China Kerahkan 60 Ribu Tentara di Perbatasan Utara India

China Kerahkan 60 Ribu Tentara di Perbatasan Utara India


IMPIANNEWS.COM (India).

China telah mengumpulkan 60 ribu tentara di perbatasan utara India, menurut penuturan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang juga mengecam Beijing karena “perilaku buruk” dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap negara-negara Quad.

Para menteri luar negeri dari negara-negara Indo-Pasifik, yang dikenal sebagai kelompok Quad (AS, Jepang, India, dan Australia), bertemu di Tokyo pada Selasa (6/10) dalam pembicaraan tatap muka pertama mereka sejak pandemi virus corona dimulai.

Pertemuan tersebut berlangsung dengan latar belakang perilaku militer China yang agresif di Indo-Pasifik, Laut China Selatan, dan di sepanjang Line of Actual Control (LAC) di timur Ladakh.

“India didatangi 60 ribu tentara China di perbatasan utara mereka,” Pompeo mengatakan kepada The Guy Benson Show dikutip impiannews.com, dalam wawancara pada Jumat (9/10) setelah kembali dari Tokyo, di mana dia menghadiri pertemuan Quad dengan rekan-rekannya dari India, Jepang, dan Australia.

“Saya bersama rekan-rekan menteri luar negeri saya dari India, Australia, dan Jepang, sebuah format yang kami sebut Quad, empat negara demokrasi besar, empat ekonomi kuat, empat negara, masing-masing memiliki risiko nyata terkait dengan ancaman dari Partai Komunis China. Mereka juga melihat ancaman itu di negara asalnya,” katanya, sebagaimana dikutip One India.

Pompeo bertemu dengan Menteri Luar Negeri India S Jaishankar di Tokyo pada Selasa (6/10). Mereka menggarisbawahi perlunya bekerja sama untuk memajukan, perdamaian, kemakmuran, dan keamanan di Indo-Pasifik dan di seluruh dunia. Dia menggambarkan pertemuannya dengan Jaishankar sebagai “produktif.”

“Mereka, orang-orang dari negara Quad, memahami bahwa kita semua membiarkan ancaman ini terlalu lama. Selama beberapa dekade, Barat mengizinkan Partai Komunis China untuk menginjak-injak kita. Pemerintahan sebelumnya bertekuk lutut, terlalu sering mengizinkan China untuk mencuri kekayaan intelektual kita dan jutaan pekerjaan yang menyertainya. Mereka juga melihatnya di negara mereka,” katanya dalam wawancara tersebut.

Dalam wawancara lain dengan Larry O’Connor, Pompeo mengatakan dalam pertemuannya dengan rekan-rekannya dari Jepang, India, dan Australia, mereka mulai mengembangkan seperangkat pemahaman dan kebijakan yang dapat bersama-sama membawa negara-negara ini bekerja untuk menghadirkan perlawanan sejati terhadap ancaman Partai Komunis China.

“Mereka sangat membutuhkan Amerika Serikat untuk menjadi sekutu dan mitra mereka dalam pertarungan ini,” tutur Pompeo.

“Mereka semua telah melihat (ancaman dari China), entah itu India, yang benar-benar melakukan konfrontasi fisik dengan China di Himalaya di bagian timur laut India, orang China sekarang mulai mengumpulkan kekuatan besar untuk melawan India di utara,” ujarnya.

India dan China terjebak dalam kebuntuan perbatasan yang sengit di Ladakh timur sejak awal Mei, yang secara signifikan telah membuat tegang hubungan bilateral. Kedua belah pihak telah mengadakan serangkaian pembicaraan diplomatik dan militer untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

Namun, tidak ada terobosan yang dicapai untuk mengakhiri kebuntuan tersebut. China gagal mencoba menduduki wilayah India di tepi selatan danau Pangong pada minggu terakhir Agustus.

“Dunia telah terbangun. Gelombang mulai berbalik. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Trump kini telah membangun koalisi yang akan melawan ancaman tersebut dan menjaga ketertiban, supremasi hukum, dan dasar-dasar dari demokrasi yang mengendalikan dunia dan bukan rezim otoriter,” kata Pompeo.

Dalam wawancara ketiganya dengan Fox News, Pompeo mengatakan AS di bawah pemerintahan Trump telah mulai membangun semua struktur dan sekutu serta koalisi untuk melawan China.

“Kami bertujuan untuk melindungi rakyat Amerika dari ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis China,” tegasnya.

Merujuk pada pertemuan empat tingkat menteri, Pompeo mengatakan tiga negara lain Jepang, India, dan Australia sedang membangun koalisi, membangun mitra dan sekutu di seluruh dunia yang memahami ancaman dari Partai Komunis China dengan cara yang sama seperti “yang kami lakukan”.

“Lihat saja, mereka telah menumpuk 60 ribu tentara untuk melawan orang India di utara. Ketika orang Australia memiliki keberanian untuk meminta penyelidikan virus Wuhan, di mana virus itu bermula, sesuatu yang banyak dari kita telah ketahui, Partai Komunis China mengancam mereka. Mereka menindas Australia,” ujar Pompeo kepada Fox News.

“Kami membutuhkan mitra dan teman. Mereka pasti akan mencoba untuk bereaksi. Namun Partai Komunis China telah terbiasa menonton Amerika berlutut, melihat kita mengalah, dan menenangkan mereka,” tuturnya.

“Itu hanya mendorong perilaku buruk mereka, aktivitas buruk mereka. Dengan desakan kita, mereka akan memahami kita serius tentang hal itu. Saya yakin upaya ini akan mengubah sifat dari apa yang Partai Komunis China coba lakukan untuk merugikan Amerika, Pompeo mengklaim.

Penerjemah: Nur Hidayati

Editor: Purnama Ayu Rizky


Posting Komentar

0 Komentar