Meniru Cara Inggris Hadapi Pandemi Corona, Barlius: Bisa Tertangani Jika Seluruh Warga Disiplin Prokes

IMPIANNEWS.COM

PADANG - Hampir memasuki dua tahun, pandemi Covid-19 masih menjadi momok yang terus menyita perhatian seperti halnya di Indonesia. Rata-rata semua daerah termasuk masih disibukkan menangani penyebaran virus mematikan tersebut. Termasuk diantaranya Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sementara, menilik beberapa negara di luar Indonesia pun saat ini mulai banyak yang sudah lepas atau hidup berdampingan dengan virus yang mulai menjangkiti dunia pada akhir 2020 tersebut. 

Seperti halnya di Inggris, sebuah langkah besar menuju kebebasan hidup dari pandemi Covid-19 telah dimulai negara Ratu Elizabeth itu sejak medio April 2021 lalu. Padahal sebelumnya mengalami serangkaian pembatasan kegiatan bagi masyarakat.

Total ada lebih dari 127 ribu kematian akibat Covid-19. Jumlah itu membuat Inggris tercatat di urutan kelima dengan kematian terbanyak akibat virus corona di dunia.

Hal itu tentunya menjadi sebuah kelegaan yang besar bagi sebagian besar warga Britania Raya itu terutama pemilik usaha dan lainnya. 

Kendati sudah dilakukan relaksasi pembatasan, masyarakat Inggris saat ini tetap didorong agar berperilaku bertanggung jawab dengan memprioritaskan protokol kesehatan (prokes) demi terus menekan angka positif Covid-19.

Dimana saat ini, ada lebih dari separuh populasi orang dewasa di Inggris sudah mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin virus corona. 

Menurut Kalaksa BPBD Kota Padang Barlius, hal yang dicapai beberapa negara besar di Eropa seperti Inggris, Selandia Baru dan lainnya itu disebabkan beberapa karena tingkat kepatuhan warga dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 seperti penerapan prokes dan vaksinasi guna 'herd immunity'.

"Sementara kita khususnya di Kota Padang dalam penanganan pandemi tetap mengikuti kebijakan dan arahan dari Pemerintah Pusat. Baik dari instruksi pak Presiden, Mendagri dan lalu turunannya ke gubernur dan baru wali kota," ungkapnya dalam kegiatan diseminasi informasi bersama Diskominfo Padang di Ruangan Media Centre Balai Kota Padang, Rabu (1/8/2021).

"Bisa juga di suatu daerah itu dibolehkan melonggarkan pembatasan seperti negara luar yang tak lagi meminta warga memakai masker. Namun dengan catatan tidak ada lagi warga yang terpapar Covid-19. Sehingga diyakini tidak ada lagi penularan dan daerah itu pun harus disekat sehingga tidak ada lagi orang yang keluar masuk," sambungnya.

Seperti diketahui, kata Barlius, Kota Padang saat ini masih tengah dalam penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 6 September 2021 mendatang. Hal ini dikarenakan peningkatan kasus Covid-19 cukup signifikan, capaian vaksinasi belum menyentuh target serta ada beberapa indikator lainnya meski angka kesembuhan relatif tinggi.

"Perlu kita ketahui, di beberapa negara maju contohnya seperti Inggris yang membuka kehadiran penonton sepakbola 100 persen dan tanpa masker di stadion itu bukan dibebaskan begitu saja. Masing-masingnya harus melakukan swab test dulu, jika ada yang positif tentu tidak dibolehkan dan harus melakukan pengobatan/isolasi."

"Kenapa mereka tak lagi mengikuti prokes karena mereka mampu dan kompak dalam penanganan pandemi ini. Mulai dari memakai masker kemana bepergian, menjaga jarak, melakukan pola hidup sehat serta melakukan vaksinasi dan upaya penanganan lainnya. Semoga hal itu betul-betul dilakukan semua warga Padang, insya Allah pandemi dapat dikendalikan dan kita bisa menerapkan hal yang sama seperti negara-negara maju tersebut," imbuhnya.(David)

Posting Komentar

0 Komentar