Ulah Kapal Silam RI, Militer Australia Keringat Dingin Saat Hendak Memerdekan Timur Timor



Ulah Kapal Silam  RI, Militer Australia Keringat Dingin Saat Hendak Memerdekan Timur Timor

Militer Australia Keringat Dingin Saat Hendak Merdekakan Timor Timur Gegara Ulah Kapal Selam TNI AL /PAL Indonesia

IMPIANNEWS.COM (Timur Timor).

Kedatangan pasukan International Force East Timor (INTERFET) dibawah bendera PBB menjadi awal referendum Timor Timur untuk merdeka dari Indonesia.

Perlu diketahui, Indonesia memandang referendum Timor Timur penuh kecurangan.
Pasalnya penghitungan suara tidak dilakukan di tempat netral.
Namun malah dilakukan di Australia yang merupakan negara pendukung kemerdekaan Timor Timur.

Jadi saat hari pencoblosan selesai, kotak suara segera diangkut ke Australia dan bimsalabim 78.5 persen suara hasil referendum rakyat Timor Timur ingin lepas dari Indonesia.

Entah itu ada suara fiktif atau tidak yang penting keinginan Australia serta Timor Timur tercapai.

Namun itu masa lalu, sekarang urus saja urusan masing-masing biar waktu nanti yang membuktikan mana saudara dan mana perampok bagi negara Timor Leste.

Dikutip impiannews.com lewat zonajakarta.com dari The Telegraph, Selasa (8/9/2020) meski demikian kedatangan pasukan INTERFET untuk menginjak kaki di Timor Timur tahun 1999 tidak mudah.

Pasukan multinasional yang dikomandoi Australia itu harus keluar keringat dingin ketika memasuki perairan Timor Timur.
Pasalnya perairan Timor Timur dijaga siluman bawah air alias kapal selam milik TNI AL.

Keberadaan kapal selam TNI AL ini menyulitkan armada INTERFET untuk mendarat di bumi Lorosaeseperti diungkapkan oleh analis pertahanan asal Selandia Baru, David Dickens dari direktur Pusat Studi Strategis di Universitas Victoria, Wellington.

Dickens yang mengutip pernyataan dari Admiral Peter McHaffie yang saat itu merupakan Kepala Staf AL Kerajaan Selandia Baru menjelaskan jika kapal fregat HMNZS Canterbury mendeteksi pergerakan kapal selam saat pasukan INTERFET hendak memasuki perairan menuju kota Suai.

Celakanya, kapal selam yang diduga kuat milik TNI AL ini sangat lihai menghindari pantulan sonar pelacak dari kapal-kapal perang INTERFET.

Terkadang terlacak namun sesaat kemudian hilang, layaknya siluman yang membuat INTERFET was-was bukan main karena bisa saja mereka dimangsa oleh torpedo kapal selam.

"Perwira INTERFET Australia menilai para pejuang (milisi) dan kapal selam Indonesia sebagai ancaman nyata di sejumlah titik di Timor Timur," ujar Dickens.



Pasukan INTERFET saat di Dili, Timor Timur Australian War Memorial

"Ada kekhawatiran tersendiri bagi INTERFET akan serangan angkatan laut Indonesia menggunakan kapal selam dan unsur lainnya yang bisa sewaktu-waktu datang."

"Yang paling mengkhawatirkan INTERFET ialah kapal selam Indonesiabisa digunakan untuk menyelinap di malam hari dekat armada Australia dkk dan menurunkan pasukan khusus (Kopaska) dan menenggelamkan salah satu kapal INTERFET ketika berada di pelabuhan Dili atau di lain tempat," jelas Dickens.

Keresahan ini dilaporkan Australia ke PBB lantas digunakan oleh mereka sebagai alat menekan Indonesia agar INTERFET segera diizinkan mendarat di Timor Timur.

Asal tahu saja jika INTERFET tidak di bawah PBB sampai kapanpun mereka tak akan bisa mendarat di Timor Timur.*