Israel Tolak 9 Visa Staf OHCHR Bekerja di Palestina Sebagai Relawan HAM

 Israel Tolak 9 Visa Staf OHCHR Bekerja di Palestina Sebagai Relawan HAM


Pemerintah Israel enggan memperpanjang visa staf OHCHR yang bekerja di wilayah Palestina. (Foto: Zaman Alwsl/Twitter)

IMPIANNEWS.COM (Israel).

Israel menolak memperpanjang visa 9 staf United Nations High Commissioner for Human RIghts (OHCHR) yang bekerja di Palestina, memaksa para relawan hak asasi manusia itu untuk pergi. Direktur OHCHR, James Heenan, salah satu yang visanya tak diperpanjang.

Seperti dilansir Al Jazeera,  dikutip impiannews.com Jumat (16/10/2020), para staf memilih kembali ke negara asal mereka karena takut ditangkap pemerintah Israel lantaran tak memiliki dokumen resmi.

Staf OHCHR sendiri berjumlah total 12 orang. Visa tiga staf asing lainnya akan kadaluwarsa beberapa bulan lagi.

"Memaksa kelompok pemerhati hak asasi manusia jelas sebuah strategi untuk mengaburkan proses pencatatan tindak represi Israel terhadap rakyat Palestina," kata Omar Shakir, direktur Human Rights Watch untuk kawasan Israel dan Palestina, seperti dikutip Al Jazeera.

Shakir, yang saat ini bermarkas di Amman setelah diusir keluar dari Israel karena dituduh mendukung aksi boikot setempat, menunjukkan bahwa insiden yang menimpa para staf OHCHR adalah bagian dari tren terkini di mana mereka didepak dari Israel karena sering menyampaikan kritik tentang penanganan kasus HAM di negara tersebut.

"Namun faktanya, membungkam para aktivis HAM seringkali justru mengundang banyak perhatian ke isu yang bersangkutan," kata Shakir.

Israel sendiri telah menangguhkan hubungannya dengan OHCHR sejak Februari lalu lantaran agensi tersebut merilis daftar berisi lebih dari 100 perusahaan yang berlokasi di kawasan ilegal Tepi Barat.

Selain para staf agensi PBB, Israel juga menahan visa seorang penyanyi pop asal Palestina, Mohammed Assaf, yang terkenal setelah memenangkan kompetisi nyanyi Arab Idol pada tahun 2013 lalu.

Seperti dilansir Al Jazeera, beberapa politisi mengatakan bahwa penyanyi pop itu dilarang masuk ke Palestina karena telah merilis video yang menggugah semangat resistensi terhadap pendudukan Israel di Palestina.


Posting Komentar

0 Komentar