Irwan Basir Peduli Tanpa Henti

 

Irwan Basir Peduli Tanpa Henti


IMPIANNEWS.COM (Padang).

"Tanyalah pada dirimu, apa yang telah kamu berikan pada negerimu. Dan, jangan kamu tanya,  apa yang telah diberikan negerimu padamu." Kata bijak Socrates yang dipopulerkan mantan Presiden Amerika, melekat pada Duo Datuk, Irwan Basir Dt. Rajo Alam dan M. Fikar Dt. Rajo Magek.

Putra terbaik Kuranji itu, tak pernah berhenti dan terus menunjukkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan uluran tangannya.

Berawal dari mewabahnya Covid19 virus asal Wuhan China, berakibat lumpuhnya berbagai sendi kehidupan, Duo Datuk bersinergi membantu warga terkena wabah itu.

PSBB menjadi petaka bagi warga. Dirumahkan saja, membuat warga harus berpikir bagaimana bisa bertahan hidup. Sementara,  mereka kehilangan mata pencaharian. Memang ada bantuan pemerintah, turun tangan politisi yang duduk karena suara rakyat. Tapi, semua itu tersendat, disebabkan mereka membantu menggunakan dana APBD, APBN, CSR  dan juga Pokir.


Duo Datuk yang tak pernah menikmati suara rakyat. Tak mendapat jabatan karena suara rakyat, terus bergerak. Membantu warga tanpa henti dan menunjukkan kepedulian, meski merogoh kantong sendiri. Sementara, wakil rakyat dan pejabat, hening membisu, seakan kehabisan peluru. Pengabdian yang tulus. Kepedulian yang tinggi ditengah derita yang dialami warga.

Penasehat dan Ketua Badan Musyawarah Pembangunan Nagari (BMPN) Pauh IX Kecamatan Kuranji, layaknya Paslon Pilkada. Bahkan, gemanya lebih tinggi dari Paslon Pilkada yang turun kelapangan berada ditengah masyarakat. Bedanya, Paslon Pilkada turun kelapangan dan membantu masyarakat berharap suara masyarakat 9 Desember 2020 nanti. 

Sementara, Duo Datuk tulus kelapangan karena kepedulian dan tak berharap imbalan dari masyarakat. Puluhan ton beras dibagikan, material bangunan dan uang disumbangkan. Beda tujuan dengan Paslon Pilkada, meski sama sama turun  kelapangan. "Hanya memberi, berharap suara.  Dan hanya memberi, tak harap kembali." Lagu yang sama, beda syair dan kepedulian.

Tanpa spanduk, tanpa striker dan Timses, Duo Datuk, juga meringankan beban warga yang tertimpa musibah, seperti kebakaran. Bantuan material diberikan kepada warga agar rumah dibangun kembali. Bedah rumah juga dilakukan bagi warga yang rumah tak layak huni. Bantuan untuk fasum dan kantor pemuda juga mengalir deras. Padahal, itu bagian dari tugas pemerintah dan anggota dewan melalui Porkirnya.

Duo Datuk juga sukses mengangkat nama Kecamatan Kuranji ke kancah nasional. Kampung Delima Blok A Perumnas Balimbing, Kecamatan Kuranji, tidak saja menjadi juara Kampung Tangguh atau Kampung Tageh Rumah Gadang 2020, tingkat Kota Padang. Tapi, juga menjadi percontohan nasional. Prestasi yang luar biasa dari Duo Datuk. Pengabdian dan kepedulian kepada kampung halaman.

Ditangan Duo Datuk, Perguruan Silek juga berkembang pesat. Beberapa Perguruan Silek sempat mati suri, kini bergairah kembali. Duo Datuk membuktikan kepada masyarakat luar, Kecamatan Kuranji, punya tradisi silek, bukan kebiasaan manjilek. Ini juga berpengaruh terhadap pembentukan karakter generasi muda. Dengan kegiatan silek, mampu menghilangkan kebiasaan hura hura.

Ulang Tahun BMPN Pauh IX, Kecamatan Kuranji dengan kegiatan Fun Bikenya, juga mengiringi keberhasilan Duo Datuk. Pesan Irwan Basir, Nagari Pauh IX, Kecamatan Kuranji, terbuka untuk semua orang, membuktikan siap menerima kemajemukan di daerah ini. Layaknya rasanya kita memberi apresiasi kepada Duo Datuk ini.

Pengabdian dan kepedulian tinggi patut menjadi suri teladan bagi kita semua. Bekerja dan memberi bukti, lebih baik dari mengobral janji. Meski banyak yang iri dan mengkritisi, terus melangkah menabur kebaikan. Biarlah masyarakat yang menilai ketulusan niat dan pengabdianmu.Teruslah bekerja dan berkarya Duo Datuk. (DP)


Posting Komentar

0 Komentar