau. Adanya sebuah rangkiang di sebelah kanan tampaknya membuat kita berpikir bahwa bangunan ini bukanlah sebuah mesjid, karena rangkiang berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi bagi pemilik rumah gadang ini. Sangat tidak lazim di Minangkabau sebuah mesjid atau surau memiliki rangkian yang ditempatkan di sampingnya.
 
Mungkin kita berpikir bahwa gambar ini adalah gambar sebuah mesjid karena anjung tinggi yang menyerupai kubah atau menara mesjid ditempatkan pada lantai atas rumah adat ini. Yakinlah bahwa anjung tersebut merupakan symbol dari pepatah adat yang berbunyi: “adat basandi syara’ – syara’ basandi kitabullah”. 
 
Anjung atap yang menyerupai kubah atau menara mesjid ini juga akan banyak kita temui pada rumah-rumah adat di daerah Solok, namun di sana penempatan anjung atap yang serupa ini ditempatkan pada atap beranda rumah adat.
 
Yang perlu kita sampaikan di sini bahwa rumah adat seperti ini hanya ada satu di Lintau. Pemilik rumah adat ini adalah seorang bangsawan tinggi Minangkabau, putera dari seorang Rajo Adat di Buo, sebagaimana disampaikan oleh salah seorang anak cucunya Bapak Fakhrudin Datuek Palindih, salah seorang tungganai di Tepi Selo. 
 
Hal senada juga dinyatakan oleh Bapak Azhar B, salah seorang cicit dari Sutan Hasyim Tuanku, di mana beliau mengaku pernah masuk ke dalam rumah ini pada era tahun 1960-an, bahkan bermain-main di anjung yang paling tinggi bersama-sama kakaknya.
 
Konfirmasi dari anak cucunya di Tepi Selo sudah cukup membuktikan bahwa rumah adat ini bukanlah bangunan sebuah mesjid, namun adalah bangunan rumah adat yang bercirikan pepatah “adat basandi syara’ – syara’ basandi kitabullah”. 
 
Jika kita teliti lebih lanjut, pada bagian sebelah kiri depan tampak garasi bendi bugih milik Sutan Hasyim Tuanku Tinggi, yang ditarik dengan kudo bagonto saat Sutan Hasyim Tuanku Tinggi menunaikan tugasnya sebagai Penghoeloe Kapala – in het Lintonsche dalam rangka melakukan inspeksi ke nagari-nagari yang berada di Lintau.
 
Saat sekarang ini tak banyak lagi orang mengetahui tentang sejarah Sutan Hasyim Tuanku Tinggi, walaupun namanya cukup banyak disebut dan dilaporkan oleh para pejabat sipil maupun militer yang pernah ditugaskan di Lintau atau Sumatera Barat. 
 
Dalam keterangan yang diberikan oleh anak cucunya, Sutan Hasyim Tuanku Tinggi hanya dijelaskan sebagai anak Rajo Adat di Buo, yang menetap di Kampung Rajo.
 
Sebagai anak nagari Tepi Selo, Sutan Hasyim Tuanku Tinggi berasal dari pesukuan Kuti Anyie di Tepi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar. 
 
Namun siapa dan bagaimana catatan kecil tentang Sutan Hasyim Tuanku Tinggi ini, mari sama-sama kita telusuri, malala-malala awak, dengan keterangan masa silam baik dari catatan yang ditinggalkan oleh Belanda maupun sejarah lisan dari para anggota keluarganya yang masih tersisa atau mungkin sempat tercecer dalam catatan singkat yang belum dipublikasikan.
 
Berdasarkan penjelasan yang disampaikan oleh almarhum Haji Sabran Pahlawan Garang, salah seorang pewaris Kerajaan Adat di Buo, konon kabarnya saat Sutan Hasyim dilahirkan, ibunya Puti Fathimah Tuan Aciek Gadih Hitam wafat sesaat setelah persalinannya. Ayahnya adalah Rajo Adat Buo yang terakhir yaitu Nan Dipertuan Sembahyang Sultan Abdul Jalil Lukmanul Hakim Muningsyah.
 
Sebagai bayi piatu yang lahir tanpa mengenal ibunya, Sutan Hasyim dibawa ke Buo oleh ayahnya untuk dipelihara oleh neneknya Tuan Gadih Puti Reno Sari Alam, ibusuri Rajo Adat di Buo. Tuan Gadih Puti Reno Sari Alam adalah isteri dari Raja Adat di Buo yang terhadulu Nan Dipertuan Bakumih Sultan Abdul Jalil Shalahuddin Muningsyah. Iba melihat nasib cucunya yang piatu, Tuan Gadih kemudian mencarikan ibu susuan buat Sutan Hasyim dan mendapatkan seorang wanita dari pesukuan Caniago di Buo yang tidak diketahui lagi siapa namanya.
 
