Pernikahan Mewah diatas Penderitaan Rakyat

Oleh: Lulu Alhyfmi 
(Pengajar sekolah swasta)

IMPIANNEWS.COM

Seakan tersihir oleh gempita meriahnya pesta pernikahan anak penguasa negeri, kemanapun mata memandang, media masa maupun maya dipenuhi berita ini. Mengalihkan empati terhadap bencana negeri yang sedang terjadi. 

Bagai pernikahan Cinderella dan pangeran yang mewah, megah dan meriah. Menyita perhatian banyak kalangan, dari pejabat negara hingga rakyat menengah kebawah. Bahkan lima menteri ikut terjun mengurusi pernikahan ini. 

Tidak hanya menteri, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ikut meninjau persiapan pengamanan untuk acara resepsi ngunduh mantu pernikahan putra bungsu Presiden ini. 

Ketakutan akan adanya gangguan dan kekacauan, menjadikan pengamanan yang tidak biasa terlihat. Sebanyak 11.800 orang polri dikerahkan, ditambah 11 anjing K-9 dilibatkan untuk mensterilisasi bahan peledak di sekitar lokasi pernikahan. Rarusan CCTV dimaksimalkan untuk memantau pesta "Pangeran" ini (Okenews 10/12/22) 

Berlebihan, itu ungkapan banyak orang termasuk Rocky Gerung. Uang mahar dicetak khusus oleh Bank Indonesia untuk  pernikahan Kaesang. Bukankah Bank Indonesia  untuk semua rakyat bukan hanya untuk "pangeran" yang akan menikah saja? (Republika.co.id 16/12/22)

Waktu seakan-akan terhenti dan berfokus pada pesta pernikahan anak penguasa negeri. Semuanya larut dalam gempita pesta super meriah itu. Sederet masalah negeri pun terlupakan. 

Disisi lain duka negeri  datang silih berganti. Duka Cianjur yang belum terobati karena korban meninggal akibat bencana gempa 5,6 magnitudo  meningkat menjadi 600 orang. Ditambah duka 2.219 warga  Semeru harus meninggalkan rumahnya dan mengungsi karena status Gunung Semeru awas. Bahkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, juga menginformasikan dalam rentang waktu satu sampai lima hari saja , sudah terdapat 24 kejadian bencana,  yang menyebabkan   3.888 rumah terendam, 16.421 jiwa mengungsi, dan 54 rumah rusak.(CNN Indonesia 13/12/22)

Pil pahit  harus ditelan para korban bencana karena penanganan tuntas  tak kunjung terlaksana. Berempatilah wahai penguasa. Pantaskah membuat hajatan mewah disaat rakyat menjerit akibat bencana dan susah payah bertahan hidup dalam himpitan ekonomi?

Kemewahan yang dipamerkan para pejabat  bukanlah hal baru dalam sistem kapitalisme. Kemewahan dan kesejahteraan hidup, hanya dirasakan oleh para wakil rakyat dan penguasa. Sementara rakyatnya sendiri hanya menjadi penonton. 

Berbeda halnya dengan Islam, 

Islam memandang kekuasaan adalah amanah yang harus dijalankan sesuai syariat bukan untuk pamer kemewahan. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, beliau mengatakan:

أنَّ نعلَي النبيِّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ كان لهما قِبالانِ

“Sandal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memiliki dua tali ikatan” (HR. Bukhari no. 5857).

Bahkan tikar untuk tidur  membuat bekas pada kulit Rasulullah (HR. At Tirmidzi 2/60, Al Hakim 4/310, Ibnu Majah 2/526. dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 1/800).

Para sahabat juga melakukan hal yang sama. Kesederhanaan tercermin dalam kehidupan para pemimpin islam. 

Ali bin Abi Thalib yang merupakan sahabat sekaligus menantu Rasulullah adalah pemimpin bijaksana, sederhana, dan adil dalam bertindak. Di hari raya, makanan yang tersedia di rumahnya hanya makanan rakyat kecil, berupa hidangan daging rebus bercampur tepung (al-khazirah). Karena, menurut beliau yang mengutip sabda Rasulullah SAW, seorang pemimpin itu hanya berhak menerima gaji untuk makannya dengan keluarganya, dan makannya dengan tamunya (HR Imam Ahmad).

Contoh lain kesederhanaan pemimpin Islam dipraktekkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang tidak mau menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.  Khalifah Umar bin Abdul Aziz segera mematikan lampu minyak hanya karena yang dibicarakan putranya adalah urusan pribadi. 

Fokus mengurusi umat dan sederhana dalam kehidupan, itulah yang dilakukan para pemimpin dalam Islam. Karena mereka berpegang teguh pada sabda Rasulullah :

عن ابن عمر رضي الله عنهماعن النبى - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - انه قَالَ – أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رعيته ....

Dari Ibnu Umar RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: "Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya..... 

 (HR Muslim).

Wallahu 'alam

Posting Komentar

0 Komentar