Sekretaris Kementrian Luar Negeri Inggris, Dominic Raab Kompori NATO Bela Prancis yang Jelas Hina Muslim Dunia


Dominic Raab /Jurnal Presisi//twitter.com/DominicRaab/

IMPIANNEWS.COM (Inggeris).

Suhu politik Eropa memanas dan menjalar ke beberapa negara lainnya. Pidato Macron kemarin, 27 Oktober 2020 menuai reaksi khususnya komunitas muslim di dunia.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Kementrian Luar Negeri Inggris, Dominic Raab meminta aliansi negara-negara yang tergabung dalam NATO bahu membahu menegakkan nilai toleransi dan kebebasan berpendapat. Hal ini disniyalir sebagai strategi menyindir Turki yang menyerukan negara-negara muslim untuk memboikot produk-produk Perancis.

Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendorong warganya untuk berhenti membeli produk-produk Perancis dan menuduh Perancis menjalankan agenda anti-islam.

Erdgoan merupakan salah satu dari beberapa pemimpin negara muslim yang marah dengan Perancis karena peristiwa terbunuhnya seorang guru, Samuel Paty, yang ditebas kepalanya setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dalam salah satu pelajaran kebebasan berpendapat di kelasnya.

"Inggris pasang badan dalam solidaritas dengan Perancis dan Warga Perancis in setelah pembunuhan yang menimpa Samuel Paty. Terorisme tidak pernah dan seharusnya tidak pernah dibenarkan." ujar Raab dikuti dari Reuter, dikutip impiannews.com,28 Oktober 2020.

Sekutu-sekutu NATO dan komunitas Internasional harus tegak berdiri dan bahu membahu membela nilai-nilai toleransi dan kebebasan berpendapat dan kita tidak boleh menyerah dengan keberadaan kita dan mengambil hadiah (toleransi dan kebebasan berpendapat) yang memisahkan kita. ***


Posting Komentar

0 Komentar