Lebih 50 tahun Penduduk Pulau Vanuatu Memiliki Reputasi sebagai Kanibal Menakutkan.

Lebih 50 tahun Penduduk Pulau Vanuatu Memiliki Reputasi sebagai Kanibal Menakutkan.


Perdana Menteri Vanuatu Bob Loughman. /UN.org/

IMPIANNEWS.COM (Vanuatu).

Nama negara Vanuatu kini tengah ramai diperbincangkan di Indonesia. Hal itu mencuat setelah Menteri Republik Vanuatu Bob Loughman menyebut Indoensia melakukan pelanggaran HAM di Papua pada sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Namun meski ramai diperbincangkan, banyak yang belum tahu lokasi Vanuatu. Bahkan mungkin lebih banyak lagi yang belum mengetahui jika negara di Pasifik tersebut tenyata pernah dihantui kanibalisme.

Situs yts.vu bahkan menyebut, kanibalisme baru berakhir di tahun 1970an. Situs tersebut menyebut, sebagian besar antropolog sepakat kanibalisme di Vanuatu terakhir terjadi pada tahun 1969.

Laporan Squires hingga lebih dari 50 tahun lalu, penduduk pulau Vanuatu memiliki reputasi sebagai kanibal yang menakutkan.

Catatan tahun 1839, dua misionaris Inggris pertama yang akan dikirim dari London Missionary Society dibunuh dan menjadi korban kanibalisme di Pulau Martir yang kini dikenal sebagai Erromango.

"Setelah berkunjung tahun 2008, penulis kami bahkan ditawari tips tentang cara terbaik memasak manusia. Pertama, nenek moyang kita akan menggali lubang di tanah,” ujar seorang warga bernama Berna Kambai.

"Mereka akan memasukkan batu panas ke dalam lubang, lalu memotong jasad menjadi beberapa bagian dan meletakkannya di atasnya. Mereka akan menambahkan ubi dan talas, lalu menutupnya dengan batu panas dan daun pisang agar uapnya tetap masuk.”

Waktu memanggang standar kabarnya 3-5 jam dan bagian kepala menjadi bagian yang diserahkan pada kepala desa.

Tak hanya itu, untuk urusan bencana alam, Vanuatu menjadi negara yang paling berisiko tersapu bencana atau berbahaya. Laporan World Risk dari Universitas PBB untuk Lingkungan dan Keamanan Manusia menetapkan persentase risiko untuk total 173 negara.

Berdasarkan kemungkinan mengalami gempa bumi, badai, banjir, kekeringan, dan naiknya permukaan laut Vanuatu menduduki peringkat teratas dengan 36,43 persen. Disusul Tonga, Filipina, Guatemala, dan Bangladesh.

Tetapi Vanuatu cukup baik dalam urusan tembakau. Negara kepulauan Vanuatu ternyata satu dari 10 negara paling bebas tembakau di dunia. Demikian laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beberapa tahun lalu.

Tak itu saja, pihak berwenang di negara Pasifik Selatan itu pun bertekad melarang makanan Barat yang diimpor sebagai upaya menangkal potensi masalah kesehatan.

Provinsi Torba dengan populasi di bawah 10.000 jiwa dan mayoritas petani juga berniat menerbitkan undang-undang yang melarang semua makanan asing dengan target menjadi wilayah yang sepenuhnya organik.***


Posting Komentar

0 Komentar