Hadapi Masalah dengan Banyak Negara, Presiden Xi Jinping Mengaku Tak Tertarik Ikut Perang.


IMPIANNEWS.COM (New York).

Perebutan wilayah Laut China Selatan antara Tiongkok dan negara ASEAN semakin memanas.

Sebelumnya Tiongkok juga tengah menghadapi konflik dengan India karena sengketa perbatasan dua negara.

Di tengah hubungan yang memanas, Presiden Xi Jinping justru mengungkap Tiongkok tidak tertarik untuk berperang.

Hal ini diungkapkan Xi Jinping melalui video yang disiarkan saat rapat PBB yang digelar secara virtual.

"Kami tidak pernah mencari perbedaan, ekspansi wiliyah, atau kekuasaan. Kami tidak memiliki niat untuk berperang baik dalam Perang Dingin atau perang panas dengan negara mana pun," kata Xi Jinping seperti dikutip impiannews.com lewat ZonaJakarta.com dari NDTV, Rabu (23/9/2020).

Ia bahkan mengungkapkan ingin menyelesaikan konflik melalui jalan damai.

"Kami akan terus mempersempit perbedaan dan menyelesaikan perselisihan dengan negara lain melalui dialog dan negosiasi," ungkapnya.

Hal ini tentu bertentangan dengan situasi militer Tiongkok yang semakin memanas.

Salah satunya perihal klaim Tiongkok atas Laut China Selatan (LSC) dianggap tumpang tindih dengan wilayah perairan dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sejumlah negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei termasuk Indonesia.

Bahkan beberapa waktu lalu media China, The Global Times, melaporkan bila Tiongkok siap berperang melawan negara-negara ASEAN dan negara lain yang terlibat sengketa wilayah dengan mereka.

Dalam editorialnya, The Global Times mendesak rakyat China untuk bersiap menghadapi potensi perang.

"Kami memiliki sengketa teritorial dengan beberapa negara tetangga yang dihasut oleh AS untuk menghadapi China," bunyi editorial tentang gerakan ekspansionis Beijing ke Himalaya, Laut China Selatan dan Laut China Timur.

“Oleh karena itu, masyarakat China harus memiliki keberanian nyata untuk terlibat dengan tenang dalam perang yang bertujuan untuk melindungi kepentingan inti, dan bersiap untuk menanggung akibatnya.”

Editorial The Global Times juga sesumbar bahwa Beijing akan menang jika perang benar-benar terjadi.

"Kami yakin bisa menang di medan perang jika terjadi konflik dengan pasukan tetangga yang memiliki sengketa teritorial dengan China,” bunyi editorial tersebut sebagai peringatan terhadap India, Jepang, Filipina, Malaysia, Vietnam dan negara lainnya. ***ZJ


Posting Komentar

0 Komentar