Warga Cemas, Posko Darurat Nagari Taeh Baruh Minim APD

IMPIANNEWS.COM 
Lima Puluh Kota, --- Posko Mandiri Darurat covids19 Kenagarian Taeh Baruh yang terletak di Pakan Mat (Pasar Jumat) adalah satu-satunya posko pemantau covids19 di nagari yang terdiri dari 6 jorong ini.

Informasi Wali Nagari Taeh Baruh bahwa saat ini penduduk Taeh Baruh sekitar 12ribuan jiwa.

Namun, Posko darurat corona yang ditempati tim gugus tugas yang dibentuk pemerintah kenagarian tetap giat memantau pendatang 24 jam alias siang dan malam. Meski Alat Pelindung Diri sangat jauh dari cukup. Hanya ada satu set baju dan 1  buah thermo gun. Sementara, setiap harinya Posko darurat corona ini ditempati minimal 6 personil. 

Terhitung Sabtu (02/05/2020) seratusan perantau dari nagari ini, mulai berdatangan. Baik dari luar negeri, seperti Malaysia, maupun dari dalam negeri seperti dari Riau, Kepri dan Pulau Jawa. 

Kondisi kekurangan APD ini sangat dikeluhkan tokoh masyarakat setempat. Karena selama Posko berdiri hanya dibiayai dari sumbangsih warga dan dibantu dana dari pemerintah kenagarian. Semakin hari petugas Posko semakin mengeluh, termasuk warga pun mulai merasa cemas. Warga berharap, kiranya ada bantuan APD dari pemerintah daerah kabupaten Lima Puluh Kota atau donatur lain. 

"sebelum Posko darurat corona didirikan, warga sudah menyumbang untuk pengadaan cairan disinfektan. Dan kita sudah semprotkan keseluruh jorong yang ada. Sudah 3 kali kita gelar kegiatan itu. Sekarang dana sudah habis, hanya uang lelah yang kami dapat dari pemerintah kenagarian, saat ini,"terang Barry Prima salah seorang piket di Posko, malam ini. 

"Kami mulai resah dan khawatir, jika corona tumbuh di kampung ini. Tercatat hingga malam ini, sekitar 170-an perantau sudah hadir di kampung. Rata-rata dari zona merah. Baru saja, ada satu mobil berisi 7 perantau yang melapor dan uji panas tubuh. Sementara kami yang piket tidak dilengkapi APD. Inikan berbahaya bagi kami dan keluarga. Kami saat ini sangat cemas. Mohon kiranya Posko darurat corona di Kenagarian dibantu APDnya. Khususnya dari pemkab Lima Puluh Kota, serta donatur lain,"sebut Barry. 

Terkait kondisi kurangnya APD ini dibenarkan Wali Nagari Taeh Baruh, Hasrul Chaniago. 

"Semangat warga untuk menjaga kampung dari wabah corona sangat Kami apresiasi. Namun itulah kondisi di Posko mandiri darurat corona, saat ini. Kekurangan APD. Sebagian dari dana desa sudah kita manfaatkan untuk itu, namun itu sesuai aturan yang berlaku. Persediaan dana untuk itu semakin menipis. Sementara Posko berfungsi 24 jam,"terang Hasrul Chaniago, membenarkan.

Mulai ramainya perantau yang pulang kampung, mungkin saja ada yang terjangkit wabah corona. Ini jadi kekhawatiran warga. 

"Perantau mulai berdatangan, dari sekitar 170-an yang melapor, baru 60 orang yang hampir habis masa isolasinya. Dan besok, ada 2 warga kita yang kembali harus menjalani swab test (off the record). Selain itu juga ada warga yang sedang diduga (sakit), karena kontak dengan perantau (dari zona merah) yang pulang sebentar.  Kita sedang mencari langkah bagaimana keluarga mau memeriksakan diri. Petugas medis, babinsa dan Bhabinkantibmas sudah tau kondisi ini. Termasuk pemerintah kecamatan. Saat ini di kantor Walinagari sudah ada 6000 masker yang akan didistribusikan secepatnya,"terang Hasrul, cemas. 

Dikatakan Hasrul, warga juga cemas, karena ada warga Nagari Taeh Baruh yang sempat kontak dengan penderita covids19 di Kota Payakumbuh. 

"Kita berharap warga jujur, dan mau bekerjasama untuk memeriksakan diri. Itu semua demi Taeh Baruh,"pungkasnya. (014)


Post a Comment

0 Comments