Batalyon Infanteri 642/Kapuas, Penjaga Perbatasan RI-Malaysia, Amankan sebuah Kardus Misterius.

 Batalyon Infanteri 642/Kapuas, Penjaga Perbatasan RI-Malaysia, Amankan sebuah Kardus Misterius.


IMPIANNEWS.COM (Perbatasan).

Prajurit Tentara Nasional Indonesia, dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia, Batalyon Infanteri 642/Kapuas, baru saja mengamankan sebuah kardus misterius.

Berdasarkan siaran tertulis Yonif 642/Kapuas yang dilansir VIVA Militer, dikutip impiannews.com, Kamis 8 Oktober 2020, kardus misterius itu ditemukan malam hari di semak-semak di jalan tikus perbatasan kedua negara, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Menurut Komandan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas, Letnan Kolonel Infanteri Alim Mustofa, kardus misterius ditemukan dalam operasi pengendapan personel yang dilaksanakan pasukan dari Pos Koki Sajingan, pimpinan Sersan Dua Teruno.

Semua berawal dari kemunculan dua pria tak dikenal yang berjalan menyusup dari arah negara Malaysia menuju Indonesia. Kedua orang itu tampak membawa kardus.

Saat prajurit TNI berusaha mencegat keduanya, tiba-tiba saja keduanya melarikan diri, ketika dikejar, orang-orang itu lari masuk ke Malaysia.



Pengejaran pun dihentikan, sebab prajurit TNI tak bisa masuk ke wilayah negara Malaysia, tanpa izin resmi. Namun, ternyata sebelum melarikan diri, kedua pria itu meninggalkan kardus tersebut, begitu saja di semak-semak dekat sebatang pohon di perbatasan.

Prajurit TNI pun memeriksa isi dari kardus misterius itu, dan ternyata isinya berbagai jenis obat-obatan. Setelah memastikan kardus itu tidak membahayakan jiwa, prajurit TNI mengamankannya ke Pos Koki Sajingan.

Dalam catatan pemeriksaan, obat-obatan yang terdapat dalam kardus itu di antaranya, 546 tablet Panadol, 10 kaplet Luoli Faizin, 90 tablet Rosucor, 12 sachet obat gatal dan alergi Utix, 90 tablet Oziclide MR, 330 tablet Galvus Vildagliptin 50 miligram dan masih banyak jenis lainnya.

"Meskipun obat-obatan tersebut merupakan obat bebas, karena masuknya dari Malaysia dan tidak ada sertifikasi dari BPOM maupun karantina kesehatan, maka obat tersebut ilegal," kata Letkol Alim.

Selanjutnya prajurit TNI akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan nasib obat-obatan ilegal itu. Sementara kedua pria pemilik kardus tak juga muncul untuk memberikan keterangan tentang perbuatan mereka.***


Posting Komentar

0 Komentar