Diduga Korupsi Dana BOS Dua Tahun Secara Beruntun, Kepala SDN 1 Anyar Berikan Hak Jawab

IMPIANNEWS.COM

Kayuagung - Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Anyar, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Syahminzah Sinaga, diduga melakukan korupsi dan fiktifkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di tahun 2022 hingga 2023.

Kejadian itu diketahui media berdasarkan tentang pengunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah SDN 1 Anyar di Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah yang keseluruhannya berjumlah Rp. 22.476.250, yang pengunaan dari tahap 1 sampai 3 tahun 2022.

Adapun untuk rinciannya, tahap satu cair 17 Februari 2022, 9.811.000, tahap kedua cair 3 Juni 2022, 4.447.500, dan tahap ketiga cair 17 Oktober 2022, 8.217.750.

Dana BOS SDN 1 Anyar tahun 2022.

Tahap Pertama, Rp. 46.980.000

Tahap Kedua, Rp. 53.378.365

Tahap Ketiga, Rp. 46.980.000

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan tidak terlihat tanda-tanda pemeliharaan sekolah semua seakan masih dengan keadaan yang di tahun-tahun sebelumnya, bahkan ada beberapa bagian yang mengalami kerusakan di pagar dan di atap sekolah yang tak tersentuh perbaikan.

Kemudian menelusuri pengunaan anggaran Dana BOS SDN 1 Anyar di tahun 2023, terlihat lebih parah di banding tahun sebelumnya dari data yang diterima, tak ada satupun keterangan yang menjelaskan digunakan apa anggaran itu.

Dari beberapa kegiatan tak satupun ada keterangan, yang ada hanya jumlah pencairan Dana BOS untuk tahap satu dan tahap kedua, jumlah siswa penerima, dan untuk di tahap ketiga tak ada keterangan sama sekali baik penerima Dana BOS, jumlah siswa penerima ataupun penggunaan Dana BOS.

Berikut rincian realisasi anggaran Dana BOS SDN 1 Anyar tahun 2023. Tahap pertama, Rp. 73.270.590, dengan siswa penerima 163 murid, cair 21 Maret 2023. Tahap kedua, Rp. 73.350.000 dengan siswa penerima 163, cair 21 Juli 2023, dan di  tahap ketiga tak ada keterangan.

Kepala SDN 1 Anyar, Syahminzah Sinaga, saat dikonfirmasi mengatakan, untuk atap sekolah SDN 1 Anyar berbatasan langsung dan mepet ke jalan desa. Jalan desa yang termasuk sempit yang dilalui berbagai macam kendaraan bermotor. Hal itu mengakibatkan pagar dan atap sekolah kadang ditabrak khususnya mobil atau truk yang lewat. Perbaikan atap sekolah belum dianggarkan ditahun sebelumnya dan rencana akan dianggarkan pada tahun 2024. 

Kemudian untuk Pagar sekolah yang rusak bukan factor kesengajaan tetapi kondisi pagar sekolah yang mepet ke jalan sehingga rawan tertabrak kendaraan yang mundur atau berpapasan. Bahkan awal Januari 2024 setelah libur semester terlihat pagar yang rusak. Melihat kondisinya bahwa pagar sepertinya ditabrak mobil. Masalah tersebut bukan adanya unsur kesengajaan atau pembiaran tetapi sudah dibahas dalam rapat dewan guru bulan Januari 2024. Perbaikan direncanakan pada anggaran tahun 2024 setelah dana BOS turun.

Demikianlah penjelasan dari saya sebagai kepala sekolah SDN 1 Anyar, terimakasih, katanya melalui hak jawab yang dilampirkan.

Mendengar hak jawab yang diberikan Kepala SDN 1 Anyar, Syahminzah Sinaga, Kitapun bertanya-tanya tentang anggaran Dana BOS di tahun 2022 yang mencapai puluhan juta rupiah untuk pemeliharaan sekolah, kemudian anggaran Dana BOS di tahun 2023 yang tidak keterangan dipenguna’annya berdasarkan sistem informasi pengunaan Dana BOS serta di tahap ketiga yang tidak ada keterangan.

Ketua PPWI, OKI, M. Abbas Umar, saat diminta tanggapan di kantornya, dirinya meminta kepada pihak terkait untuk mengaudit Dana BOS SDN 1 Anyar, yang diduga banyak kejanggalan dalam realisasi penggunaannya.

Hingga berita diterbitkan, diharapkan hal ini dapat menjadi perhatian khusus terhadap kepada pihak-pihak terkait atas kinerja dari Kepala SDN 1 Anyar. (Ajp/Tim PPWI)

Post a Comment

0 Comments