Para Demo Sudah Gerah Tuntut PM Netanyahu Mundur dari Jabatannya. di tengah Pemberlakuan Lockdown

 Para Demo Sudah Gerah Tuntut PM Netanyahu Mundur  dari Jabatannya. di tengah Pemberlakuan Lockdown


Warga Israel kembali menggelar demo menuntut PM Benjamin Netanyahu mundur dari jabatannya. Demo digelar di tengah pemberlakukan lockdown. (foto: AFP)

IMPIANNEWS.COM. (Yerusalem).

Warga Israel tetap menggelar aksi unjuk rasa menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mundur di tengah pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown). Demonstran sudah gerah dengan kepemimpinan Netanyahu yang korup.

Parlemen Israel pekan lalu menyetujui undang-undang pembatasan aksi demonstrasi selama lockdown. Kebijakan ini diambil setelah melihat angka kenaikan kasus infeksi Covid-19 di Israel terus meninggi.

ADVERTISEMENT

Salah satu isi UU yang disahkan adalah melarang orang berkumpul dan melakukan aktifitas lebih dari satu kilometer dari rumah mereka.

Namun demikian, pemberlakuan UU itu tidak menyurutkan gerakan protes mendesak PM Benjamin Netanyahu segera mundur dari jabatannya. Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan Yerusalem, Sabtu (10/10/2020) malam waktu setempat. Mereka menyuarakan kekecewaan mengenai penanganan Covid-19 oleh pemerintah Israel.

Demonstran menyebut Netanyahu gagal melindungi warga dari ancaman Covid-19 serta dampak ekonomi. Pengunjuk rasa juga menuduh Netanyahu melakukan korupsi.

"Mundur, mundur," teriakan pengunjuk rasa sambil membentangkan foto dan spanduk, dikutip dari AFP, Minggu (11/10/2020).

Para demonstran mayoritas menaati aturan physical distancing serta memakai masker sebagai upaya mencegah penularan Covid-19. Demo terbaru terbilang lebih tertib daripada aksi sebelumnya di Tel Aviv yang berujung bentrok dengan polisi.

Israel menghadapi lonjakan kasus infeksi Covid-19 sejak awal September lalu. Sejauh ini, terdapat lebih dari 280.000 kasus Covid-19 di negara Yahudi itu serta lebih dari 1.900 kasus kematian.

Dengan populasi 9 juta orang, Israel kini menjadi negara dengan tingkat infeksi Covid-19 mingguan tertinggi di dunia per kapita.

Kemarahan publik semakin menjadi setelah istri Netanyahu diketahui mengundang seorang penata rambut ke kediaman perdana menteri saat pemberlakukan lockdown, tindakan yang dianggap melanggar kebijakan.

Sebab, dalam UU penguncian wilayah hanya beberapa jenis pekerjaan tertentu yang diperbolehkan tempat aktifitas mereka. ***


Posting Komentar

0 Komentar