Webinar UNP Memperingati 75 Tahun Kelahiran Pancasila Diikuti 3335 Peserta Se-Indonesia


IMPIANNEWS.COM (Padang)

Webinar dan pengumuman pemenang lomba memperingati 75 tahun kelahiran Pancasila dan bulan Bung Karno bertajuk "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Membangun Solidaritas Sosial Kebangsaan.

"Menghadapi Pandemi Covid-19" dibuka secara resmi oleh Kepala BPIP RI Prof. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. pada Senin siang 1/6/2020 melalui video konferensi yang disiarkan dengan berbagai aplikasi daring. Webinar yang diikuti sekitar 3335 peserta ini diselenggarakan oleh Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang.

Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPIP yang telah memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan Webinar dan lomba memperingati 75 tahun kelahiran Pancasila dan bulan Bung Karno yang bertajuk "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Membangun Solidaritas Sosial Kebangsaan Menghadapi Pandemi Covid-19"

"Tugas kita pada saat ini adalah perlu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia dengan beragam suku bangsa dan beragam agama, dengan Pancasila kita dapat tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia," jelas Rektor UNP Prof Ganefri Ph.D. 

Dalam sambutannya, Rektor UNP Prof Ganefri Ph.D. menyatakan bahwa Universitas Negeri Padang ikut berperan untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara Kepala BPIP RI Prof. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. ketika membuka Webinar tersebut menyatakan salut dan kagum telah melakukan Webinar yang diikuti oleh lebih 3000 peserta seluruh Indonesia dengan berbagai profesi, dan niversitas Negeri Padang juga telah menyelenggarakan lomba dengan penuh kehati-hatian seperti melakukan cek plagiat atas karya yang ikut lomba.

"Untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, kita perlu dan sudah mempunyai Pancasila untuk menyatukan kita. Berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, kita perlu menundukkan ego kita kepada titik netral yang juga berarti kembali kepada fitrah," jelas Kepala BPIP RI Prof. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

Lebih lanjut kata Kepala BPIP RI Prof. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., kita perlu halal-bihalal, kita perlu berdamai sesama kita, kita perlu bergotong-royong menyumbangkan peran kita masing-masing untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Narasumber Webinar Freddy Kalidjernih, Ph.D. mengemukakan bahwa pada saat ini atau masa pandemi Covid-19 ini setiap negara dan orang menghadapi keputusan yang kompleks dan dilematis.
"Pada saat ini untuk menghadapi pandemi Covid-19 pemerintah di seluruh dunia menghadapi dilema etis yakni mengambil keputusan di antara dua pilihan alternatif yang merupakan kewajiban moral," ucap Freddy Kalidjernih, Ph.D.

Pada kesempatan itu Freddy Kalidjernih, Ph.D. menjelaskan dengan mengemukakan pemikiran Soekarno yakni buanglah sama sekali paham individualisme dan janganlah dimasukkan ke dalam undang-undangan dasar. Keadilan sosial inilah protes kita yang maha hebat kepada dasar individualisme. (Ay / Humas UNP)