Azerbaijan Tembak 3 Drone dan Serang Tentara Armenia, Akibat Kesal Dikianati

 Azerbaijan Tembak 3 Drone dan Serang Tentara Armenia, Akibat Kesal Dikianati


IMPIANNEWS.COM (Azerbaijan).

Situasi di wilayah Nagorno-Karabakh kembali menegang. Pasca-kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan Elmar Mammadyarov pada hari Sabtu, 10 Oktober 2020 lalu, pasukan Angkatan Bersenjata Armenia dikabarkan kembali melakukan serangan militer ke sejumlah wilayah Azerbaijan.

Azerbaijan pun merasa telah dikhianati oleh Armenia atas kesepakatan damai atau gencatan senjata yang telah difasilitasi Moskow, Rusia pada akhir pekan lalu. Pasalnya, selang beberapa jam dari kesepakatan damai, tentara Armenia justru melakukan serangan ke sejumlah wilayah Azerbaijan.

Menyikapi serangan Armenia itu, Menteri Pertahanan Azerbaijan menyatakan, Tentara Azerbaijan telah memukul mundur tentara Armenia sebagai serangan balasan yang telah dilancarkan oleh Armenia pada hari Minggu dini hari, 11 Oktober lalu.

Tidak hanya itu, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan, tentara Armenia telah berusaha merebut pos-pos militer Azerbaijan setelah mereka melancarkan serangan ke arah pemukiman sipil di Agdere, Agdam, Fuzuli, dan Cebrail.

"Tentara Azerbaijan mengusir tentara Armenia. Mereka menggagalkan serangan Armenia yang dilakukan dengan melanggar gencatan senjata yang bertujuan merebut kembali posisi militer sebelumnya," kata Kementerian Pertahanan Azerbaijan dikutip VIVA Militer dari Anadolu Agency, Senin, 12 Oktober 2020.



Pihak otoritas Azerbaijan menambahkan, selain memukul mundur tentara Armenia, pihaknya juga telah berhasil menghancurkan sejumlah tank tempur T-72 dan tiga rudal Grad yang ditinggal lari Angkatan Bersenjata Armenia.

"Unit artileri Armenia mundur dan beberapa personilnya melarikan diri setelah meninggalkan kendaraan militernya," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, konflik antara Azerbaijan dan Armenia terjadi sejak tanggal 27 September 2020 lalu. Saling serang pasukan militer dua negara pecahan Uni Soviet itu terjadi di sekitar perbatasan Nagorno-Karabakh. Perang yang terjadi hampir 15 hari itu telah menyebabkan ribuan orang meninggal dunia, dan tidak sedikit warga sipil dari dua negara itu kehilangan tempat tinggal mereka karena menjadi korban kekejaman perang dua negara yang memperebutkan klaim wilayah Nagorno-Karabakh itu.***


Posting Komentar

0 Komentar