Mantan Menhan AS Jenderal James Norman Mattis Tegur China Jangan Memicu Perang Fisik

 

Mantan Menhan AS Jenderal James Norman Mattis Tegur China Jangan Memicu Perang Fisik


IMPIANNEWS.COM (AS).

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan China di Laut China Selatan dan Timur masih terus berlanjut.

China saat ini terus meningkatkan agresivitasnya dan semakin kuat di Laut China Selatan, bahkan hingga meminta rakyatnya bersiap menghadapi peperangan fisik.

Sementara itu AS yang mendukung hak negara-negara kepulauan dan pelayaran bebas di Laut China Selatan terus memberi perlawanan lewat berbagai peringatan dan operasi militer.

Meski perseteruan sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu, kedua belah pihak berusaha untuk tidak menjadi provokator perang.

Bahkan, sebuah buku baru-baru ini mengungkap bahwa AS pernah memperingatkan China untuk jangan memicu perang fisik. Pasalnya, dunia sudah menderita dua perang besar yang benar-benar meluluhlantakkan banyak negara.

Peringatan tersebut dikeluarkan oleh mantan Menteri Pertahanan AS Jenderal James Norman Mattis kepada Menteri Pertahanan China Wei Fenghe pada 2018 silam. Fakta baru itu diungkapkan leh Jurnalis Bob Woodward dalam buku barunya berjudul 'Rage'.

Buku tersebut berisi wawancara sejumlah mantan pejabat penting AS, maupun petinggi yang saat ini menjabat, termasuk Presiden Donald Trump. Bob Woodward selaku penulis buku tersebut mengaku telah berbincang secara mendalam dengan Presiden Donald Trump sebanyak 18 kali.

Dalam buku itu , Bob mendapatkan pengakuan dari Jenderal Mattis yang sempat memberi peringatan keras kepada China atas ketegangan di Laut China Selatan. Peringatan itu dikeluarkan Jenderal Mattis ketika Wei Fenghe berkunjung ke AS pada 8 November 2018.

Wei Fenghe datang ke Washington sesaat setelah terjadi tabrakan antara kapal perang China dengan kapal perusak AS, USS Decatur di Laut China Selatan. Washington mengklaim kapal China telah mendekat hingga 41 meter dengan USS Decatur sehingga kecelakaan terjadi.

Di sisi lain, Beijing mengklaim \ kapal AS sudah memasuki wilayah perairannya sehingga berhak untuk ditabrak. Tempat kejadian perkara berada di tengah-tengah wilayah yang dipersengketakan China, yakni nine dash line Laut China Selatan.

Jalur pelayaran tersibuk di dunia itu diklaim milik China. Sebagai aksi perlawanan, AS mengerahkan armada lautnya ke sana demi 'melindungi perairan terbuka'. Dalam pertemuan kedua petinggi adidaya dunia tersebut, Jenderal Mattis meminta China agar jangan sampai memicu Perang Dunia Ketiga.

"Apakah kita akan sebodoh Eropa yang telah dua kali membuat dunia hancur lebur di abad ke-20?" ujar Mattis dikutip impiannews.com dari Express.

"Atau kita takkan mengarah ke sana? Mohon catat, jika Anda menginginkan pertarungan, saya akan melawan. Saya akan melawan siapapun," tegasnya.

"Tak ada negara yang akan mendominasi Pasifik. Sejarah sudah membuktikannya 100 persen takkan terjadi. Jika Anda berpikir akan dapatkan Pasifik, Anda adalah orang keempat yang berpikir demikian," pungkas Mattis.***


Posting Komentar

0 Komentar