Mahasiswa KKN UNAND Pemberdayaan Masyarakat dalam Menangani Kotoran Ternak dan Jerami Padi dalam Pembuatan Pupuk Organik di Kambang Barat

Oleh: Kelpin Sembiring
(Jurusan Teknologi Industri Pertanian)

IMPIANNEWS.COM

Artikel - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Andalas Kampung Talang, Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan, Senin (8/8/2022).

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian di Indonesia yang pemanfaatannya belum maksimal. Jerami adalah tanaman padi yang telah diambil buahnya (gabahnya), sehingga tinggal batang dan daunnya yang merupakan limbah pertanian terbesar serta belum sepenuhnya dimanfaatkan karena adanya faktor teknis dan ekonomis.

Hanya sebagian kecil petani menggunakan jerami sebagai pakan ternak alternatif di kala musim kering karena sulitnya mendapatkan hijauan. Di lain pihak jerami sebagai limbah pertanian, sering menjadi permasalahan bagi petani, sehingga sering di bakar untuk mengatasi masalah tersebut. Sementara itu, pembakaran limbah pertanian meningkatkan kadar CO2 di udara yang berdampak terjadinya pemanasan global.

Jerami padi sebagai kompos. Pembuatan kompos jerami padi sangat sederhana, dimana jerami ditumpuk, dan ditaburi sedikit pupuk urea, untuk mempercepat proses pelapukan serta dibiarkan kurang lebih 15 hari kemudian dibolak balik. Inipun sangat baik untuk memperbaiki kesuburan tanah, struktur tanah menjadi gembur dan mudah menyerap air. Bila ditabur kelahan secara merata tanaman akan menjadi lebih baik karena jerami juga mengandung unsur NPK yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan produktivitasnya. 

Kompos disinyalir dapat membantu kesuburan tanah, penggunaan kompos diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia. Membuat kompos dapat dilakukan sendiri tanpa harus membeli, sehingga dapat mengurangi biaya produksi

Bahan untuk membuat kompos biasanya berbahan organik  seperti kotoran ternak, sebuk gergaji/ jerami padi,probiotik/probion. Dalam proses pembuatan pupuk organik sebaiknya tempat pembuatan tidak terlalu jauh dari kandang, agar memudahkan proses pengangkutan kotoran dan menghindari penyebaran titik polusi berupa bau yang menyengat.

Cara pembuatan kompos kotoran ternak cukup mudah, awalnya kotoran ternak yang tercampur dengan alas kandang dikumpulkan melalui sistem penampungan dari kandang, kemudian  pindahkan ke tempat pembuatan pupuk organic, tempat pemrosesan pembuatan pupuk organik harus dijaga agar tidak mendapatkan panas langsung dari sinar matahari dan juga harus terlindung dari air hujan, kotoran ternak dicampur dengan probiotik (probion) sebagai pemacu degradasi komponen serat.

”Pupuk kompos itu sendiri sangat bagus buat tanaman. Dari segi hasil juga pupuk organik sangat memuaskan. Ditambah lagi harga pupuk yang sangat mahal sekarang, sangat membantu para petani dalam memenuhi pupuk kimia yang dipakai oleh petani selama ini.” Menurut Bapak Joni Marjoni salah satu kepala kampung desa Talang.

Warga banyak bertanya tentang fungsi dari kompos itu sendiri dan ingin mengetahui kandungannya serta dampak positif dan negatif dari pupuk kompos itu sendiri. Dikarenakan hanya sedikit yang tau penggunaanya sehingga kotoran ternak dan jerami padi terbuang begitu saja dan berserakan dimana.

Setelah dilakukannya penyuluhan ke kampung talang ternyata warga sangat antusias dengan ilmu yang dibagikan. Sebagian warga ada yang sudah mengetahui tentang pembuatan kompos itu sendiri.

“Pupuk kompos itu bagus tapi saya tidak banyak tau kegunaanya” pungkas salah satu warga. Warga talang memang banyak menggunakan tapi tidak mengetahui bener fungsinya.

Kebanyakan warga itu hanya menggunakan pupuk kompos itu sendiri untuk tanaman seperti bunga-bunga di taman depan rumah. Dan juga masih banyaknya masyarakat yang lebih percaya ke pupuk kimia dibandingkan dengan pupuk organik.

Dikarenakan proses penyerapan yang lama dan juga bau menyengat sehingga tidak banyak warga menggunakan pupuk organik tersebut. “Dan hasilnya atau buahnya juga lebih bagus” menurut salah satu warga.

Dari segi hasil juga tidak jauh berbeda sebenernya pupuk kimia dengan pupuk organik dikarenakan kandungan yang hampir mirip dan juga kandungan unsur hara yang banyak.

Penyuluhan diberikan dengan tujuan menambah pengetahuan tentang kandungan yang terdapat pada pupuk organik. Dan juga pengolahan bahan organik itu sendiri agar dapat dimanfaatkan dan tidak terbuang sia-sia.

“Ilmunya sangat bermanfaat dan juga sangat membantu kami para petani dalam mengolah kembali bahan organik dan juga pengolahan kotoran agar dimanfaatkan lebih baik lagi”ucap kader tani yang juga salah satu warga Kampung Talang

Posting Komentar

0 Komentar