Pria Palestina Dibebaskan Israel Setelah Lakukan Mogok Makan 100 Hari Lebih, 4.200 Masih Dalam Penjara


Maher al-Akhras, pria Palestina yang dibebaskan dari tahanan Israel usai lakukan aksi mogok makan selama lebih dari 100 hari. /Palestinian Centre For Human Rights/pchrgaza.org

IMPIANNEWS.COM (Israel).

Seorang tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel telah setuju untuk mengakhiri lebih dari 100 hari aksi mogok makan yang dia lakukan.

Keluarga dan kelompok pendukung hak-hak tahanan mengatakan bahwa dia telah menerima jaminan dari otoritas Israel bahwa penahanan tidak akan diperpanjang.

Dilansir PORTAL JEMBER dari The Guardian dikutip impiannews.com Maher al-Akhras, pria berusia 49 tahun, menolak makan sejak dia ditangkap pada Juli dan dikurung di bawah penahanan administratif.

Tindakan itu digunakan Israel untuk menahan warga Palestina yang dicurigai melakukan pelanggaran keamanan. Akan tetapi, pelanggaran yang dimaksud selalu dirahasiakan atau tidak pernah disebutkan.

Perintah penahanan yang dapat diperbarui tersebut mendapat kecaman keras dari Palestina dan kelompok pembela hak asasi manusia, yang menuduh kebijakan tersebut melanggar hak untuk proses hukum.

Qadoura Fares, Kepala Advokasi Klub Tahanan Palestina, mengatakan pada hari Jumat, 6 November 2020, berdasarkan perjanjian, Israel tidak akan memperpanjang perintah penahanan administratif untuk Maher yang berakhir pada 26 November 2020 mendatang.

Pihak keluarga juga mengatakan bahwa Maher saat ini masih dirawat selama 10 hari di rumah sakit Kaplan, Israel tengah, tempat dia berada sejak 6 September. Setelah itu, dia akan dipindahkan ke rumah sakit Arab di Yerusalem timur selama 10 hari lagi, kemudian dibebaskan dari sana.

"Dia telah mengakhiri pemogokannya dan sekarang dia menjalani pemeriksaan medis dan sudah mulai makan. Sebelumnya dia memiliki berat 104kg dan sekarang 61kg," ujar istri Maher.

Badan keamanan Israel, Shin Bet, mengatakan bahwa perintah penahanan Maher sudah dijadwalkan berakhir pada 26 November.

Shin Bet mengatakan, Maher ditangkap berdasarkan informasi bahwa dia aktif dalam kelompok militan Jihad Islam dan terlibat dalam kegiatan yang membahayakan keselamatan publik.

Menurut mereka, Maher telah ditangkap lima kali sebelumnya karena terlibat dalam kegiatan militan. Pihak keluarga pun menyangkal keterlibatan Maher dan atas tuduhan tidak berdasar tersebut.

Fares mengungkapkan bahwa Israel dilaporkan telah menahan 4.200 orang Palestina, 300 orang di antaranya berada di bawah penahanan administratif.***


Posting Komentar

0 Komentar