Petani Taeh Baruh Bangun Jembatan Bambu untuk Menyeberang

IMPIANNEWS.COM
Taeh Baruh, --- Sejak jembatan gantung yang dibangun di masa penjajahan ambruk dihantam banjir, puluhan tahun lalu. Banjir Nama Kelok (Sinamar Kelok) mengeruk tebing tambatan jembatan gantung tersebut. Bukan hanya menghanyutkan struktur jembatan, bahkan mematahkan pondasi jembatan, dan jatuh ke dasar Sinamar. Bahkan bangkai pondasi jembatan masih dapat ditemukan penyelam saat mencari ikan.

Sakali ayia godang, tapian berubah. Tepian Batang Sinamar di Taeh Baruh beralih hampir 1/2 Km, dari semula (sumber para sesepuh yang masih hidup). Hampir tiap tahun warga setempat membangun titian botuang ini. Selain rapuh dimakan usia dan cuaca, banjir tahunan salah satu penyebab rusaknya titian botuang ini. Maklum hanya dikerjakan oleh petani secara tradisional dengan dengan goro mamakai peralatan gergaji, parang, pahat, kapak, dan pasak. Alias tampa paku. 

Sejak ambruknya jembatan gantung puluhan tahun lalu itu, hingga kini belum ada penggantinya. Akibatnya, setiap tahun warga dan petani jorong Dalam Koto Nagari Taeh Baruh kecamatan Payakumbuh, kabupaten Lima Puluh Kota harus membuat Titian Botuang (Jembatan bambu) sebagai sarana menuju areal persawahan di seberang batang sinamar kelok tersebut. Ratusan hektare areal persawahan warga Taeh Baruh berada di seberang, dan jembatan ini merupakan salah satu sarana jalan pintas warga ke sawah mereka.

Meski di nagari Taeh Baruh sudah dibangun sekitar 3 jembatan representatif, namun jembatan tersebut berada jauh dari areal persawahan warga, khususnya areal sawah tongah.

Untuk itu, berdasarkan hasil rapat kecil petani dan didukung pemerintah Kenagarian, Senin (15/06/2020) petani menggelar goro pembuatan jembatan tradisional yang ditutup dengan makan bersama di lokasi.

"Alhamdulillah, Semangat Gotong Royong dan Kebersamaan itu masih terjaga. Hari ini Senin 15 Juni 2020, kami menghadiri Gotong Royong Pembangunan Jembatan BOTUANG di Batang Sinamar Dt.Rangkayo Mulia di Jorong Dalam Koto, Nagari Taeh Baruah, Jembatan ini merupakan sarana Transportasi yang sangat Vital bagi para Petani yang mempunyai lahan baik sawah maupun kebun yang berlokasi seberang batang Sinamar tersebut,"terang Wali Nagari Taeh Baruh, Hasrul Chaniago didampingi Riko Dt. Pono dan petani.

Diterangkan Hasrul Chaniago, untuk menanggulangi kebutuhan tersebut maka Para Petani dan masyarakat sekitar telah berupaya untuk membangun jembatan Betung tersebut secara Gotong Rotong.

Mudah-mudahan 1 Minggu kedepan sudah bisa diselesaikan. Kami dari Pemerintahan Nagari sudah membicarakanya  dengan Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Daerah Pemilihan 1, agar pembangunan Jembatan ini bisa di lakukan dengan memakai Dana Pokok Pikiran (POKIR) Anggota DPRD. Sehingga masyarakat kita bisa memiliki sarana transportasi yang lebih layak dan permanen. Semoga bisa dilaksanakan untuk Tahun Anggaran 2021 ini,"pungkasnya. (014)

Posting Komentar

0 Komentar