Penghinaan Kepada Nabi Terulang, Dua Nyawa Melayang


Oleh: Nelliya Azzahra 
(Member Corak Karya)

Sungguh menyakitkan ketika penghinaan kepada Baginda Rasulullah SAW. terus berulang.
Tindakan para pembenci ini tidak cukup hanya sebatas dikecam, namun mereka yang telah menghina Rasulullah, harus diberikan sanksi tegas.
 
Seperti yang baru saja terjadi di India beberapa waktu ini.
Kepolisian India mengumumkan pada Sabtu (11/6/2022), bentrokan antara umat Hindu dan Muslim di India timur memakan korban dua remaja pada Jumat (10/6/2022). Bentrokan ini buntut dari pernyataan menghina yang dilakukan pejabat Bharatiya Janata Party (BJP) kepada Nabi Muhammad SAW. 
Dilansir oleh Republika.Co.Id

Sebelumnya pernyataan Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP), Nupur Sharma di sebuah televisi nasional. BJP adalah partai asal Perdana Menteri (PM) Narendra Modi. Pernyataan Nupur Sharma dalam sebuah debat di televisi disebut menghina Nabi Muhammad SAW.

Akibat bentrokan ini, dua nyawa melayang begitu saja. Sungguh miris, padahal Islam sangat menjaga nyawa seorang muslim.

Nyawa adalah anugerah Allah SWT yang begitu dijaga dan dilindungi dalam Islam. Tidak ada agama yang begitu menghargai dan melindungi nyawa manusia melebihi Islam. Darah dan jiwa manusia mendapatkan perlindungan kuat.

Allah SWT menetapkan pembunuhan satu nyawa tak berdosa sama dengan menghilangkan nyawa seluruh umat manusia. Siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia (TQS. Al-Maidah (5):32).


Para penentang dan pembenci Islam semakin agresif menunjukkan ketidaksukaan mereka hingga penghinaan kepada Rasulullah terus berulang. 
Hal ini tidak luput dari akidah sekuler yang diadopsi oleh negeri ini dari barat. Memisahkan kehidupan dari agama membuat mereka menjadikan agama sebatas urusan ibadah mahdoh atau ritual semata.

Sekularisme menjadi asas bagi liberalisme yang diwujudkan dalam hak asasi manusia (HAM), berupa kebebasan berperilalu (freedom of behavior) dan berpendapat (freedom of speech) yang sering dijadikan alasan untuk melakukan penghinaan terhadap Islam. Isu-isu negatif terhadap Islam digulirkan bertujuan untuk menjauhkan ajaran Islam dari pemeluknya. 

Saat ini umat Islam bagai buih di lautan. Banyak tapi tidak ada kekuatan. Mereka dipandang sebelah mata dan lemah sehingga mudah dilecehkan dan direndahkan. Bahkan mayoritas penguasa negeri muslim hanya memberi kecaman terhadap pelecehan yang terjadi.

Hanya sistem Islam dalam bingkai khilafah yang dapag menghentikan penghinaan ini.

Rasulullah SAW. pernah menerapkan sanksi bunuh terhadap pelaku penistaan agama. Dan di masa khalifah Utsmani, daulah bersikap tegas dengan menyiapkan pasukan perang untuk menyerang Perancis ketika diketahui Perancis menggelar opera yang isinya menghina Nabi Muhammad SAW. Akhirnya pertunjukkan opera pun dibatalkan.

Islam sangat menjaga dan senantiasa bersikap tegas terhadap pelanggaran hukum syara. Sehingga hal seperti ini tidak akan terjadi berulang, karena Islam memberi efek jera dan mencegah.

Hanya khilafah yang dapat memuliakan Islam dan kaum muslimin dengan dakwah dan jihadnya.
Rasulullah SAW. bersabda:
"Imam (Khalifah) adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya" (HR. Al-Bukhari).

Wallahu a'lam bishshawab

Posting Komentar

0 Komentar