Febrianti : Pelayanan Kesehatan Bisa Kapan Saja

Wawancara langsung dengan peserta BPJS

IMPIANNEWS.COM 

Payakumbuh, -- Sudah 2 kali Febrianti membawa anaknya Ahmad Qori Aulia (10tahun) berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adnaan WD Payakumbuh akibatnya sesak nafas. Awalnya, jelang bulan Ramadhan 2022, dan kembali berulang pada Senin(13/06/2022) pukul 03.00 dini hari.


Selain sudah merupakan tugas pokok dari tenaga medis di rumah sakit, pelayanan kesehatan yang diterima Febrianti dan keluarganya melalui klaim dan tanggungan Askes yang kini sudah terintegrasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) - Jaminan Kesehatan Nasional. 


Saat ditanya, Febrianti mengaku tidak ada halangan dan hambatan pelayanan kesehatan terhadap keluarganya dari fasilitas kesehatan pemerintah. Febrianti dan kedua anaknya tergabung dalam Askes milik suaminya yang bekerja sebagai asn di Kota Payakumbuh. 


"Anak kami sering sakit, kadang siang dan tak jarang sakit tengah malam dan dini hari. Selama ini, layanan kesehatan dari pihak faskes di RSUD Adnaan WD, baik. Tidak ada layanan yang membuat kita iba hati. Bahkan saat sebagian petugas yang kita ganggu saat antar anak kita berobat, tetap dilayani secara baik. Termasuk pelayanan di bagian Depo IGD. Dengan tergabungnya keluarga dalam Askes (BPJS), selama ini pelayanan kesehatan keluarga tidak ada halangan,"sebut Febrianti, Senin dinihari. 


"Anak saya menderita penyakit ashma, setiap sakitnya kumat, selalu dipasang fogging di rumah sakit. Jarak rumah saya dengan RS sekitar 7Km. Ashma anak saya kerap kumat, tengah malam. Susah tidur akibat sesak. Karena itu, kami harus siap antar jaga (siaga) dengan membawa kartu BPJS yang masih aktif,"imbuhnya. 


Keluarga Febrianti dalam status ruang perawatan berada dikelas 2, sejak menjadi anggota BPJS keluarga mereka terjamin dalam hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai aturan yang berlaku. Febrianti berharap kedepan, agar pelayanan BPJS selalu dambaan masyarakat melalui kerjasama mutualisme dengan faskel. 


"BPJS sudah baik. Kita pun tak tahu. Apakah juga akan berganti nama lagi. Biasanya, ganti pemerintahan, ganti juga kebijakan. Bahkan ada yang diperbaharui. Kita berharap, karena kesehatan adalah azazi, tetap diprioritaskan pemerintah. Apakah khitanan bisa ditanggung oleh BPJS ?. Semoga bisa, "pungkasnya.(Ul) 

Posting Komentar

0 Komentar