Sebagai upah untuk menyusukan Sutan Hasyim ini, keluarga dari pesukuan Caniago ini diberikan hadiah beberapa bidang sawah yang disebut Sawah Kubang Gajah yang berada di Barat, tidak jauh dari tapal batas antara Buo dengan Lubuk Jantan. 
 
Kelak setelah dewasa, Sutan Hasyim menikah dengan Reno Hilir, anak dari Gonti Omeh adik perempuan ibu susuannya di Buo,.sehingga menimbulkan sedikit konflik adat di dalam nagari dengan sebab perkawinan jo dunsanak dari ibu susuan yang saat itu dilarang oleh adat yang berlaku.
 
Tidak ada catatan yang jelas tentang kapan kelahiran Sutan Hasyim ini. Hanya saja di dapat dari beberapa keterangan jika Sutan Hasyim wafat di awal abad 20, setelah perang belasting tahun 1908. Ia wafat di Tepi Selo dalam usia 85 tahun dan dimakamkan di Tepi Selo, tidak jauh dari Simpang Labueh Lintang. 
 
Pastinya keterangan ini juga diperkuat dengan cerita dari keluarga bahwa tak lama sebelum Sutan Hasyim wafat, Sutan Hasyim sering menjamu cicit-cicitnya untuk makan bersama di rumahnya. Saat itu salah seorang cucunya Buyung Kuning, cucunya dari Sutan Bagindo Hakim, diperintahkan oleh Sutan Hasyim untuk digendong oleh seorang hulubalangnya menuju rumahnya.
 
Saat itu sang cucu kesayangan berusia 9 tahunan, sehingga sudah tidak pantas lagi untuk digendong sebagai anak kecil. Kesimpulan dari keterangan ini, dapat diperkirakan jika Sutan Hasyim wafat di tahun 1917, karena sang cucu kesayangan lahir tahun 1908, saat perang Siti Hajir meletus di Lintau. 
 
Jika dinyatakan bahwa Sutan Hasyim wafat berusia 85 tahun, maka Sutan Hasyim diduga lahir tahun 1832, setahun sebelum Lintau ditaklukan untuk pertama kalinya pada tahun 1833. Jadi adalah wajar jika saat itu Sutang Hasyim diboyong oleh ayahnya ke Buo setelah ibunya wafat, karena saat itu Lintau masih dalam penguasaan pejuang paderi.
 
Sutan Hasyim dan juga kakak-kakaknya berada di Buo untuk selama setahun sebelum kemudian semua anggota keluarga kerajaan menyingkir ke Sumpur Kudus, setelah Lintau ditaklukan pada tahun 1833.
 
Dari sepenggal kisah tersebut dapat dimengerti kenapa Sutan Hasyim begabung dengan pejuang pidari. Selain ia kemudian harus mendukung perjuangan ayahnya Nan Dipertuan Sembahyang, Sutan Hasyim pasti juga melihat dengan mata kepalanya sendiri, akibat perang yang dilakukan oleh Belanda terhadap rakyat Lintau yang penuh dengan banyak penindasan dan penganiayaan. 
 
Sutan Hasyim tumbuh besar dalam masa peperangan dimana ia pasti wajib untuk bahu membahu bersama saudara-saudaranya yang lain.
 
Walaupung Bonjol telah ditaklukan oleh Belanda pada tahun 1837, namun perjuangan rakyat Minangkabau masih tetap berlanjut secara sporadis yang dipimpin oleh masing-masing kepala rakyat. Selama ini pengetahuan kita tentang perlawanan rakyat di Lintau hanya dipimpin oleh Saidi Muning Tuanku Lintau. 
 
Namun sejarah mencatat jika perlawanan tersebut hanya berlangsung sampai dengan tahun 1833, saat Lintau ditaklukan untuk pertama kalinya oleh Mayor de Quay dan Saidi Muning Tuanku Lintau menyingkir ke daerah Palalawan, Kampar Kiri dan dibunuh secara licik oleh Belanda di sana.
 
Setelah penaklukan Lintau tahun 1833 tidak berarti perlawanan rakyat Lintau berakhir seperti yang dicatat oleh Eerste Liutenant Hnedrick yang ditugaskan sebagai Komandan Militer untuk wilayah Lintau dan Koto Tujueh, yang melaporkan jika sang komandan masih direpotkan oleh perlawanan rakyat sampai dengan tahun 1855, dicatat adanya pertempuran antara Belanda dengan rakyat yang dipimpin oleh Nan Dipertuan Sembahyang bersama anak-anaknya.
 
Berdasarkan catatan yang sampaikan oleh E. Netscher, Residen Sumatera Barat saat itu , dalam bukunya yang berjudul “Aanteekeningen Omtrent Midden-Sumatera, Aan Officiele Bescheiden Ontleend”, yang terbit tahun 1880 (halaman 45-47), jelas dinyatakan bahwa pada tahun 1864, Sutan Hasyim pernah datang menghadap menghadap Residen untuk memintakan amnesti dari Pemerintah Belanda untuk atas nama ayahnya agar Rajo Adat di Buo dapat pulang ke Lintau, bermukim di Buo dan berjanji untuk tidak melakukan pemberontakan terhadap Belanda dan menyerang pos-pos Belanda di Lintau dan Koto Tujueh.
 
Dari catatan tersebut dapat disimpulkan jika Sutan Hasyim sudah menyerah kepada Belanda dan oleh Belanda Sutan Hasyim diberikan jabatan sebagai Penghulu Kepala untuk wilayah Lintau. Namun permintaan Sutan Hasyim tersebut ditolak mentah-mentah oleh Belanda dengan alasan bahwa Sutan Hasyim dan ayahnya pernah memimpin rakyat Lintau untuk memberontak kepada Belanda. 
 
Dalam pandangan Belanda akan lebih baik jika Nan Dipertuan Sembahyang hidup jauh dari rakyatnya dan mudah untuk mengawasi rakyat Lintau dengan menjadikan Sutan Hasyim sebagai Penghulu Kepala.
 
Dari sepotong cerita E. Netscher dan juga dapat kita temui pada laporan yang lain yang ditulis oleh de Stuers dan H.M. Lange ada beberapa pertempuran di Lintau yang dipimpin oleh Nan Dipertuan Sembahyang yang pastinya melibatkan Sutan Hasyim dan saudara-saudaranya yang lain dalam perlawanan tersebut.
 
Pertempuran di Talang, Lubuk Jantan yang dicatat Liutenant Hendriks tahun 1850, mendesak pasukan Nan Dipertuan Sembahyang menyingkir ke Sumpur Kudus. Dalam pertempuran itu dicatat Nan Dipertuan Talang, anak Raja Ibadat terakhir gugur sebagai pejuang dan menurut cerita jenazahnya dimakamkan di Laras Air tidak jauh dari Bukit Sigulieng Boreh.Namun demikian perjuangan rakyat Lintau masih terus berlanjut sampai kemudian dinyatakan berakhir pada tahun 1855.
 
Sadar akan posisinya sebagai Penghulu Kepala di Lintau, Sutan Hasyim masih dapat menjamin untuk kepulangan beberapa anggota keluarganya menuju Lintau, termasuk dua orang anak sepupunya dari pihak bako pulang ke Buo, Tuan Gadih Puti Dina dan Sutan Sayidina Abbas Tuan Bujang Panji Alam. Kedua anak ini adalah cucu Tuanku Radin Sunnah, Yamtuan Besar Negeri Sembilan yang banyak membantu perjuangan rakyat Lintau melawan Belanda, melalui putera tertuanya Tunku Lintau Tuanku Besar Seri Menanti.
 
Sutan Hasyim tidak dapat berbuat apa-apa lagi membantu keluarganya, hatinya sedih teramat mendalam karena sang ayah tercinta tidak diijinkan Belanda untuk pulang ke kampung halamannya. Keberadaan makam Sutan Lembang Lawik dan Datuk Marajo di ustano rajo Cerenti, Kuantan Singingi, sudah membuktikan kepada kita bahwa kedua orang kakak Sutan Hasyim juga tidak diijinkan oleh Belanda untuk pulang ke Lintau setelah perang.
 
Tinggallah Sutan Hasyim seorang diri yang haya diangkat Belanda sebagai Penghulu Kepala, di mana kemudian rakyat Lintau menghormatinya dengan gelar Tuanku Tinggi. Masyarakat Lintau belumlah lupa jika Sutan Hasyim Tuanku Tinggi memiliki kantor resmi di balai-balai adat Nagari Balai Tangah. Dari sanalah Sutan Hasyim Tuanku Tinggi mengatur dan menjalankan tugasnya sebagai Penghulu Kepala untuk jangka waktu yang cukup lama.
 
Sutan Hasyim selama hidupnya ada menikah dengan beberapa orang wanita. Dicatat jika Sutan Hasyim menikah dengan Puti Saratika di Rumah Tabieng Lubuek Jantan dan memiliki dua orang anak yaitu Sutan Malinggam Aceh Datuk Simarajo Tuanku Mudo Nan Godang dan Puti Halimatus Sa’diyah Tuan Aciek Rumah Tabieng. Di Rumah Labueh Kumbueng Lubuk Jantan, Sutan Hasyim memiliki seorang anak perempuan yang dikenal dengan sebutan Tuo Labueh Kumbueng.
 
Sutan Hasyim juga menikah dengan Reno Hilir di Buo yang memberinya empat orang anak yaitu Sutan Ibadat, Puti Cahayo Rajo, Puti Mayang Taurai dan Puti Koroeng. Sutan Ibadat kemudian diangkat menjadi Khatib Mesjid di Buo dengan gelar Sutan Khatib. Di Tepi Selo Sutan Hasyim juga diketahui memiliki beberapa orang isteri dan anak. Sayangnya belum dicatat secara baik sehingga yang bisa disebutkan disini hanya satu orang anak Sutan Hasyim, yakni Sutan Bagindo Hakim Datuek Rajo Penghulu.
 
