Rudal Jarak Jauh Dipersiapkan AS untuk Taiwan, Dapat Ditembakkan dari F-16 ke Daratan China

 

Rudal Jarak Jauh Dipersiapkan AS untuk Taiwan, Dapat Ditembakkan dari F-16 ke Daratan China


Amerika Serikat dilaporkan akan menjual paket persenjataan ke Taiwan, termasuk rudal jarak jauh yang ditembakkan dari F-16 (Foto: AFP)

IMPIANNEWS.COM (Washington).

Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan mendorong penjualan tujuh paket persenjata ke Taiwan, termasuk rudal jarak jauh yang ditembakkan dari jet tempur sehingga bisa mencapai target ke daratan China.

Jika disetujui oleh Kongres, paket senilai miliaran dolar AS itu menjadi salah satu transfer persenjataan terbesar ke Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut beberapa pejabat yang mengetahui rencana ini, seperti dikutip impiannews.com dari The New York Times, Jumat (18/9/2020), pemerintahan Trump akan untuk memberi tahu anggota parlemen secara informal dalam beberapa pekan mendatang.

Pemerintahan AS diharuskan menerima pembelian senjata dari Taiwan dengan syarat untuk kebutuhan bertahan.

Sistem senjata paling sensitif yang diusulkan ke Taiwan adalah rudal udara ke darat, AGM-84H/KSLAM-ER, produksi Boeing.

Rudal itu dapat ditembakkan dari jet yang terbang di luar jangkauan sistem pertahanan udara China, mencapai sasaran di daratan atau laut, termasuk kapal perang yang mencoba menyeberangi Selat Taiwan. Rencana penjualan rudal tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Rudal tersebut bisa digendong oleh jet tempur F-16, di mana Taiwan membeli cukup banyak dari AS, bahkan sudah mendirikan fasilitas perawatan sendiri.


Pemerintahan Trump tahun lalu mengumumkan akan menjual 66 unit jet tempur F-16 ke Taiwan dengan harga 8 miliar dolar.

Selain rudal, persenjataan lainnya adalah drone pengintai versi tak bersenjata dari model Reaper buatan General Atomics, sistem artileri roket berbasis truk buatan Lockheed Martin, rudal darat anti-kapal Harpoon buatan Boeing, dan ranjau laut.

China meningkatkan aktivitas militer di dekat wilayah Taiwan setelah presiden Taiwan Tsai Ing Wen memenangkan pemilu pada Januari lalu, mengalahkan kandidat yang dianggap kooperatif terhadap China.

Beberapa pejabat pemerintah menilai Taiwan perlu mendapat dukungan untuk menyeimbangkan pengaruh China di Asia.

Di Kongres Taiwan memiliki dukungan dari dua pihak, Republik maupun Demokrat, sehingga tampaknya para pejabat pemerintah percaya diri proposal penjualan paket senjata itu akan lolos di parlemen.

Hubungan antara AS dan China berada di titik terendah dalam beberapa dekade, terkait beberapa isu, seperti perang dagang, isu Taiwan dan Hong Kong, Laut China Selatan, serta pandemi Covid-19. ***


Posting Komentar

0 Komentar