Terkait UU Cilaka Tak Kunjung Usai Airlangga Bicara Soal Dalang Aksi, Rocky Gerung: Saya Lebih Percaya Anak STM dari Pada Anda

 Terkait UU Cilaka Tak Kunjung Usai Airlangga Bicara Soal Dalang Aksi, Rocky Gerung: Saya Lebih Percaya Anak STM dari Pada Anda



IMPIANNEWS.COM (Jakarta).

Aksi demonstrasi di jalanan usai pengesahan UU Cipta Kerja atau biasa disebut UU Cilaka tak kunjung usai.

Rasa kecewa masyarakat pada para pimpinan berangsur-angsur luntur, perwakilan rakyat yang seharusnya mendengarkan dan merealisasikan kepentingan rakyat malah berkhianat.

Hal tersebut membuat banyak wacana masyarakat Indonesia yang ingin keluar dan pindah saja dari negeri yang sedang dilanda ketidakpastian ini.

Filsuf sekaligus mantan dosen di Universitas Indonesia, Rocky Gerung pun turun buka suara menanggapi apa yang sedang dihadapi negeri berkepulauan ini.

Rocky Gerung mewajarkan mengapa banyak baru-baru ini banyak isu yang bertebaran bahwa masyarakat Indonesia ingin pindah dari negeri ini, menurutnya apa yang dilakukan para menteri saat ini bukan hal yang pantas.

"Makannya banyak orang yang berwacana untuk keluar dari Indonesia, karena tidak ada kepastian, udah dua hari berlangsung, aparat di lapangan itu berhadap-hadapan dengan para demonstran," tuturnya.

"Eh menteri-menteri masih sibuk bikin konferensi pers menerangkan bahwa Omnibus Law itu berguna buat tenaga kerja, buat milenial masa depan," ucapnya menambahkan.

Tak hanya itu, Rocky Gerung juga mengatakan bahwa masalahnya tidak hanya tentang Omnibus Law lagi tetapi kepercayaan warga Indonesia yang sudah berkurang terhadap para pimpinan.

Dirinya juga menyayangkan sifat presiden yang tidak tegas terkait kondisi yang ada saat ini.

"Problemnya bukan hanya Omnibus Law lagi sekarang, tapi kepercayaan kepada pemerintah, kepercayaan itu makin berkurang, menyusut, karena presiden kabur dari istana," tuturnya.

"Masalahnya dia tidak decisive(tegas) untuk mengatakan saya ada di istana, saya mendengar kalian, saya membaca mata hati kalian, saya mengerti perasaan kalian, dia malah berlibur berkilo-kilo meter dari pusat kekuasaan, kita gak tahu lagi ngapain," ucapnya menambahkan.

Rocky Gerung juga menyangkal pernyataan Airlangga Hartarto yang menyatakan bahwa dia tahu siapa dalang, yang mendanai, dan yang menggerakkan aksi massa ini.

"Kalau kita menyimak Airlangga yang mengatakan dia sudah tahu siapa yang berada dibalik ini, siapa yang mendanai dan siapa yang menggerakkan, apakah Anda yakin?

atau ini sebenarnya spontanitas karena tekanan masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi yang luar biasa besar?," tuturnya.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Jumat, 9 Oktober 2020, akademisi itu malah mengatakan, dirinya lebih memercayai anak STM dibandingkan Airlangga Hartarto.

"Anak STM juga bilang, saya juga tahu siapa yang mendanai siapa yang menggerakan mulut Airlangga, dan siapa yang menuliskan Omnibus Law itu, saya malah lebih percaya anak STM, karena kecurigaan anak STM dasarnya adalah hati nurani dia, dia gak punya kepentingan turun ke jalan," tuturnya.

"Tapi Airlangga punya kepentingan untuk menghentikan anak STM berdemonstrasi, membantu mahasiswa dan buruh kan," katanya menambahkan.

Rocky Gerung merasa bahwa saat ini momentum sudah bergulir dan perubahan itu tidak bisa ditahan bahkan oleh pelakunya apalagi dihentikan oleh para pengecut.

Karena itu menurutnya kita harus melihat keadaan ini sebagai pelaksanaan dari hukum-hukum perubahan, seluruh variabel sudah tersedia.

"Jadi gak ada gunanya lagi kita mengupayakan untuk menyelamatkan yang ada, lebih baik kita berpikir untuk menyediakan yang baru, kan itu sebetulnya pemikirannya tuh," tuturnya.

"Tetap semangat di jalan, karena hanya itu momentum perubahan dan kita ingin agar supaya peristiwa ini menjadi peristiwa sejarah untuk menghasilkan Indonesia yang bermutu, hidup STM, Mahasiswa, SMA, dan Buruh,"


Posting Komentar

0 Komentar