Pemberian nama Sutan Bagindo Hakim kepada anaknya di Tepi Selo, konon kabarnya karena Sutan Hasyim sedang berduka saat ia tidak bisa membawa ayahnya pulang ke Lintau. Dengan mengambil kata Hakim dari nama ayahnya Sultan Abdul Jalil Lukmanul Hakim Muningsyah, seakan-akan memintanya untuk selalu mengingat ayahnya yang jauh di pengasingan atau bisa jadi karena ada kemiripan wajah antara cucu dengan kakeknya.

Sekelumit kisah lama ini harus diangkat kembali, dipublikasikan kepada masyarakat agar tidak menjadi kisah yang memitologi.
 
Inilah sepotong kisah anak Lintau yang turut membela bangsa dan negerinya dari penjajah yang jauh dari negeri yang jauh. Kehormatan ayahnya adalah symbol kehormatan tanah airnya yang wajib dibela dengan taruhan apapun. Jika kemudian Sutan Hasyim Tuanku Tinggi harus menyerah kepada Belanda, bahkan kemudian diangkat menjadi Penghulu Kepala di Lintau, itu bukan berarti bahwa Sutan Hasyim Tuanku Tinggi adalah pengkhianat.
 
Kedudukan Sutan Hasyim sebagai Penghulu Kepala adalah jaminan buat seluruh anggota keluarganya yang diijinkan oleh Belanda untuk pulang ke Lintau setelah perang dinyatakan selesai. Kita dibuktikan dengan adanya beberapa negosiasi yang dilakukan oleh Sutan Hasyim sejak tahun 1861 demi untuk mendapatkan ijin agar ayahnya Rajo Adat di Buo bisa pulang ke Lintau. Jika kemudian Balanda hanya mengijinkan wanita dan anak-anak untuk pulang ke Lintau, itu sudah merupakan taktik Belanda untuk mencegah perlawanan rakyat timbul kembali.
 
Kembali ke Lintau dan menjadi Penghulu Kepala, itu artinya Sutan Hasyim Tuanku Tinggi adalah satu-satunya otoritas lokal tertinggi yang diakui Belanda. Itu sebabnya adalah wajar jika kemudian dua orang bule petinggi Belanda ini berkenan untuk berfoto bersama Sutan Hasyim Tuanku Tinggi di depan rumah adatnya yang artistik dan tidak ada duanya, untuk dapat kita lihat saat sekarang ini seperti gambar di atas.
 
Perhatikan seorang kakek tua yang duduk di serambi yang memakai saluek gadang dan baju beskap berwarna putih. Posisi gaya duduk sang kakek sangat aristokrat dengan sebuah tongkat yang memanggul tangan kanannya, seolah-olah memberitahukan kepada kita bahwa beliau adalah penguasa rumah adat itu. 
 
Nah sekarang, siapakah rakyat Lintau yang berani berfoto dan bergaya di serambi rumah milik seorang penghulu kepala di Lintau seperti yang kita lihat pada foto di atas? Sepintas wajah bujur sirih sang kakek tua itu mengingatkan kami kepada salah seorang cicitnya yang konon memang mirip dengan Sutan Hasyim Tuanku Tinggi.
 
Saat ini kita hanya dapat memandangi sehelai foto saja karena bangunan fisik rumah ini betul-betul sudah menjadi reruntuhan. Bangunan rumah adat ini masih dapat terlihat dengan jelas sampai dengan awal tahun 1970-an, setelah itu reruntuhannya hanya bermanfaat sebagai kayu bakar bagi para etek dan uwo yang mau memasak nasi di dapur. Sungguh sangat-sangat disayangkan kita sudah tidak bisa melihat lagi rumah adat ini seperti di Rumah Seberang Parik di Lubuk Jantan.
 
Walaupun hanya sehelai foto yang masih bisa kita lihat sekarang, maka dengan bekal foto inilah, mari kita bangun kembali rumah adat tercantik yang pernah dibuat orang di Lintau, yang fakta sejarah mengatakan bahwa rumah adat itu milik seorang bangsawan tinggi yang pernah berjasa buat tanah air yang dicintainya. Dialah Sutan Hasyim Tuanku Tinggi, Penghoeloe Kapala – in het Lintonsche.(Lintau Info)

IMPIANNEWS.COM,(Jakarta), 

Kementerian Kesehatan (Kemkes) menyebut Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi provinsi tertinggi angka kekurangan gizi pada anak. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan, pihaknya berupaya memberikan makanan tambahan pada ibu hamil. 

Sebab, ia mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan, banyak ibu hamil di daerah tertentu yang mengalami kekurangan energi kronis. Hal tersebut berdampak pada asupan gizi pada anak-anaknya.

"NTT paling buruk dibandingkan negara lain. Kalau NTT dengan 25,4 persen masih tinggi," kata dia di kantor Kemkes, Jakarta, Kamis (29/12).

