Rakyat Taiwan 'Usir' Mantan Wali Kota Pro-Tiongkok


MANTAN Wali Kota dan pendukung Tiongkok di Taiwan, Han Kuo-yu kembali dikalahkan dalam pemilu kepala daerah di kota pelabuhan Kaohsiung.* /AFP/Sam Yeh

IMPIANNEWS.COM (Taiwan).

Tiongkok terus meningkatkan kemampuan militer dan aktivitasnya di sekitar Laut China Selatan dan Timur usai pandemi virus corona di wilayah mereka mereda.

Akibatnya, negara-negara tetangga mulai terganggu dan ketegangan di kawasan Asia Timur dan Pasifik meningkat drastis.

Penguasaan kembali Hongkong dan Taiwan dalam One China Policy menjadi ambisi utama selain menguasai kepulauan di Laut China Selatan.

Namun, langkah tersebut mendapatkan tentangan yang sangat kuat dari rakyat Hongkong maupun Taiwan.

Keduanya menolak untuk berada di bawah pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang komunis.

Ketegangan bahkan sampai menyisihkan wali kota yang dikenal pro terhadap kebijakan Tiongkok terhadan Taiwan.

Dikutip impiannews.com dari New York Times, mantan Wali Kota Kaohsiung Han Kuo-yu akhirnya kalah dalam pemilu karena cenderung ramah pada Beijing.

Pertama, ia kalah di pemilihan presiden melawan Tsai Ing-wen yang begitu vokal menentang agresi Tiongkok.

Beberapa bulan setelahnya, Han juga ternyata kalah saat mengikuti pemilu di kota pelabuhan paling selatan Taiwan, Kaohsiung.

Padahal, dua tahun lalu ia mampu menduduki posisi tersebut akibat ketidakjelasan politik dalam negeri di sana.

Pemilu Wali Kota Kaohsiung memang sangat diperebutkan oleh partai-partai Taiwan karena bisa menjadi landasan sebelum naik ke pemilihan presiden.

Pemungutan suara yang digelar pada Sabtu 6 Juni 2020 ini merupakan pemilu ulang di kota tersebut.

Hasil mengejutkan itu menunjukkan sikap masyarakat Taiwan yang semakin keras terhadap Tiongkok.
Ini adalah peristiwa penurunan wali kota pertama lewat pemilihan umum di Taiwan. 

Padahal, kewenangannya setara dengan gubernur negara bagian.
Pemilu selanjutnya akan diadakan untuk mencari pengganti yang tepat bagi warga Kaohsiung.

Han sendiri berasal dari Partai Kuomintang yang berhadapan langsung dengan Tsai Ing-Wen dari Partai Demokratik Progresif.

Ia melaju ke kursi kepresidenan dan mengajukan ikatan yang lebih kuat dengan Tiongkok disertai slogan 'Aman bagi Taiwan, Uang bagi Rakyat'.

Menurutnya, hubungan baik dengan Tiongkok akan mengurangi risiko konflik dan meningkatkan perekonomian negara.

Lawannya, Tsai bersikukuh melindungi kedaulatan negara yang bernama asli Republik Tiongkok itu dan memenangkan pemilu pada Januari 2020.

Pelantikan Tsai Ing-Wen sebagai Presiden Taiwan kemudian dikecam oleh Tiongkok karena prinsipnya yang terlalu keras pada Beijing.***

Posting Komentar

0 Komentar