Sistem Rusak Menyuburkan Virus HIV/AIDS

Oleh: Betiya 
(Muslimah Bandung)

IMPIANNEWS.COM

Meningkatnya Virus HIV/AIDS di Kota-Kota Besar, belakangan ini sangat santer terdengar kasus HIV/AIDS, dan fakta ini berdekatan dengan tanggal 1 Desember sebagai hari AIDS sedunia.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang dan menghancurkan imunitas tubuh manusia khususnya pada sel darah putih (CD4), sehingga akan melemahkan tubuh terhadap infeksi yang terjadi akibat adanya penurunan sistem kekebalan tubuh, kemudian akibat dari terserangnya virus inilah terjadi penyakit AIDS.

Penularan HIV/AIDS ini terjadi melalui cairan tubuh seperti darah, air susu ibu (ASI), serta cairan yang dihasilkan dari organ reproduksi. Perpindahan cairan tersebut dari satu individu ke individu lain umumnya terjadi karena aktivitas seksual yang dilakukan sesama jenis, sex bebas (free sex) maupun melalui penggunaan jarum suntik bagi pengguna narkotika.

Kasus Penyakit HIV/AIDS Semakin Meningkat

Dilansir dari Republika.co.id (2/12/2022), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe, Aceh, mencatat sebanyak 88 warga di daerah itu positif HIV/AIDS yang penularannya didominasi karena perilaku seks bebas. “Jadi total kasus positif HIV/AIDS di Kota Lhokseumawe mencapai 88 kasus. Rata-rata penularannya akibat seks bebas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Safwaliza di Lhokseumawe, Jumat (2/12/2022).

Sementara itu, dari Liputan6.com (2/12/2022), Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat jumlah kenaikan kasus HIV/AIDS di Kota Batam mencapai 446 orang pada 2022. Yang mencengangkan, dari temuan Dinkes itu disebutkan, kasus kenaikan didominasi penyimpangan perilaku pasangan sejenis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmardjadi mengatakan, frekuensi peningkatan kasus HIV/AIDS karena pasangan sejenis bukan hanya terjadi di Batam, tetapi juga di Indonesia secara nasional bahkan di negara lain. Dari 446 kasus positif HIV/AIDS di Batam, di antaranya meliputi 333 pria dan 113 perempuan, terdiri dari 2.594 orang yang dites. Sedangkan meninggal dunia sebanyak 57 orang dari total 8.800 orang terindikasi positif HIV/AIDS.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Batam Melda Sari mengatakan, penularan tertinggi di kalangan pasangan jenis kelamin pria dengan usia produktif 25-49 tahun, melalui penggunaan jarum suntik.

Dilansir dari CNN Indonesia (1/9/2022), DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan kasus HIV terbanyak. Angkanya bahkan nyaris mencapai 100 ribu kasus. Selain DKI Jakarta, ada beberapa wilayah lain dengan tingkat penularan HIV cukup tinggi. 

Solusi Parsial Akar Masalah Tak Tuntas

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan penularan HIV/AIDS adalah dari edukasi tenaga medis. Para tenaga medis harus terus diedukasi soal deteksi dini HIV/AIDS. Kemudian, ada peningkatan pelayanan deteksi dini HIV/AIDS bagi ibu hamil untuk menekan penularan kepada anak-anak. Jika tidak dilakukan pada ibu hamil dan kelompok masyarakat usia 15-24 tahun, mereka akan menjadi penyumbang tetap penularan HIV/AIDS.

Selain itu, upaya yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan HIV/AIDS juga menggunakan kondom, mengedukasi pelajar dan lingkungan sekitar agar tidak berganti pasangan, tidak melakukan seks bebas, melakukan vaksin hepatitis A dan hepatitis B, serta melakukan tes secara teratur. Hal ini dinilai sangat baik untuk melindungi diri dari HIV.

Bagaimana Islam Mengatasi Masalah HIV/AIDS

Islam telah mengharamkan hubungan sejenis, seks bebas, dan konsumsi narkoba. Tidak seperti di sistem sekuler saat ini, kampanye stop penularan HIV/AIDS gencar dilakukan, tetapi faktanya perkara yang menjadi penyebab penularan paling besar justru dilegalkan. Pasangan sejenis yang jauh lebih besar resikonya pun pada akhirnya dilindungi oleh undang-undang akibat Hak Asasi Manusia (HAM).

Berbeda dengan Islam, sistem sekuler melahirkan aturan-aturan yang tidak menyelesaikan masalah karena ia lahir dari pemikiran manusia yang sifatnya terbatas.

Ketakwaan individu sangat diperlukan di dalam sistem Islam, sebab akan menjaga dirinya sendiri dalam setiap aktivitas yang ia lakukan. Contoh atas hal ini adalah kewajiban bagi laki-laki untuk menundukkan pandangannya. Untuk perempuan, mereka diwajibkan menutup aurat secara sempurna. Ada pula batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi ikhtilat (campur baur) dan lain sebagainya. Mereka akan selalu merasa diawasi dalam setiap gerak-geriknya oleh Allah SWT disebabkan oleh keimanan dalam dirinya yang kuat dan kokoh, sehingga setiap individu akan terhindar dari perbuatan maksiat.

Kemudian kontrol masyarakat yang mendorong dilakukannya kebaikan dan dijauhkannya perbuatan buruk akan membuat setiap orang kondusif dalam ketaatan kepada aturan Allah SWT. Bahkan negara pun ikut andil dalam penerapan sistem sanksi yang tegas dan membuat jera pelanggar hukum Allah SWT. Pelaksanaan hukuman sesuai aturan Allah SWT ini agar rakyat tercegah melakukan kemaksiatan.

Sungguh Islam telah sempurna mengatur kehidupan umat manusia, baik laki-laki maupun perempuan dan seluruh makhluk dimuka bumi ini. Hanya sistem Islam yang layak diterapkan karena aturan tersebut berasal dari Allah SWT. Wallahu alam bish showab.

Posting Komentar

0 Komentar