Nila menyebut, rerata angka kekurangan gizi di Indonesia sebesar 18 persen. Padahal, angka yang diminta oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 10 persen.

Nila menuturkan kecukupan gizi bagi anak-anak penting untuk menciptakan generasi yang berkualitas. Namun, ia melanjutkan, angka kekurangan gizi di sejumlah daerah di Indonesia masih tergolong tinggi. Bahkan, angkanya melebihi yang ditetapkan WHO, yakni 10 persen.

"Kalau pemataan, di perbatasan NTT termasuk yang angkanya jelek untuk nutrisi gizinya. Jadi presiden minta ke kita PMT (pemberian makanan tambahan)," tutur dia.

Menurut Nila, pemberian PMT bagi anak harus diikuti asupan makanan bergizi yang sudah diketahui masyarakat setempat. Salah satunya, yakni, pemberian ASI selama enam bulan dan makanan pendamping protein. Ia meminta para ibu harus menjaga 1.000 hari pascakelahiran anak.

Menurut Nila, terdapat budaya di daerah tertentu yang membuat seorang ibu tidak bisa memberikan ASI berkualitas. Kendati demikian, ia mengatakan, seorang ibu harus paham bagaimana memberi makan dan mendidik anak-anaknya.

"Status perempuan yang harus diangkat. Pengaruh budaya begitu kuatnya di NTT, perempuan tak berdaya. Angka dari nusantara sehat, hampir 70 persen ibu tidak memberikan ASI. Ini nggak benar," tutur Nila, dilansir dari republika

Pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
IMPIANNEWS.COM, (Yerusalem), 

Grand Mufti Yerusalem dan Sheikh Palestina Mohammed Hussein memperingatkan kebijakan Yahudisasi Israel di kota Yerusalem timur, Rabu (28/12).

Syeikh Hussein seperti dikutip MaanNews mengatakan otoritas Israel sudah terlalu jauh melakukan aktivitas konstruksi dan penggalian di Kota Tua.

Ia menyebut tindakan Israel itu bisa mengancam properti dan kehidupan Yerusalem. Sheikh Hussein juga mengatakan Israel telah melanggar hukum internasional karena mengabaikan tanggung jawab sebagai otoritas di sana.

Seharusnya, kata ia, kondisi sipil di wilayah yang diokupasi secara militer ditanggung oleh pihak berotoritas. Sheikh menyeru organisasi-organisasi internasional untuk ikut campur. "Sebelum semua terlalu terlambat," katanya. 

Lebih lanjut, ia mengecam kebijakan yang menerapkan jadwal liburan sekolah Yahudi pada sekolah Palestina. Ia menyebutnya Yahudisasi dalam sistem pendidikan Yerusalem.

Selain itu, mama-nama jalan dan tempat di Kota Tua juga diganti dengan nama Ibrani. Sheikh mengatakan Israel berniat menghilangkan identitas Palestina dan Muslim di Yerusalem. 

Selain itu, Israel terang-terangan menerapkan pembongkaran skala besar rumah warga Palestina. Israel juga mempersulit izin konstruksi rumah. Sementara pembangunan permukiman Yahudi terus dilakukan.

Hussein mendesak agar komunitas internasional segera menghentikan agresi Israel terhadap rakyat dan tempat-tempat suci Islam di Palestina itu.  Hanya pihak internasional yang dinilai bisa menekan pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk patuh pada hukum internasional.


IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo melantik sebanyak 769 orang pejabat di lingkungan kerjanya, Kamis (29/12). Pelantikan ini dilaksanakan sebanyak dua sesi. Sesi pertama melantik pejabat eselon III, sedangkan pada sesi kedua melantik pejabat eselon IV.
Pejabat eselon III yang dilantik pada hari itu sebanyak 179 orang. Pelantikan dilakukan sekitar pukul 10.00 Wib. Untuk pelantikan pejabat eselon IV sebanyak 590 orang dilakukan pukul 14.00 Wib.
Dalam pelantikan eselon III itu cukup banyak pejabat yang dirotasi maupun promosi. Diantaranya seperti Mursalim yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Humas, kini menduduki tempat baru sebagai Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Sementara posisi yang ditinggalkannya diisi oleh Zayadi.
Dua Bagian yang baru dibentuk di Sekretariat Daerah juga diisi muka baru. Yoga Natasha Amin yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Camat Kuranji kini menduduki posisi barunya sebagai Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sedangkan posisi Kepala Bagian Kerjasama ditempati Erwin yang sebelumnya menjabat di BPMPTSP.
Kondisi yang serupa juga terjadi pada pelantikan pejabat eselon IV. Cukup banyak promosi. Bahkan ada yang tetap menduduki jabatan lama dan ikut dikukuhkan pada siang itu.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo usai melantik mengimbau kepada seluruh pejabat struktural yang dikukuhkan untuk tidak mengganti nomor ponsel. Ataupun mematikan ponsel selama 24 jam.
“Karena setelah ini intensitas pekerjaan kita semakin tinggi, tidak ada ponsel yang dimatikan,” tegas Mahyeldi.
Selain itu Mahyeldi juga mengajak seluruh eselon III untuk mengingatkan pimpinannya (eselon II) agar senantiasa melakukan rapat koordinasi. Karena, menurut Mahyeldi dinamikan informasi di Kota Padang sangat tinggi sehingga perlu disikapi.
“Karena itu perlu koordinasi, sebab tidak semua eselon II yang turun ke lapangan. Makanya eselon III yang banyak turun dan tahu dengan kondisi di lapangan akan bisa langsung menyampaikannya kepada atasannya. Sehingga masalah cepat diketahui dan diatasi,” tuturnya.(tf/ch)

