Semua Guru MTsN 2 Payakumbuh Harus Giat Menulis

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Menyukseskan program Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) yang diluncurkan Kementerian Agama, keluarga besar MTsN 2 Payakumbuh diminta Kepala Kankemenag H. Jufrimal untuk ikut mendukung penuh program terkait literasi tersebut. Untuk jajaran Kanwil Kemenag Sumbar, kelompok guru menulis ini dinamai Komunitas Penulis Penggiat Literasi (KPPL). 

Sebelumnya pengurus KPPL Kankemenag Kota Payakumbuh yang diketuai Desimarnis dan kawan-kawan, pada Selasa tanggal 17 Desember 2019 lalu, sudah dikukuhkan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, H. Hendri. 
Permintaan tegas untuk menyukseskan program tersebut disampaikan Jufrimal saat memberikan pembinaan pegawai dan evaluasi kinerja 2019 jajaran MTsN 2 Payakumbuh pada Kamis (16/01/2020) siang di ruang pertemuan majlis guru. 

Kepala Kankemenag hadir di MTsN 2 Payakumbuh tampak didampingi Kasi Pendmad Sri Yusnita bersama pengawas dan pengurus KPPL disambut Kepala MTsN 2 Payakumbuh Yenni Fitri bersama Kaur TU Murda Ayudi. 

Dalam pembinaannya, Jufrimal menyampaikan agar jajaran asn MTsN 2 Payakumbuh menuntaskan SPJ anggaran 2019, sekaligus menuntaskan SKP 2019 beserta kontrak kerja 2020.

Sehubungan dengan program Sagu Sabu, Jufrimal menghimbua dan mengajak para tenaga pendidik untuk rajin menulis, baik Karya Tulis Ilmiah, menulis buku dan pengembangan keprofesionalan guru. Karena semua itu bisa menunjang ketercukupan Angka Kredit (AK) guna syarat kenaikan pangkat guru. 

"Naik pangkat guru dan tenaga fungsional itu tidak sulit. Selama ini kendalanya adalag AK tidak tercukupi. Banyak guru di jajaran Kankemenag Kota Payakumbuh yang pangkatnya stagnan alias jalan di tempat dan mereka putus asa. Padahal PERMENPAN Nomor 16 2006, jelas mengatur proses kenaikan pangkat guru. Tahun 2020, Peraturan itu mesti kita jalankan, "terang Jufrimal. 

Guna memotivasi tenaga pendidik agar aktif menulis, KPPL Kankemenag Kota Payakumbuh bakal menggelar pelatihan menuliskan buku tanggal 8-9 Februari 2020 di Aula Hotel Kolivera iiir, dengan menghadirkan instruktur profesional dari pusat. 

"Saya harapkan 90% dari jajaran MTsN Payakumbuh untuk ikut pelatihan, ini, "tegas Jufrimal. 

Ajakan dan motivasi senada juga disampaikan Ketua KPPL Desimarnis didampingi rekannya sama penulis, Priska. M. Dirinya berkisah bahwa KPPL di Sumbar awalnya digagas 12 orang saja. Kala itu diketuai Hj Agusrida dari BDK Padang. Dan berkembang menjadi FUSO (Fasilitasi Untuk Semua Orang) dan bekerjasama dengan media guru. 

"usai dikukuhkan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar tanggal 17/12/2019, Ka kanwil meminta KPPL segera aksen. Di tingkat Sumbar kelas menulis dinamai MWC, sedang di daerah dinamai Sagu Sabu. Bukan sabu-sabu. Literasi adalah kemauan menulis dalam rangka menyelesaikan masalah,"sebut Desi 

"Orang pikun salah satunya disebabkan tak ada curhat. Dengan menulis kita lakukan curhat. Arti kata Payakumbuh cerdas. Selama 2019, KPPL dengan 750 penulis sudah lahirkan buku Ber-ISBN. Jangan menangis karena terlambat tau. Bangkit dan tumbuhlah. Motivasi diri hancurkan benteng takut menulis. Menulis tidaklah sulitnya. Dan yakinlah menulis bagi guru bisa meningkatkan Credit Poin untuk memenuhi AK, dan meningkatkan Poin finansial ke depan. Insyaallah, "pungkas Desimarnis diamini Priska. M. 

Penghujung pembinaan siang itu, Kepala MTsN 2 Payakumbuh Yenni Fitri mengucapkan terima kasih atas binaan. 

"Terima kasih atas pembinaannya Pak, kita sangat mendukung program Sagu Sabu. Dan kami siap mendorong jajaran untuk pro aktor dalam literasi ini, "ucap Yenni Fitri sembari menutup kegiatan. (014)