Perekonomian Negara Makin Gelap Dalam Sistem Kapitalisme

Oleh: D.Leni Ernita

IMPIANNEWS.COM

Jakarta, CNBC Indonesia  Presiden Joko Widodo (Jokowi) Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kompak mengatakan perekonomian tahun depan makin gelap.

Survei terbaru dari Reuters menyebutkan 'penderitaan' yang lebih besar bisa saja terjadi. Sebabnya, bank sentral Amerika Serikat (AS) yang semakin agresif menaikkan suku bunga 

Sebanyak 59 dari 83 ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada November. Kemudian, di Desember, The Fed diperkirakan akan menaikkan lagi sebesar 50 basis poin menjadi 4,25% - 4,5%.

Jika sesuai prediksi, maka suku bunga The Fed akan berada di level tertinggi sejak awal 2008, atau sebelum krisis finansial global.

Kemudian di awal tahun depan, suku bunga diperkirakan naik lagi menjadi 4,5% - 4,75% atau lebih tinggi lagi.

"The Fed menegaskan komitmen mereka untuk mengendalikan inflasi apa pun yang diperlukan, meski akan menyebabkan 'penderitaan' di perekonomian," kata Justin Weidnerm ekonom di Deutsche Bank, yang memperkirakan suku bunga akan mencapai 4,75% - 5%, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (28/9/2022). 

"IMF merevisi perkiraan pertumbuhan global pada April yang lalu hanya akan sampai pada tingkat 3,6% dan sebenarnya IMF juga sudah memberikan peringatan bahwa resesi itu akan makin sulit dihindari oleh Washington. Bahkan, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan AS pada 2022 menjadi 2,3% dari sebelumnya 2,9%,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, memang dunia selama beberapa tahun ini menghadapi sejumlah persoalan yang sampai hari ini tidak ada ujung pangkal.

“Mulai dari krisis global yang selalu berulang setiap waktu tertentu, seperti krisis 2008, krisis 2018, dan sangat mungkin terjadi lagi krisis yang sama pada tahun-tahun mendatang. Bahkan bisa jadi pada 2023 kita tidak hanya mengalami resesi, tetapi betul –betul krisis ekonomi secara global,” 

Kita juga dihadapkan pada perang dagang yang melibatkan dua negara yang memiliki perekonomian paling besar, yaitu Amerika Serikat dan Cina dan telah berimbas kepada negara-negara lain, baik yang lebih berpihak kepada Amerika Serikat maupun yang cenderung berpihak kepada Cina.

“Kemudian, yang tidak kalah mengerikan adalah telah terjadi eksploitasi yang sedemikian masif di negara miskin dan berkembang dengan dalih investasi ekonomi. Bahkan menimbulkan kebangkrutan di suatu negara, contohnya Srilanka,” 

Kita makin tahu memang dunia hari ini menjadi makin rentan. “Sebagaimana disebutkan teori dunia VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) bahwa dunia lebih banyak ketidakpastiannya, lebih kompleks, dan penuh dengan ambigu,” ujarnya dikutip dari kanal Pusat Kajian dan Analisis Data, Ahad (02/10/2022).

apa yang terjadi di sebuah wilayah pada hari ini tidak bisa betul-betul hanya akan berdampak pada wilayah tersebut. “Tetapi apa yang terjadi di suatu wilayah bisa memberikan dampak yang sangat luas, bahkan melampaui sekat-sekat batas negara bangsa yang ada saat ini,” 

Jadi, ia menegaskan, inilah yang sebenarnya kita lihat. “Merujuk pada krisis antara Rusia dan Ukraina, ternyata konsep negara bangsa tidak bisa menjawab bagaimana seharusnya konflik itu diselesaikan,” 

 Inilah kegagalan konsep nation state karena ternyata Ukraina juga tidak bisa menyelesaikan masalahnya, dan justru mengundang seluruh negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk ikut campur tangan di dalam proses penyelesaian konfliknya dengan Rusia.

Ideologi yang ada saat ini yang dianut oleh sejumlah negara di dunia, baik itu sosialisme komunisme maupun kapitalisme liberalisme ternyata tidak mampu menghadapi atau menyelesaikan berbagai problematik permasalahan yang dihadapi oleh umat manusia.

“Kita melihat bahwa angka kesenjangan, kemiskinan, keterbelakangan, eksploitasi dari yang kaya kepada yang lemah itu terus terjadi dan menyebabkan ketimpangan yang makin menjadi-jadi. Negara yang kaya makin kaya, sementara negara yang miskin tidak beranjak menuju negara yang sejahtera,” 

Kegagalan kedua ideologi atau kedua sistem tadi itu di dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umat manusia dalam pengertian hakiki, yaitu kesejahteraaan dari sisi zahir atau lahir dan kesejahteraan dari sisi batin.

“Kesejahteraan yang mereka janjikan ternyata hanya sebatas fisik, ukuran-ukuran pembangunan infrastruktur, dan seterusnya. Namun, mereka telah gagal untuk kemudian menyejahterakan dari sisi batin,” 

Oleh karena itu  sungguh tidak layak kemudian kedua sistem tadi itu, baik sosialisme komunisme maupun kapitalisme liberalisme, dijadikan sebagai platform untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi dunia saat ini.

“Keduanya telah terbukti justru akan menimbulkan krisis demi krisis dan akan menimbulkan berbagai permasalahan yang tidak sederhana,”

Islam  agama sekaligus sistem dan ideologi, untuk menjadi solusi alternatif.

“Kenapa? Karena Islam sesungguhnya tidak hanya sebagai rujukan dalam beragama, tetapi Islam juga menjadi rujukan di dalam mengatur dan menata kehidupan, juga hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya, termasuk mengatur hubungan seluruh interaksi manusia, baik di dalam masalah perekonomian dalam masalah politik dan masalah-masalah lainnya,” 

lslam adalah agama yang menyeluruh dan sempurna sehingga seharusnya para intelektual menyadari betapa besar potensi Islam atau ideologi Islam ini untuk menggantikan ideologi yang jelas-jelas sudah gagal, yaitu ideologi sosialisme komunisme maupun ideologi kapitalisme liberalisme.

“Hanya saja masih banyak pihak yang skeptis terhadap Islam, bahkan menjadikan Islam sebagai common enemy. Ini sejatinya adalah sebuah pertarungan ideologi. Dalam hal ini, memang ideologi sosialisme komunisme dan ideologi kapitalisme liberalisme menganggap Islam sebagai common enemy, kemudian di-framing Islam itu seolah-olah jahat, membawa pada keterbelakangan, bukan kemajuan dan kalau Islam diterapkan akan menghancurkan tatanan di dunia sudah ada,” 

Untuk itu, perlu sebuah proses penyadaran, edukasi, dan sosialisasi kepada seluruh komponen umat manusia, termasuk para penguasa agar sekiranya bisa menjadikan Islam sebagai sistem alternatif di tengah kebuntuan sistem-sistem yang ada yg makin tidak jelas solusinya

Wallahu 'allam bi'ashowab

Posting Komentar

0 Komentar