Buntut 20 Tentara India Terbunuh, Massa Hancurkan Produk Buatan Tiongkok



Konflik India-China yang menewaskan puluhan tentara kedua belah negara masih berlanjut. Masyarakat India melakukan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menolak segala hal yang berbau China.

IMPIANNEWS.COM (India)

Aksi demonstrasi anti-China merebak di India menyusul ketegangan militer di perbatasan kedua negara. Protes ini terjadi setelah bentrokan tentara kedua negara terjadi di perbatasan Ladakh, Himalaya, Senin (15/6) lalu.

 Kementerian Luar Negeri India mencatat ada 20 tentaranya yang tewas dalam bentrokan dengan pasukan China, sementara 17 lainnya kritis.

Belum diketahui jumlah pasti korban dari pihak China. Akan tetapi, menurut sumber pemerintah, korban dari tentara China lebih dari 40 orang.

Massa mendatangi kantor perwakilan China dan melakukan aksi rusak barang buatan Tiongkok. Diberitakan media India, Kashmir Walla dalam Kumparan, Rabu (17/6), aksi protes terjadi pada hari ini di kota Jammu, Ahmedabad, Varanasi, Indore, Kanpur, dan lainnya.

 Dalam aksi yang digelar di Varanasi, massa terlihat membakar bendera China dan poster Presiden Xi Jinping.

Sementara di Kolkata, dikutip dari India Today, massa yang mengatasnamakan kelompok AVPB terlihat duduk di depan Konsulat Jenderal China sembari meneriakkan slogan anti-China. 

Di beberapa tempat lainnya, demonstran membakar dan merusak barang-barang made in China. Mulai dari televisi hingga raket listrik pembunuh nyamuk.

Konfederasi Pedagang Seluruh India atau CAIT bahkan menyerukan memboikot seluruh barang-barang China. CAIT menyebut ada 3.000 produk China di India dari 450 kategori, mulai dari kosmetik, tas tangan, mainan, furniture, hingga jam tangan.

Sumber: Twitter
Tagar #BoycottChina dan #BoycottChineseProducts jadi trending di antara pengguna Twitter India setelah kedua negara bersitegang. Namun banyak yang menganggap boikot ini tidak realistis, malah merugikan karena investasi China banyak di India.

Saat ini, Perdana Menteri Narendra Modi tengah mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Menteri Pertahanan Rajnath Singh dan Menteri Dalam Negeri Amit Shah terkait dengan kondisi terkini di Ladakh. 

Ketegangan antara India dengan China bermula sejak 5 Mei setelah 250 tentara dari India dan China terlibat bentrokan hingga berujung luka-luka.

Insiden lain juga pecah pada 9 Mei ketika tentara dari kedua belah pihak terlibat baku pukul dan lempar batu saat patroli perbatasan di Sikkim, negara bagian timur laut India yang berbatasan dengan China. 

Masalah perbatasan India-China mencakup wilayah seluas 3.488 kilometer di Ladakh. China mengklaim Arunachal Pradesh sebagai bagian dari wilayah selatan Tibet. Akan tetapi, India menolak klaim tersebut.


Posting Komentar

0 Komentar