MTQN XXXVIII di Sumbar Terapkan Prokes Ketat dan Lancar


IMPIANNEWS.COM 

"Siap jadi tuan rumah dengan pelayan tamu terbaik"

Padang,  --- Musabaqah Tilawah Al Quran Nasional (MTQN) ke XXXVIII yang dipusatkan di Sumatera Barat tanggal 12-21 November 2020 dilangsungkan dengan penerapan Protokol Kesehatan Penanganan Covid19 secara ketat. 

Bukan saja kafilah, prokes ketat juga diterapkan kepada pengembira dan pengunjung dari 32 provinsi yang ikut musabaqah ini. Yang tidak mematuhi Protokol kesehatan, tidak diizinkan memasuki arena musabaqah. Seperti, saat petugas di venue kampus UIN IB Padang memeriksa pengunjung dari keluarga besar MTsN 2 Payakumbuh. Pengembira yang dipimpin langsung Kepala madrasah Yenni Fitri bersama Kaur TU Murda Ayudi, lolos dari pemeriksaan petugas. Karena mereka hadir dan memenuhi Prokes.

"Hal tersebut adalah untuk menangkal timbulnya kluster covid19. Semua yang terlibat musabaqah ini diperiksa secara Prokes ketat. Termasuk pengunjung,"kata Epi Yuskar (Kasi Kemitraan Kanwil Kemenag Sumbar) kepada media, Selasa(17/11/2020) di auditorium UIN IB Padang dimana dilangsungkan MSQ. 

Terkait lokasi lomba, panitia juga memenuhi standar Prokes ketat. 

"Ada 8 cabang yang dimusabaqahkan di MTQN XXXVIII tahun 2020 di 12 lokasi terpisah dan diikuti 32 provinsi. Ada 2 provinsi yang tidak ikut yakni Yogyakarta dan NTT. Setiap lokasi disediakan sarana Protokol kesehatan penanganan covid19. Seperti handsanitizer, penyemprotan disinfektan. Petugas gabungan juga ikut mengawasi penerapan prokes di setiap lokasi MTQ, "terangnya. 


Tampak hadir di lokasi MSQ mantan Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Ismail Usman bersama Kepala Kankemenag Dharmasraya, H. Abdel Haq. 

"Hari ini adalah momen silaturahim muslim se Indonesia melalui MTQN. Semua perbedaan akan menyatu dalam iven musabaqah. Contoh saja di MSQ ini, barusan tampil dari provinsi Jawa Barat. Tentunya ada perbedaan dengan kita di Sumbar, dan itu menyatu di 12 lokasi musabaqah,"apresiasi Ismail Usman diamini Abdel Haq. 

"selanjutnya, ini adalah tugas mulia kita bagaimana kita bisa melayani tamu kita secara maksimal. Karena ini menyangkut nama baik daerah. Disamping itu, tentunya target juara juga prioritas kita, kafilah kita (Sumbar) sudah ada di posisi semi final. Tentunya, iven nasional ini juga berpengaruh pada pembangunan dan perekonomian di Sumbar,"imbuh Abdel Haq. 


Adalah Aldi (kafilah Gorontalo) cabang qiraat saba'ah merasa kagum dengan layanan panitia. Dirinya juga kagum dengan Sumatera Barat. 

"Sumbar ternama religi sejak dulu. Dan saya bahagia bisa sampai disini, meski ini pertama kalinya. Insyaallah kontingen Gorontalo bakal santai beberapa hari di Sumbar, untuk selanjutnya kembali ke Gorontalo, "ungkap Aldi saat dijumpai di venue cabang tilawah di Muaro Pantai Padang.

Pelaksanaan MTQN XXXVIII tahun 2020 di Sumbar hingga hari ini berlangsung meriah. Suka dan duka dalam sebuah kegiatan pastinya ada. Terlihat, sejak 2 hari pelaksanaan musabaqah, Sumbar diguyur hujan dikala sore. Pergantian cuaca di akhir tahun tersebut tidaklah menyurutkan semangat kafilah nasional untuk berlomba menjadi yang terbaik dari yang baik. (014)

Posting Komentar

0 Komentar