Jalur Gaza Mencekam Mesir Ingatkan Hamas Palestina Akhiri Serangan Balon Berapi ke Israel

Warga Palestina bersiap melepaskan balon udara di sepanjang pagar perbatasan Israel-Gaza pada 10, Februari 2020 lalu. /AFP/Mahmud Hams.

IMPIANNEWS.COM (Mesir).

Pemerintah Mesir telah meminta Hamas dan kelompok-kelompok lain di Palestina agar segera menghentikan serangan balon berapi ke Israel.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh intelijen Mesir kepada para pimpinan Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ).

Mereka juga memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat menyebabkan Jalur Gaza semakin memanas.

Dikutip impiannews.com  dari laman Jerusalem Post, para pemimpin Hamas dan PIJ pun telah diundang ke Kairo, Mesir untuk melakukan diskusi mendesak.

Diskusi itu sendiri membicarakan upaya untuk menghindari perang-perang lain di Jalur Gaza yang akan berkelanjutan.
Pihak intelijen Mesir menyebut bahwa mereka sudah melakukan kontak dengan Israel untuk menenangkan situasi.

Perbincangan dengan pihak Israel itu bertujuan untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat dari serangan balon udara.

Para pemimpin Hamas dan PIJ mengatakan kepada pihak intelijen Mesir bahwa serangan balon udara tersebut akibat dari kegagalan Israel meredakan perselisihan di Jalur Gaza.

Seorang sumber dari Hamas dan PIJ mengonfirmasi bahwa pihak intelijen Mesir meminta penyerangan balon udara kepada Israel dihentikan.

"Mesir mengatakan mereka akan mengangkat masalah dengan Israel dalam satu jam mendatang, tapi mereka menuntut Hamas dan semua faksi Palestina menginstruksikan unit balon untuk segera menghentikan serangan terhadap Israel," ujarnya.

Seorang Pejabat Senior Hamas di Jalur Gaza, Ismail Radwan membenarkan bahwa kelompoknya melakukan kontak dengan Mesir terkait ketegangan tersebut.

Radwan menuduh Israel telah 'menyeret kaki' sehubungan dengan kesepakatan yang sudah dicapai dengan Hamas untuk meringankan pembatasan yang diberlakukan di Jalur Gaza.

Kesepakatan tersebut dicapai beberapa bulan lalu di bawah naungan Mesir, Qatar dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Seorang sumber di Jalur Gaza menuturkan, ada suatu kemungkinan jika para pemimpin Hamas dan PIJ tidak mengabulkan peringatan Mesir.
Dirinya kemudian melanjutkan bahwa Israel secara sengaja tidak memenuhi kewajiban mereka dalam memfasilitasi proyek-proyek di Jalur Gaza.

"Israel sengaja menghindari kewajibannya berdasarkan ketentuan pemahaman, termasuk dalam memfasilitasi berbagai proyek ekonomi dan kesehatan di Jalur Gaza," ucapnya.

Diketahui, penutupan telah diberlakukan di tiga jalur utama yang digunakan Israel dan Mesir untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza, salah satunya adalah daerah Karem Shalom.

Kementerian Pertahanan Israel menjelaskan bahwa Karem Shalim akan ditutup kecuali untuk pengiriman bantuan penting hingga bahan bakar.

"Perlintasan perbatasan Kerem Shalom akan ditutup untuk pengiriman semua barang, kecuali untuk masuknya bantuan kemanusiaan yang penting dan bahan bakar," tuturnya sebagaimana dikutip  impiannews.com  dari Antara.***