Seseorang di Inggris Pasang Taruhan Rp 18.8 M Untuk Kemenangan Joe Biden


Kandidat Presiden dari Partai Demokrat dan mantan Wakil Presiden AS Joe Biden (kanan) serta moderator George Stephanopoulos tiba untuk menghadiri acara balai kota ABC News di National Constitution Center di Philadelphia pada 15 Oktober 2020.

IMPIANNEWS.COM (Inggeris).

Pendukung kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di Inggris memasang taruhan Rp 18,8 miliar di Betfair Exchange untuk menang di Pilpres AS 2020.

Mengutip CNN, Betfair Exchange merupakan bursa taruhan online terbesar di dunia, tempat para penjudi menemukan penjudi lain yang cocok dengan taruhan mereka.

CNN melaporkan, penjudi AS tidak diizinkan untuk menempatkan taruhan resmi pada pemilu.

Untuk diketahui, di AS taruhan olahraga legal menyebar di sebagian besar negara berkat putusan Mahkamah Agung tahun 2018.

Secara terpisah, taruhan pada pemilu di pasar taruhan legal Inggris melonjak, membuat pemungutan suara AS menjadi acara yang paling dipertaruhkan dalam sejarah.

Identitas petaruh, yang memasang taruhan pada 29 Oktober 2020 sampai saat ini tidak diketahui.

Mereka akan memenangkan keuntungan lebih dari Rp 10 miliar dan mendapat kembali taruhan Rp 18,8 miliarnya.

Lebih jauh, Oddsmaker menempatkan peluang Biden menang pada 65 persen dan peluang Trump menang 35 persen.

Menurut FiveThirtyEight, itu peluang yang sedikit lebih baik dibanding pekan lalu dengan peluang dua banding satu.

Taruhan Terbesar dalam Sejarah Betfair

Taruhan 1 juta Poundsterling atau Rp 18,8 miliar ini tercatat sebagai taruhan terbesar ketiga dalam sejarah Betfair.

Sebelumnya, taruhan lebih tinggi dipasang dengan angka 1,1 juta Poundsterling untuk pemain tenis Rafel Nadal di Prancis Terbuka 2010.

Kemudian, taruhan lebih sedikit dari 1 juta Poundsterling dipasang untul Floyd Mayweather Jr dalam pertandingan tahun 2017 melawan Conor McGregor.

Taruhan ini bisa menjadi pertanda baik untuk Biden.

Pete Watt, Manajer Hubungan Masyarakat OddsChecker AS mengatakan, petaruh uang jumlah besar biasanya bertaruh pada sosok yang 'favorit'.

"Dan mereka biasanya sangat dekat dengan acara yang berlangsung," katanya.

"Perbedaan kecil dalam peluang akan membuat perbedaan besar dalam keuntungan para petaruh besar," terangnya.

"Karena itu, para petaruh itu mungkin menunggu sampai mereka yakin mereka bisa mendapatkan peluang terbaik pada taruhan mereka," jelasnya.

Untuk dicatat, taruhan yang menang adalah siapa yang menjadi presiden berikutnya, bukan siapa yang memenangkan suara terbanyak .


Posting Komentar

0 Komentar