PBB: Indonesia Terjebak Dalam Ketergantungan pada Sumber Daya Alam


Puluhan tongkang batu bara berlabuh di kawasan pelabuhan milik salah satu perusahaan tambang. /Foto: ANTARA FOTO/Kasriadi/

IMPIANNEWS.COM (New York).

Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Valerie Julliand, berharap Indonesia mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam (SDA) dalam menjalankan perekonomian.

Dia berpendapat, mengurangi ketergantungan ini akan melepaskan Indonesia dari perangkap pendapatan menengah.

Kekayaan alam yang melimpah, katanya, membuat Indonesia lebih banyak mengandalkan aspek itu.

Dikutip Seputartangsel.com dilansir impiannews.com dari Antara, perekonomian berbasis inovasi tidak perlu lagi melakukan kapitalisasi yang tinggi pada SDA.

Melainkan berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM). Misalnya melalui pendidikan yang menumbuhkan kreativitas pada anak muda.

"Untuk menghindari perangkap pendapatan menengah, atau saya sebut saja perangkap pembangunan, kita harus beralih dari perekonomian yang sangat tergantung pada sumber daya alam menuju perekonomian yang berdasarkan pada inovasi dengan produktivitas tinggi," kata Valerie Julliand dalam wawancara di Jakarta pada Jumat, 6 November 2020.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 mencatat jumlah pemuda Indonesia. Yakni warga laki-laki dan perempuan yang berusia 16 hingga 30 tahun sebanyak 64,19 juta jiwa atau mencakup 25 persen dari total keseluruhan penduduk negara ini.

"Jika kita melakukan kapitalisasi pada para pemuda --yang merupakan pemimpin masa depan, dengan mengedukasi dan melatih mereka dengan baik, maka itu akan menjadi solusi atas perangkap pendapatan menengah," katanya.

Valerie Julliand menambahkan, dengan para pemuda yang berpendidikan dan terlatih, kita akan mampu mengembangkan perekonomian yang berbeda.

"Yakni perekonomian yang tidak merusak lingkungan, yang tidak mengeksploitasi manusia, juga yang merespons kebutuhan masyarakat,” katanya.

Bank Dunia pada Juli 2020 mengumumkan kenaikan status ekonomi Indonesia. Ssebelumnya lower-middle income atau berpendapatan menengah bawah menjadi upper-middle income berpendapatan menengah atas dengan peningkatan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita 2019 di angka 4.050 dolar AS.

Presiden Joko Widodo telah menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk keluar dari perangkap pendapatan menengah dan menjadi negara berpendapatan tinggi dalam pidato di hadapan Forum Rektor Indonesia pada 4 Juli 2020.

Dia berjanji meningkatkan kualitas SDM melalui upaya terobosan baru.

"Kita harus berubah, cari cara baru, mengembangkan strategi baru, lewat jalan pintas yang cerdas, di luar kebiasaan," kata Presiden.***


Posting Komentar

0 Komentar