UNP Terima 10 Ribu Mahasiswa Baru Untuk Diploma D3, SI/D4 dan Pasca Sarjana.


IMPIANNEWS.COM (Padang)

Universitas Negeri Padang (UNP) tahun ini akan menerima sebanyak 10 ribu mahasiswa baru untuk tingkat diploma 3 (D3), S1/D4 dan Pascasarjana. Mereka terdiri dari S1 dan D4 sebanyak 8.000 mahasiswa, D3 dan pascasarjana masing-masing 1.000 orang.

Hal tersebut di sampaikan oleh  Rektor UNP, Prof. Ganefri, PhD., dalam jumpa pers melalui Vidio comperence zoom  yang berlangsung, Selasa 12 Mai 2020 di gedung rektorat UNP lantai l

"Ganefri mengatakan,, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi yang dipimpinya,, tetap menggunakan tiga jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau dikenal juga sebagai jalur undangan, kemudian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan tes mandiri.

“Penerimaan mahasiswa lewat SBMPTN 40 persen dari kuota yang ada dan jalur mandiri 30 persen,” jelasnya.

"Lewat jalur SNMPTN, tahun ini, telah lulus sebanyak 2.230 orang pendaftar mahasiswa baru. 151  orang  gagal masuk lewat SNMPTN, karena data  mereka berikan tidak memenuhi syarat ,” paparnya

Sementara untuk tahun ini, UNP tidak menerima mahasiswa baru dari luar negeri atau mahasiswa asing, mengingat kondisi saat ini masih dalam suasana wabah covid-19.     

"Tidak hanya akan menerima mahasiswa baru di tahun ajaran baru ini, UNP juga akan memiliki program studi baru. Untuk jenjang strata satu (S1), ada dua prodi baru, yaitu Sistem informatika dan Animasi yang berada dibawah naungan Fakultas Teknik. “Prodi baru ini sudah keluar izinkannya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,” ungkap Ganefri.

Kita yakin, kedua prodi baru ini banyak peminatnya karena diyakini sebagai prodi unggulan yang mampu menyongsong era 4.0,"  
         
Lebih lanjut Rektor UNP menjelaskan,      terkait dengan perkuliahan nantinya, UNP  telah membuat terobosan atau inovasi dengan tetap melaksanakan proses belajar mengajar suatu standar perguruan tinggi,  meskipun kondisi  di tengah  Pandemi Covid-19."ujarnya (Ay)