Ilusi Demokrasi Sebagai Solusi

Oleh: Neng Rohimah

IMPIANNEWS.COM

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengungkapkan, bahwa demokrasi tengah mengalami tantangan. Bahkan, beberapa survei menunjukkan bahwa demokrasi mengalami kemunduran.

Hal ini diungkapkan Retno Marsudi dalam sambutan pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-15 di Bali, Kamis (8/12/2022).

Survei yang dikutip oleh beliau dari Interntional IDEA dan Survei Freedom House.

Anehnya dari fakta yang terjadi akibat diterapkannya demokrasi masih ada pihak yang percaya demokrasi menjadi solusi permasalahan dunia, padahal prinsip demokrasi justru kontradiksi dan menunjukan kegagalan dalam mewujudkan kesejahteraan.

Demokrasi dipercaya mampu menyejahterakan seluruh rakyat padahal hanya terbukti menyejahterakan sekelompok oligarki. 

Demokrasi dipercaya memberikan keadilan serta mampu mewakili aspirasi rakyat padahal hanya menghasilkan wakil-wakil dan parpol parpol yang korup, tapi rakyat masih saja memilihnya.

Demokrasi dipercaya sebagai jalan perubahan yang benar padahal tidak pernah terbukti mampu menerapkan syariat islam kaffah, sayangnya sebagian muslim getol memperjuangkan  mati-matian bahkan mengatakan demokrasi sejalan dengan islam.

Demokrasi Lahir dari Sekulerisme

Sistem demokrasi lahir dari paham sekulerisme suatu paham yang memisahkan agama dari kehidupan, memberikan kewenangan manusia untuk membuat hukum yang diproduksi untuk mengikuti arahan yang berkuasa.

Demokrasi juga mempunyai standar ganda, dimana umat Islam yang menerima demokrasi disebut Islam toleran atau moderat sedangkan umat Islam yang menolak dan berpegang teguh pada Syariat Islam akan disebut ekstrimisme, radikal dan sebutan jahat lainnya.

Yang lebih mendasar bahwa demokrasi merupakan pemikiran yang lahir dari keterbatasan akal manusia. Dengan demikian, mungkinkah berbagai persoalan kehidupan dapat terselesaikan dengan baik dan tuntas? Dengan sifat manuasia yang relatif, cenderung berpihak, serta berubah-ubah, apakah mungkin akan terwujud keadilan dan kesejahteraan hakiki?

Islam Sebagai Solusi

Melihat asasnya saja demokrasi yaitu sekulerisme sudah jauh dari pemahaman Islam yang menjadikan aqidah atau agama sebagai asasnya.

Jelas bahwa umat Islam punya sistem sendiri warisan Rosulullah Saw, yang dalam fiqih islam disebut Khilafah.

"Aku wasiatkan pada kalian hendaklah kalian selalu bertakwa kepada Allah, mendengar, mentaati pemimpin sekalipun budak Habsyi, karena sesungguhnya siapapun dari kalian yang beumur panjang sesudahku akan melihat perselisihan yang banyak, oleh karena itu berpegang teguhlah padanya dan gigitlah itu erat-erat dengan gigi geraham, jauhilah perkara yang yang diada adakan.

Setiap perkara yang di ada-adakan adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan. (HR Ahmad, Abu Dawud, at Tirmidzi dan ibnu Majah).

Pada faktanya kholifah dan kholifah selanjutnya tidak pernah menerapkan  kecualu sistem Islam.

Dalam bukunya karangan syaih Taqiyyuddin anabhani seorang mujtahid dalam muqodimah kitab Dustur ayat 22 dikatakan ada 4 pilar sistem islam ;

1. Kedaulatan milik Syariah bukan milik rakyat, dimana hanya hukum Allah saja yang akan diterapkan bukan yang lain.

2. Kekuasaan berada pada tangan rakyat, dimana pengangkatan kepala negara kholifah tidak sah kecuali ada baiat oleh umat, mayoritas umat atau oleh ahlul ahli wal aqdi.

4. Mengangkat seorang Kholifah fardu atas seluruh muslim, jadi wajib bagi kaum muslimin mengangkat pemimpin sebagai Kholifah.

4. Hanya Kholifah yang berhak mengadopsi hukum Syariat dan menetapkan konstitusi, dimana Kholifah punya hak khusus melegalkan hukum Syara yang umum bersifat mengikat.

Umat harus memahami perubahan tidak akan terjadi dalam sistem demokrasi. Berharap perubahan pada demokrasi ibarat ilusi. Berganti banyak model dan sosok pemimpin nyatanya tidak membawa perubahan. Yang berganti hanya orangnya, bukan sistemnya. Itulah sebab permasalahn tidak kunjung mendapat solusi yang sesuai.

Sudah semestinya kaum muslimin tidak pernah menerapkan sistem yang lain.  Hanya dengan dakwah Islam dan bergabung dengan kelompok  dakwah yang shohihlah akan mampu mengembalikan sistem Islam bisa hadir kembali.

Wallahu a'lam..

Posting Komentar

0 Komentar