Makin Mesra AS dengan Taiwan, China Cemburu Kirim Belasan Pesawat Tempur

 

Makin Mesra AS dengan Taiwan, China Cemburu Kirim Belasan Pesawat Tempur


Ilustrasi jet tempur.* /geetha.mil.gr

IMPIANNEWS.COM (Taiwan). 

Tensi ketegangan antara China dan Taiwan semakin memanas. Presiden China Xi Jinping pun langsung mengambil langkah tegas dengan mengerahkan pesawat jet tempurnya.

Persoalan itu dipicu makin mesranya Taiwan dengan Amerika Serikat (AS). Mereka bahkan disebut berencana membeli sejumlah alat pertahanan atau senjata dari AS.

Seperti diketahui, belakangan ini AS seolah menjadi musuh besar bagi China. Negeri Tirai Bambu sepertinya tak rela jika Taiwan 'dikuasai' oleh AS.

China pun melakukan latihan militer di Selat Taiwan bersamaan dengan kedatangan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Ekonomi Keith Krach.

Krach tiba di Taipei pada Kamis lalu untuk menghadiri upacara peringatan mantan presiden Lee Teng-hui yang dijuluki Mr. Demokrasi oleh rakyat Taiwan. Kedatangan Krach ke Taiwan makin membuat China murka.

Beijing menilai kedatangan utusan AS ke Taiwan hanya akan membuat gaduh. Negara yang dipimpin Presiden Donald Trump itu dianggap telah melewati batas dan terlalu ikut campur urusan Taiwan yang diklaim China sebagai wilayah otoritasnya.

Reaksi keras dikeluarkan Presiden Xi Jinping, terlebih setelah ada informasi jika Krach datang ke Taiwan terkait rencana Taiwan mendapatkan sejumlah sistem pertahanan baru dari AS.

Xi Jinping langsung memerintahkan pesawat jet tempur keluar dari kandangnya dengan dalih latihan militer.Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) juga telah mengirim 19 jet tempurnya melintasi Selat Taiwan.

Pesawat-pesawat itu mendekati pulau pada saat Krach menghadiri upacara peringatan mediang mantan Presiden Taiwan Lee Teng-hui pada Sabtu, 19 September 2020.

Xi Jinping menyebut upaya itu dilakukan agas AS tidak bisa semena-mena masuk ke Taiwan begitu saja.

Menurut Kementerian Pertahanan Taiwan, 19 jet tempur China yang melintas mendekati Taiwan dan berhasil diidentifikasi oleh Angkatan Udara Taiwan.

Jumlahnya terdiri dari 12 pesawat tempur J-16, dua pesawat tempur J-10, dua pesawat tempur J-11, dua pesawat pembom H-6, dan satu pesawat anti-kapal selam Y-8.

"ROCAF mengacak pesawat tempur dan mengerahkan sistem rudal pertahanan udara untuk memantau aktivitas mereka," terang Kementerian Pertahanan Taiwan dari Reuters, Minggu, 20 September 2020.

Dalam laporan Global Times menyatakan, belum pernah terjadi sebelumnya Angkatan Udara Taiwan melihat pesawat PLAAF terbang dekat dengan pulau Taiwan. Apalagi dalam skala besar selama dua hari berturut-turut.

Namun jika AS tetap ngotot melanjutkan kerjasamanya dengan Taiwan, kemungkinan perang besar antara China dan Taiwan akan pecah dalam waktu dekat ini.

"Jet PLA hanya 'satu inci' dari pulau Taiwan. Jika AS dan pulau itu melanjutkan kolusi mereka untuk memisahkan pulau itu dari China, kami yakin PLA cukup tegas untuk meluncurkan rudal jelajah ke seluruh pulau," paparnya dikutip dari wartaekonomi.***


Posting Komentar

0 Komentar