John Steinbeck, Novelis Bagi Kalangan Bawah

Oleh: Muhammad Riyansyah

IMPIANNEWS.COM

John Ernst Steinbeck adalah novelis Amerika penerima hadiah Nobel dan terkenal lewat karyanya The Grapes of Wrath (1939) yang menyimpulkan tentang simpati terhadap penderitaan buruh tani yang bermigrasi. 

John Steinbeck lahir di kota Salinas, California pada 27 Februari 1902. Setelah lulus SMA pada tahun 1919, Steinbeck mendaftar di Universitas Stanford. Dia belajar menulis kreatif, sejarah, dan biologi kelautan. Tetapi setelah enam tahun gagal mendapatkan nilai kredit yang cukup untuk lulus, dia keluar dan mengambil pekerjaan sambilan untuk menghidupi dirinya sendiri sembari melanjutkan menulis.

Pada tahun 1929, John Steinbeck merilis novel pertamanya yaitu Cup Of Gold, yang setelah itu, mempertemukannya dengan istri pertamanya, Carol Henning. Setelah pernikahannya, Setelah pernikahan mereka pada tahun 1930, dia dan Carol menetap di penginapan  keluarga Steinbeck, dan terus menulis untuk mendukung keluarganya. Dia menulis banyak karya besar, contohnya pada tahun 1935 dia merilis novel sukses berjudul Tortilla Flat dan pada tahun 1936 ia menulis In Dubious Battle.

John Steinbeck lebih dikenal oleh masyarakat lewat karya-karyanya selama Great Depression. Dalam masa ini, Steinbeck menulis buku yang berfokus pada pekerja migran. Bukunya, The Grapes of Wrath, bahkan memenangkan Penghargaan Buku Nasional saat itu. Selain peristiwa besar seperti Great Depression, Steinbeck juga menjelajahi berbagai kepribadian yang ia temui selagi bekerja di pertanian di California, terlihat dalam novel Of Mice And Men. Steinbeck memelopori format "novel-drama" di mana buku itu sendiri dimaksudkan untuk diangkat menjadi sebuah tayangan drama.

Watt (1962), berpendapat bahwa Steinbeck terlibat dan berpengalaman dengan orang-orang miskin dan berkata: "Dia mengenal orang-orang biasa dengan baik karena dia adalah bagian dari mereka, bekerja keras dengan mereka dan tidak pernah, sebagai seniman maupun intelektual, memisahkan diri dirinya dari mereka. ”Sementara itu, Meriam Webster dalam bukunya Encyclopedia of Literature mengatakan bahwa karya Steinbeck kaya akan struktur simbolik, yang secara efektif menyampaikan kualitas mitopoetik dan simbolis dari karakternya.

Dekat dengan masyarakat kalangan bawah membuat Steinbeck mendapatkan banyak pengalaman. Steinbeck pernah berkata, “Pengetahuan terlalu berat jika di pikul oleh satu orang”. Karena itulah, Steinbeck sangat kagum dan selalu mencari pengalaman melalui masyarakat dan pekerja kalangan bawah dan menyebarkan pengetahuan maupun pengalamannya melalui tulisan. Kedekatan Steinbeck dengan masyarakat kalangan bawah tidak lah biasa. Bahkan Steinbeck pernah berkata, "Jika kau dalam kesulitan,  terluka atau membutuhkan sesuatu, pergilah ke orang-orang miskin. Hanya mereka yang akan membantu."

Jika kita mengaitkan kisah hidup dari Steinbeck dalam hidup bermasyarakat di Indonesia, tentu banyak hal positif yang dapat diambil. Contohnya kepedulian Steinbeck terhadap masyarakat kalangan bawah yang patut ditiru. Seperti yang kita ketahui, masyarakat kalangan bawah di Indonesia tidak mendapatkan cukup perhatian dari pemerintah. Orang orang ini membutuhkan sosok yang bisa membuka mata pemerintah baik itu melalui Tindakan maupun tulisan. Seperti yang dikatakan oleh Steinbeck: “Tidak ada manusia yang benar-benar tahu tentang manusia lainnya. Yang terbaik yang bisa dia lakukan adalah menganggap bahwa mereka seperti dirinya sendiri”. 

Kesederhanaan John Steinbeck dan kepeduliannya terhadap masyarakat kalangan bawah tetap berlangsung sampai akhir hidupnya. Steinbeck tinggal di rumah-rumah sederhana dan tidak terlalu peduli dengan kekuasaan atau hal hal yang mewah. Dalam dua dekade terakhirnya di dunia fiksi, Steinbeck tidak pernah berhenti mengambil risiko, memperluas konsepsinya tentang struktur novel, bereksperimen dengan bunyi dan bentuk bahasa. Semua mengatakan, Steinbeck tetap menjadi salah satu penulis abad kedua puluh paling signifikan di Amerika. Buku terakhirnya yang diterbitkan adalah America and Americans (1966), tepat dua tahun setelah perilisan buku ini, John Steinbeck meninggal akibat gagal jantung di tahun 1968.

Post a Comment

0 Comments