Menlu Iran Javad Zarif, Berakhir Embargo PBB Sejalan Kesepakatan Nuklir Penting pada 2015

Menlu Iran Javad Zarif, Berakhir Embargo PBB Sejalan Kesepakatan Nuklir Penting pada 2015


Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif. (Foto: AFP)

IMPIANNEWS.COM (Teheran).

Embargo PBB atas penjualan senjata dari dan ke Iran telah berakhir hari ini. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan, berakhirnya embargo itu sejalan dengan kesepakatan nuklir penting pada 2015.
“Mulai hari ini, semua pembatasan transfer senjata, kegiatan terkait, dan layanan keuangan dari dan ke Republik Islam Iran semuanya otomatis dihentikan,” ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, dilansir impiannews.com, Minggu (18/10/2020).

Embargo penjualan senjata ke Iran akan berakhir secara bertahap mulai Minggu ini di bawah ketentuan resolusi PBB yang berisi kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan sejumlah kekuatan dunia.
“Mulai hari ini, Republik Islam (Iran) dapat memperoleh senjata dan peralatan yang diperlukan dari sumber mana pun tanpa batasan hukum, dan hanya berdasarkan kebutuhan pertahanannya,” kata Kemlu Iran lagi dalam pernyataan yang diunggah di Twitter.
Negara pimpinan Presiden Hassan Rouhani itu berpendapat, di bawah ketentuan kesepakatan 2015—yang dilakukan dengan AS, Cina, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Uni Eropa—pencabutan embargo senjata itu berlaku dengan sendirinya tanpa diperlukan syarat lain.
Video Wawancara Khusus Menlu Retno Marsudi soal Agenda Kesepakatan Damai Taliban di Qatar
Kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Taliban disambut baik Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi menekankan kesepakatan tersebut merupakan langkah awal yang perlu segera ditindaklanjuti dengan negosiasi Intra-Afghan, antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban.
Pada 2018, Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik AS dari Kesepakatan Nuklir Iran 2015 itu, dan secara sepihak mulai menerapkan kembali sanksi terhadap Iran. Akan tetapi, diplomasi Washington DC mengalami kemunduran pada Agustus lalu ketika AS gagal memenangkan dukungan dari Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata tanpa batas kepada Negeri Persia itu.
“Ini adalah hari yang penting bagi komunitas internasional,” ungkap Kemlu Iran, hari ini. Kementerian itu menambahkan, dunia telah berpihak kepada Teheran dalam melawan rezim AS ***

Posting Komentar

0 Komentar