Trump: Ancam Orang Yahudi, Israel Akan Menderita Jika Dia Tidak Terpilih

 

Trump: Ancam Orang Yahudi, Israel Akan Menderita Jika Dia Tidak Terpilih

Presiden Donald Trump bersama PM Israel Netanyahu saat di Gedung Putih pada 15 September 2020/Net

IMPIANNEWS.COM (AS)

Pemilihan Amerika semakin dekat saja. Usai dengan upacara penandatanganan kesepakatan UEA, Bahrain dan Israe, Presiden AS Donald Trump kembali mengimbau orang-orang Yahudi yang ada di Amerika untuk setia kepada Israel, dan yang paling penting yang tersirat dari kalimatnya adalah agar para pemimpin masyarakat itu untuk memberikan suara untuknya.

Dalam percakapan telepon selama 20 menit dengan para pemimpin Yahudi di Amerika pada Rabu (16/9), Trump mengatakan, "Kami sangat menghargai Anda," sebuah tradisi presidensial tahunan sebelum Rosh Hashanah.

"Kami juga menghargai negara Anda," lanjut Trump.

Rosh Hashanah adalah salah satu dari 4 perayaan tahun baru yang dilakukan oleh orang Yahudi. Hari raya ini juga sering kali disebut sebagai Yom Teruah, Yom Hazikarom, Yom Hadim, atau Ianim Nora'im, yang dilaksakan pada 18 September - 20 September.

Saat berada di Gedung Putih pada Selasa (15/9), Trump memperkenalkan menantu laki-lakinya yang seorang Yahudi, Jared Kushner, yang menjadi perantara kesepakatan bersejarah dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain yang ditandatangani pada Selasa itu, Trump menyebutnya 'Pemimpin yang luar biasa bagi Israel'.

Komentar Trump dalam situasi seperti itu mengaburkan batas antara acara Gedung Putih dan kampanye. Dan seruan kampanye dari Gedung Putih dipandang tidak etis.

Dalam panggilan telepon bersama para pemimpin Yahudi, Trump mendesak mereka untuk berkampanye untuknya. Bahkan secara terang-terangan mengingatkan, bahwa Israel akan menderita jika dia tidak terpilih kembali pada musim gugur ini.

"Saya harus mengatakan ini, apa pun yang dapat Anda lakukan untuk 3 November mendatang, akan menjadi sangat penting. Karena jika kami tidak menang, Israel dalam masalah besar," kata Trump.

Trump pun memerinci apa yang dilakukan Amerika Serikat untuk Israel, di antaranya bahwa AS memberikan 4,2 miliar dolar AS dalam bantuan tahunan ke negara itu. Angka tersebut adalah 3,8 miliar dolar AS yang berasal dari kesepakatan yang ditengahi oleh pendahulu Trump, yaitu Barack Obama.

"Kami berada di Timur Tengah karena Israel," kata Trump, posisi yang bertentangan dengan berbagai kepentingan, termasuk aliran bebas minyak, yang dimiliki Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Orang Yahudi biasanya memberikan suara dalam jumlah besar untuk calon presiden dari Partai Demokrat. Sebuah polling minggu ini menunjukkan Joe Biden mendapatkan 67 persen suara dan Trump 30 persen. Tetapi para pemilih Yahudi di negara bagian, terutama Florida, dapat mengayunkan apa yang mungkin merupakan pemilihan yang dekat, dan Trump mengisyaratkan bahwa dia bingung tentang mengapa dia tidak akan mendapatkan bagian yang lebih besar dari suara Yahudi.

“Yang benar-benar membuat saya takjub, dan saya harus memberi tahu Anda, karena saya melihat jajak pendapat bahwa pada pemilu terakhir, saya kok hanya mendapat 25 persen suara Yahudi? Saya berkata di sini, saya memiliki menantu laki-laki dan seorang putri yang beragama Yahudi. Saya memiliki cucu cantik yang adalah orang Yahudi. Saya juga memiliki semua pencapaian luar biasa ini,” kata Trump. ***


Post a Comment

0 Comments