Wawancara Khusus Dengan Nurkhalis Dt Bijo Dirajo, Anggota DPRD Sumbar

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Setelah diawal bulan April 2020 berbagai ragam alat pelindung diri (APD) telah disalurkan anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Ade Rizki Pratama di Kota Payakumbuh. Bantuan tersebut diterima langsung Walikota Payakumbuh Riza Falepi. Tampak Ade Riski Pratama didampingi anggota DPRD provinsi Sumatera Barat Nurkhalis Dt Bijo Dirajo bersama anggota DPRD Kota Payakumbuh dari Partai Gerindra.

Kembali, hari ini Jumat (01/05/2020) anggota DPRD provinsi Sumatera Barat Nurkhalis Dt Bijo Dirajo salurkan APD di wilayah di Luak Limopuluah.

Sebagaimana diterangkan Nurkhalis Dt Bijo Dirajo saat diwawancarai Impiannews.com, bahwa dirinya baru saja menyerahkan Bantuan APD berupa thermo gun, baju dan sepatu bot di Kenagarian Situjuah untuk Posko mandiri dan puskesmas. Selanjutnya di Kenagarian Mungo, Kenagarian Taram Kenagarian Batu Balang. Terakhir APD diserahkan untuk Posko mandiri di kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB) dan Padang Tinggi Piliang. 

Di kelurahan Nunang Daya Bangun, bantuan apd diterima langsung Kepala Posko mandiri darurat covids19, Dedi Hendri.

"Alhamdulillah. Sore ini, Posko kita di kunjungi oleh Anggota DPRD  Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi Gerindra. Kedatangan beliau dan rombongan selain memberi kami suntikan semangat juga tak lupa memberi APD untuk perlengkapan kami di Posko Covid Kelurahan NDB, berupa baju APD, infra red thermometer dan sepatu bot. Terima kasih Pak Dewan,"ucap Dedi Hendri yang juga Ketua Karang Taruna di kelurahan ini.

Menyikapi meningkatkannya grafik pandemi covids19 di Sumatera Barat, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo ikut prihatin. Menurutnya, warga Sumbar baik yang ada di kampung halaman dan perantauan agar mematuhi himbauan pemerintah dan ulama. 

"Melonjaknya penderita covids19 di Sumbar, termasuk Payakumbuh perlu menjadi perhatian kita semua. Intinya kesadaran diri, serta niat baik untuk membebaskan kampung dari virus corona ini. Terkait himbauan pemerintah sudah sangat komplit. Namun kesadaran warga untuk mematuhi dan melaksanakannya. Perilaku jujur perlu ditanamkan dalam diri. Sejak diberlakukan PSBB di Sumbar, di perbatasan sudah ditempatkan personil lengkap gugus tugas, meski APD masih minim. Seperti ketersediaan Rafid Test. Namun masih didapati warga yang suka mencari jalan tikus untuk sampai di rumah. Padahal oknum warga tersebut mungkin saja berstatus Orang Tampa Gejala (OTG) covids19. Akhirnya, dirinya lah yang menyebar corona di keluarga dan tetangga. Kami berharap pendatang baru agar melapor ke posko yang sudah ditetapkan, "harap Nurkhalis. 

Usai salurkan 200 APD  di Lima wilayah, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo bakal melanjutkan penyaluran sekitar 250 APD lagi ke Puskesmas dan Posko yang belum sempat dijangkau. Dirinya juga mengapresiasi pemprov Sumbar atas penambahan labor pemeriksaan spesimen di Balai veteriner Baso.

"Terkait percepatan penanganan covids19, pemprov Sumbar menambah Balai veteriner Baso sebagai Balai spesimen penanganan covids19,"imbuhnya.

Saat disinggung masalah penyaluran bantuan terhadap dampak corona untuk masyarakat, Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo menyebut bahwa semuanya tergantung pengiriman data valid dari daerah.

"Beberapa waktu lalu, kami rapat dengan Komisi II (perekonomian) DPRD Sumbar dan Kepala Dinas Sosial. Dalam pembahasan bansos kala itu, pihak Dinsos berharap data valid dari daerah untuk segera disampaikan. Namun data yang sudah masuk dan diespose di DPRD kala itu, berubah lagi. Hal itu disebabkan pertambahan warga yang baru pulang dari daerah lain, seperti perantauan. Warga tersebut ternyata warga berKTP setempat, dan juga terdampak corona. Akhirnya data pun kembali berubah. Inilah salah satu penyebab data daerah berubah lagi. Dalam pertemuan itu, baru 2 daerah yang sudah valid, yakni Kota Sawahlunto dan Kota Padang Panjang. Sehingga bantuan untuk 2 daerah ini cepat tersalurkan,"terang Nurkhalis. 

Apapun bantuan yang akan disalurkan bersumber dari dana pusat, provinsi, daerah tingkat II dan dana dari dana desa. Dari Data penerima bantuan covid 19 dirinci ada 
PKH             =  178.754 KK
BPNT  (Bantuan Pangan Non Tunai) =  245.870 KK
BLT pusat    = 237.460 KK
BLT propinsi= 119.970 KK
----------------------------------------
                      = 782.054 KK

Sedangkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kita di Sumbar 516.177 KK

Artinya, insyaAllah apabila bantuan telah cair semuanya bisa mengcover melebih data DTKS insyaAllah.

"Akhirnya, Kami berharap bahwa untuk penanganan covids19 butuh kesadaran bersama. Dikala pemerintah melalui gugus tugas giat berupaya dalam pencegahan dan penanganan, warga juga harus berkonstribusi aktif pula. Jangan lagi ada yang memandang remeh, karena dampaknya sangat besar. Bukan hanya pada keluarga, personil dari gugus tugas juga dibuat sibuk dalam pencarian jaringan dan rantai penyebaran. Mari patuhi imbauan pemerintah dan ulama. Semoga Allah SWT segera angkat virus corona dari bumi. Aamiin,"pungkasnya. (014)



Post a Comment

0 Comments