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Pergantian tahun masehi sudah di depan mata. Biasanya, pergantian tahun dirayakan dengan cara beragam. Ada yang merayakannya dengan membunyikan terompet, menyalakan kembang api dan lainnya. 

Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo menilai sudah tidak saatnya pergantian tahun masehi dilakukan dengan perayaan dan menggelar kegiatan yang tidak bermanfaat. Karena itu Walikota Padang mengajak seluruh warga menjadikan pergantian tahun sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

“Saya sudah mengajak warga melalui baliho maupun spanduk bahwa tidak masanya lagi merayakan tahun baru masehi dengan hura-hura, minuman keras, membakar kembang api dan mercon. Sebaiknya pergantian tahun disi dengan kegiatan positif yang mendekatkan diri antar sesama serta kepada Allah SWT seperti zikir, salawat, ke masjid dan musala, dan sebagainya,” ujar Mahyeldi, kemarin. 

Mahyeldi menilai, saat ini situasi dan kondisi negara termasuk ancaman kepada Indonesia dari pengaruh asing cukup besar. Karena itu kepedulian harus ditingkatkan dan pemerintah mesti serius menyikapinya. 

“Kita mesti membangun kesolidan antar anak bangsa,” ucapnya.

Sementara itu sisi lain, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat Maulana Yusran menyebut bahwa tingkat hunian hotel terus meningkat di akhir tahun 2016 ini. Maulana melihat, kenaikan hunian hotel ini telah dimulai sejak sepekan sebelum Natal lalu. 

“Kenaikannya mencapai 20 persen,” terangnya. 

Maulana menilai, angka peningkatan hunian hotel tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Maulana menyebut, ini dipengaruhi karena telah tertatanya objek wisata di Sumatera Barat seperti Pantai Padang, Mandeh, Carocok, dan sebaganinya. 
“Sumatera Barat telah menjadi target para wisatawan untuk dikunjungi,” sebutnya.(tf/ch)

Andrew Johnson, Presiden AS ke -17 dari Keluarga Miskin 
IMPIANNEWS.COM, (AS),

Presiden Amerika Serikat (AS) ke-17, Andrew Johnson lahir pada 29 Desember 1808 di Raleigh, North Carolina. Ia merupakan seorang anak yang lahir dari keluarga miskin, namun memiliki masa depan gemilang sebagai pemimpin di Negeri Paman Sam.

Ayahnya merupakan seorang penjaga di tempat penginapan. Sementara, ibunya adalah mantan pegawai di tempat itu.



Johnson tidak pernah belajar secara formal di sekolah. Ia secara otodidak mempelajari banyak hal, termasuk kemudian bekerja menjadi tukang jahit.

Johnson mulai kehidupan baru di Tennessee. Saat itulah, ia bertemu dan menikah dengan Eliza McCardie. Dari sana, kehidupannya mulai berubah.

Ia yang memiliki istri dengan pendidikan baik tidak mau ketinggalan. Banyak hal baru yang Johnson pelajari dan dengan kemampuannya itu, ia mulai dikenal di kalangan masyarakat.

Hingga Johson menaruh perhatian pada masalah-masalah kemasyarakatan yang pada akhirnya membawa ia ke dunia politik. Dimulai dengan menjadi anggota Dewan Kotapraja, wali kota, wakil negara bagian, dan senator.

Johnson menjadi wakil presiden AS pada era kepemimpinan Abraham Lincoln. Setelah kematian Lincoln pada 15 April 1865, ia secara otomatis diangkat menjadi presiden di lansir dari republika

