Gangguan Kesehatan Mental Atau Gangguan Jiwa Sebagai Penyebab Dari Beberapa Kasus Bunuh Diri dan Pembunuhan di Indonesia


Oleh: Ekis Dwy Putri 
(Mahasiswi Universitas Andalas)

IMPIANNEWS.COM

Artikel - Dikutip dari kemkes.go.id, indonesia memiliki prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk yang artinya 20% populasi di indonesia itu memiliki potensi masalah gangguan jiwa atau gangguan kesehatan mental.

Saat ini banyak terjadi kasus-kasus yang tidak terduga yang salah satu faktornya disebabkan oleh gangguan kesehatan mental. Kesehatan mental mungkin masih dianggap sepele oleh masyarakat awam yang tidak memiliki pengetahuan tentang hal tersebut. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki gangguan mental. Mereka yang memiliki gangguan mental seringkali menyakiti diri mereka sendiri dan mungkin saja bisa menyakiti orang lain. Memang agak sulit untuk mengetahui bahwa seseorang memiliki gangguan mental, karena mereka bersikap seperti orang-orang normal pada umumnya. Gangguan mental tersebut biasanya memiliki waktu-waktu tertentu untuk kambuh atau terjadi. Orang-orang yang menderita gangguan mental sebenarnya hanya membutuhkan kepedulian dari orang lain. Seringkali faktor yang menyebabkan gangguan mental tersebut adalah lingkungan mereka sendiri. 

Contohnya kasus seorang remaja yang memiliki akun Instagram @valeriblue_ yang membagikan google drive di halaman bio Instagramnya sehari sebelum ia bunuh diri. Ia tampak telah mempersiapkan rencana bunuh dirinya dengan meninggalkan catatan tentang kehidupannya serta masalah-masalah yang ia hadapi selama hidupnya. Dia adalah yatim piatu dan bekerja keras untuk bertahan hidup, namun akhirnya memilih bunuh diri akibat gangguan mental dan kesepian yang dirasakannya. Persiapan kematiannya sudah ia rencanakan sejak lama dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya. Catatan google drive yang ia bagikan sudah lengkap dengan ucapan selamat tinggal kepada semua orang yang pernah menjadi temannya sejak masa kecilnya. Ia membuat catatan itu seolah-olah berbentuk drama dimana ada Act 1 dan Act 2. 

Kasus yang lebih mencengangkan lagi adalah seorang ibu di Brebes yang membunuh anak-anaknya hanya agar anaknya tidak hidup menderita seperti dirinya. Hal seperti ini tidak akan terjadi pada orang normal dan sehat secara mental. Seorang ibu adalah orang yang paling tidak ingin  menyakiti anak-anaknya. Ibu tersebut mengalami gangguan jiwa berat akibat kejadian di masalalunya yang tidak bisa ia lupakan. Faktor yang menyebabkan gangguan jiwa yang dialaminya adalah lingkungan keluarganya. Ia kerap mendapatkan kekerasan fisik dan pelecehan semasa kecilnya hingga membuatnya sulit untuk menerima masalalu dan menimpan luka itu sendirian. 

Tak hanya sampai disitu, kasus pembunuhan terhadap anak terjadi kembali pada 15 juni 2022. Tragedi yang terjadi hampir sama dengan kejadian ibu Brebes tetapi kali ini yang melakukannya adalah seorang ayah. Kejadian ini terjadi di Riau dimana seorang ayah tega memutilasi anaknya yang berumur 9 tahun dan menenteng potongan tubuh anaknya ketika hendak ditangkap oleh polisi. Hal ini sangat tidak wajar jika dilakukan oleh seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya. Ketika diperiksa oleh pihak yang berwenang, lagi-lagi penyebabnya adalah gangguan mental atau gangguan jiwa. 

Kasus bunuh diri dan pembunuhan yang disebabkan oleh gangguan mental atau gangguan jiwa tidak hanya terjadi satu atau dua kali di indonesia. Melihat banyaknya kasus yang terjadi ada kita sebagai masyarakat indonesia lebih peduli dengan orang-orang disekitar kita. Pemerintah juga dapat melakukan sosialisasi mengenai gangguan mental atau gangguan jiwa agar masyarakat awam bisa mengenali sedikit atau banyaknya gejala atau tanda-tanda tentang hal tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar