Pestisida dari Serai Wangi? Mahasiswa KKN-T UNAND Sukses Menghindari Tanaman Hortikultura dari Serangan Hama Lalat Buah

Oleh: Afifa Fauzia
(Mahasiswa Proteksi Tanaman UNAND)

IMPIANNEWS.COM

Kelompok mahasiswa UNAND yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Kalumpang, Kelurahan VI Suku, Kota Solok berhasil mengendalikan hama lalat buah dengan pestisida nabati dari ekstrak serai wangi dan diterapkan di lahan milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Kalumpang Jaya.

Kalumpang Jaya adalah salah satu Kelompok Wanita Tani di Kelurahan VI Suku. KWT ini membudidayakan berbagai jenis tanaman hortikultura mulai dari sayuran seperti oyong, kacang panjang, bayam, pare dan lain sebagainya. “Banyak sekali buah busuk yang berjatuhan, bahkan buah yang masih dalam keadaan masih muda sudah membusuk dan menghitam”, keluh Bu Mira, sekretaris KWT Kalumpang Jaya. 

“Disekitar tanaman yang sudah berbuah juga banyak hama lalat buahnya, penggunaan insektisida masih kami perhitungkan mengingat residunya”, tambahan dari Bundo En, salah satu anggota KWT. Inilah yang menjadi permasalahan utama dalam budidaya. Hama lalat buah yang seringkali merusak tanaman, terutama tanaman oyong dan pare. Banyak buah busuk yang berjatuhan akibat serangan hama lalat buah hingga hampir menyebabkan kerugian.

Selain pestisida kimia yang sudah menjadi kebiasaan dalam mengendalikan hama, juga terdapat pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan. Mahasiswa KKN-T UNAND memanfaatkan serai wangi dan diambil ekstraknya sebagai pestisida nabati. Serai wangi diketahui mengandung methyl heptanon dan sitronella yang bersifat repelent (penolak) serangga. Aroma ekstrak serai wangi mengacaukan aroma penarik yang dikeluarkan oleh tanaman inang, sehingga pergerakan hama menuju tanaman inang tersebut dapat dialihkan. Senyawa sitronella yang terdapat pada ekstrak serai wangi yang berperan sebagai bahan insektisida juga bekerja sebagai antifeedant. Sitronella yang terdapat pada ekstrak serai wangi menyebabkan pengurangan nafsu makan serangga, sehingga jumlah konsumsi serangga pada tanaman inang menjadi berkurang. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan dan menurunkan daya reproduksi serangga. Menurunnya angka keperidian akan menekan laju pertumbuhan populasi serangga. 

Serai wangi berbeda dengan serai dapur. Tanaman serai wangi memiliki bentuk daun yang lebih lebar dibandingkan bentuk daun serai dapur. Daunnya membentuk rumpun yang lebih besar dengan jumlah batang lebih banyak. Warna daun lebih tua (hijau tua), sedangkan serai dapur berdaun hijau muda agak kelabu. Batang serai wangi berwarna merah keunguan. Berbeda dengan serai dapur yang batangnya berwarna putih kehijauan. Tanaman serai wangi akan mengeluarkan wangi yang khas apabila daunnya diremas. 

Pembuatan ekstrak serai wangi dimulai dari pengambilan rumpun serai wangi dari batang hingga daun. Kemudian batang dan daun serai dipotong kecil-kecil. Masukkan batang dan daun serai yang telah dipotong ke dalam blender dan dicampur dengan air. 

Blender serai hingga halus dan lakukan penyaringan. Ekstrak serai wangi didiamkan 1x24 jam. Setelah didiamkan, ekstrak serai wangi siap diaplikasikan pada tanaman. Pengaplikasian dianjurkan menggunakan hand sprayer agar distribusi ekstrak serai wangi pada tanaman merata.

Hasil penggunaan pestisida nabati dari ekstrak serai wangi dapat terlihat dalam 2 minggu kemudian. Tujuan utama pembuatan pestisida nabati telah tercapai. Tidak terdapat lagi buah membusuk pada tanaman dan hama lalat buah dapat dikendalikan. Akhirnya, KWT Kalumpang Jaya bersama dengan mahasiswa KKN-T UNAND bersama-sama merayakan keberhasilan dengan panen tanaman budidaya.

Harapannya dengan dilakukannya sosialisasi serta panduan pembuatan ekstrak serai wangi sebagai pestisida nabati, masyarakat serta kelompok tani, terutama KWT Kalumpang Jaya dapat terbantu dalam membudidayakan tanaman. “Pestisida nabati dari ekstrak serai wangi dapat menjadi solusi dalam pengendalian hama lalat buah sehingga terjadi peningkatan produktivitas dari setiap pohon buah”, ujar Bu Mira, sekretaris KWT Kalumpang Jaya.

Posting Komentar

0 Komentar