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdako Padang, sekarang telah dijabat oleh H. Zayadi, S.Sos.MM, menggantikan Mursalim yang hijrah sebagai Kepala Kantor Kesbangpol Kota Padang. 
Hal itu berdasarkan atas adanya pelantikan 179 pejabat eselon III di lingkungan Pemko Padang oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah DT Marajo, Kamis (29/12) siang di aula Bagindo Aziz Chan Balaikota. 
Pelantikan besar-besaran tersebut sebagaimana diketahui, untuk mengisi Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terbaru sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.
"Alhamdulillah sekarang kami diberi amanah sebagai Kabag Humas. Insyaallah selama dalam menjalankan tugas tetap sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) Bagian Humas serta arahan pimpinan," ucap Zayadi sewaktu ditemui usai pelantikan.
Mantan Kabag Kesra Padang Pariaman itu mengatakan, dalam mengemban jabatan sebagai Kabag Humas ia sangat mengharapkan doa dan dukungan semua pihak. Diantaranya bersama para Kasubag dan staf di unit kerjanya serta dengan media massa selaku mitra kerja.
"Insyaallah, kami akan memberikan inovasi-inovasi baru dan berbagai perobahan untuk kemajuan Bagian Humas dan pengembangan Kota Padang ke depan," ujar Zayadi yang pernah bertugas di TVRI Palembang, TVRI Sumbar dan Kepala Seksi (Kasi) Postel dan Publikasi di Pemko Padang tersebut. (tf/dv)

IMPIANNEWS.COM, (Padang),
Pemerintah Kota Padang akhirnya menyerahkan bonus bagi atlet Kota Padang yang meraih prestasi pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke-XIV. Bonus menggiurkan diserahkan Walikota Padang di Palanta Rumah Dinas Walikota, Rabu (28/12) malam.
Ada yang menarik dalam penyerahan bonus pada malam itu. Walikota Padang H. Mahyeldi Ansyarullah Dt Marajo menanyakan langsung kepada seluruh atlet tentang penyebab melonjaknya jumlah raihan medali yang jauh melebihi target. Dengan spontan atlet menjawab bahwa semuanya itu berkat motivasi berlipat di dalam diri.
"Semuanya ini karena ada kemauan, niat, latihan keras, dan bonus," ungkap seorang atlet di depan Walikota Padang.
Mendengar pengakuan langsung dari atlet, Walikota Padang merasa takjub dan terkesima. Motivasi berlipat di dalam diri atlet telah mengharumkan nama Kota Padang di Sumatera Barat. Walikota berharap motivasi seperti ini tetap dipertahankan.
"Kita sudah mendengar langsung dari atlet, pada Porprov mendatang semangat dan capaian ini jangan sampai berkurang," ujar Mahyeldi.
Awalnya, Pemko Padang mengestimasi capaian medali dan bonus Porprov XIV sama seperti Porprov sebelumnya. Dimana pada saat Porprov sebelumnya Kota Padang meraih 110 medali emas. Namun dalam kenyataannya pada Porprov XIV, Kota Padang justru meraih 206 medali emas.
"Perolehan medali jauh melampaui target di anggaran. Peningkatannya lebih 190 persen, ini luar biasa," sebut Mahyeldi.
Walikota Padang mengucapkan terimakasih kepada seluruh atlet, pelatih, official, serta KONI yang telah mampu memberikan hasil terbaik. Mengeluarkan kemampuan terbaiknya bagi Kota Padang.
"Semua juga tak terlepas dari peran serta masyarakat yang telah memberikan support dan mendampingi atlet lewat gerakan organisasi daerah, orangtua murid, dan lainnya," kata Mahyeldi.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra menyampaikan terimakasih kepada Pemko Padang yang sudah memberikan perhatian kepada atlet. Bonus yang cukup menggairahkan telah "membayar" usaha yang dilakukan atlet di arena pertandingan.
"Terimakasih kepada Walikota Padang yang telah memberikan bonus bagi atlet," tukuk Wahyu.
Wahyu berkeinginan atlet yang meraih medali saat ini tetap dipertahankan. Tidak "lompat pagar" pada Porprov XV di Padang Pariaman dua tahun lagi.
"Atlet berprestasi kali ini jangan menjadi peserta luar Padang pada Porprov nanti," harapnya.
Pada Porprov XIV kemarin ini, Kota Padang meraih prediket juara umum. Padang meraih 206 medali emas, 139 perak, 143 perunggu. Peraih medali emas diberi bonus sebesar Rp 25 juta. Peraih medali perak Rp 10 juta, sedangkan medali perunggu Rp 5 juta.
"Malam ini diserahkan bonus dengan total sebesar Rp 6,433 miliar," terang Ketua Kontingen Kota Padang, Asnel.
Malam itu belum seluruh atlet meraih bonus. Sebab, Pemko Padang hanya menganggarkan sebesar Rp 6,433 miliar pada APBD 2016. Bonus selanjutnya diberikan pada tahun depan dan telah dianggarkan pada APBD 2017.
Ketua KONI Kota Padang Agus Suardi berharap atlet penerima bonus kali ini tetap mempertahankan prestasinya dengan terus berlatih serius. Sehingga nantinya dapat meraih hasil yang sama pada Porprov XV di Padang Pariaman pada 2018.
"Kita bertekad mempertahankan prestasi pada Porprov mendatang," tegas lelaki yang akrab disapa Abien ini.(Charlie)

 IMPIANNEWS.COM, (Padang),

Pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan sejak usia dini. Hal itu bisa dilakukan dengan memfasilitasi bakat dan minat generasi muda, salah satunya melalui olah raga. Dengan olah raga, generasi muda akan tumbuh dengan fisik yang sehat, memiliki jiwa sportivitas dan terhindar dari pergaulan bebas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Padang, Emzalmi pada acara penutupan kompetisi sepak bola Piala KNPI Kota Padang U-11, yang diikuti oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Padang di Lapangan Imam Bonjol, Rabu (28/12).

Emzalmi menambahkan, melalui SSB dan kompetisi sepak bola U-11, kampanye gerakan anti Narkoba akan lebih mudah dilakukan. Dengan cara, memberikan motivasi dan pengetahuan tentang bahaya Narkoba, serta mendidik mental generasi muda agar tidak mudah terpangaruh untuk mencoba-coba Narkoba, walaupun itu hanya satu kali.

“Pemko Padang sangat mengapresiasi kegiatan KNPI ini, semoga dalam kegiatan kepemudaan lainnya, KNPI Kota Padang tetap konsisten mengkampanyekan gerakan anti Narkoba di kalangan generasi muda,” ujar Wakil Walikota Padang tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum KNPI Kota Padang, Fadly Amran mengatakan, Piala KNPI Kota Padang U-11 merupakan sumbangsih langsung KNPI Kota Padang untuk perkembangan sepak bola di Kota Padang, serta sebagai bentuk dukungan terhadap program BNK Padang dan program Pemko Padang, khususnya dibidang olah raga.

“Ini akan menjadi agenda rutin KNPI Kota Padang. Antusis SSB di Kota Padang sangat tinggi untuk ikut dalam kompetisi ini, namun kita baru bisa mengikutsertakan 20 SSB. Dan untuk tahun depan, kita akan menggelar kompetisi yang lebih besar lagi, tentunya dengan tingkatan usia yang lebih beragam,” ujar Fadly. (tf/ul)



Kami Keluarga Besar Media Onlane  IMPIANNEWS.COM, 
mengucapkan selamat dan sukses kepada :

Heranof Firdaus Bin Amriel, terpilih sebagai Ketua PWI Sumbar Periode 2016 - 2021.

Pada Konfrensi Cabang Sumbar di auditorium kantor Gubernur Sumbar , 26 Desember 2016.

Semoga Sukses Mengemban Amanah.... Amiiin.....




impiannews.com, (Padang)


Kami Keluarga Besar Humas dan Protokol Kota Padang mengucapkan selamat kepada 33 Pejabat Eselon II, Dilantik Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP, Selasa, (27/12) di Gedung Pertemuan Bagindo Aziz Chand Balaikota Padang Air Pacah.

Untuk memenuhi Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terbaru sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016.

Semoga Pejabat yang di lantik dapat menjalankan amanah dengan ikhlas dan baik, demi kemajuan dan menetap masa depan Kota Padang kedepannya yang lebih cemerlang.

Kebersamaan, persatuan dan kekompokan dalam satu tujuan yang di harapkan, itulah salah satu kunci sebuah kesuksesan dalam mengujudkan impian dan harapan

Mari tingkatkan kinerja, tidak ada yang bermalas-malas, terutama sekali ditujukan pada pejabat yang baru di lantik hari ini, di katakan Walikota, sekaligus memberikan semangat, motivasi dan dukungan. (tf).

IMPIANNEWS.COM, (Padang),

Dinas Perhubungan Kota Padang bergerak cepat di awal tahun 2017. Kepala Dinas Perhubungan Hendrizal Azhar menyebut, koordinasi dengan berbagai pihak menjadi fokus dalam menyelesaikan permasalahan selama ini.

“Kita akan berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam mengatasi permasalahan selama ini,” terang Hendrizal Azhar di ruang Humas dan Protokol Kota Padang di Balaikota Padang, Rabu (28/12).
Menurutnya, cukup banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang mesti diselesaikan. Terutama masalah parkir, macet, truk bandel yang asal mangkal, dan lainnya.

“Terkait masalah kemacetan kita akan bersinergi dengan Polres. Paling urgen permasalahan truk membandel, apalagi selama ini sudah ada terminal, hal ini akan kita benahi,” tuturnya.

Sementara, masalah parkir meter akan dilakukan lagi sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat. Parkir percontohan akan terus difokuskan agar warga menggunakan parkir meter. Dishub juga akan menjalin koordinasi dengan pihak ketiga.

“Mana yang lemah dan lambat akan kita percepat,” terang Hendrizal.

Macet kronis di jalur angkutan kota (angkot) akan coba diurai sehingga arus lalulintas menjadi lancar. Fokus kepada lokasi atau titik macet menjadi perhatian bagi Dinas Perhubungan.

“Kita akan sinergikan dengan SKPD yang ada,” sebut Hendrizal. 


Dishub juga akan melakukan rekayasa lalulintas. Apalagi menghadapi malam Tahun Baru 2017. Agar tidak terjadi macet kronis di sejumlah titik, dilakukan rekayasa lalulintas.(tf/ch/du/yz)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.