Aneksasi Tepi Barat, Empat Negara Peringati Israel


IMPIANNEWS.COM (Berlin).

Mesir, Prancis, Jerman dan Yordania memperingatkan Israel agar tidak mencaplok bagian- bagian wilayah Palestina. Keempatnya mengatakan bahwa hal itu dapat berdampak pada hubungan bilateral.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Jerman, negara-negara itu, di mana dua diantaranya adalah mitra utara Israel di Timur Tengah, mengatakan menteri luar negeri mereka telah membahas bagaimana memulai kembali perundingan antara Israel dan Otoritas Palestina.

Mereka, bersama dengan sebagian besar negara Eropa lainnya, menentang rencana Israel yang ingin menganeksasi bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari kesepakatan yang dipromosikan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Otoritas Palestina, yang menginginkan Tepi Barat untuk negara Palestina di masa depan, menentang langkah itu. AS sendiri belum memberikan persetujuannya terhadap rencana aneksasi.

"Kami sepakat bahwa setiap aneksasi wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1967 akan menjadi pelanggaran hukum internasional dan membahayakan fondasi proses perdamaian," kata Menteri Luar Negeri negara-negara Eropa dan Timur Tengah itu setelah melakukan konferensi video.

"Kami tidak akan mengakui adanya perubahan pada perbatasan 1967 yang tidak disetujui oleh kedua belah pihak dalam konflik," tambah mereka.

"Itu bisa juga memiliki konsekuensi untuk hubungan dengan Israel," demikian pernyataan itu seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/7/2020).

Israel menolak berkomentar. Tetapi dalam sebuah pernyataan terpisah, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah mengatakan kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin bahwa dia berkomitmen pada rencana Trump yang "realistis" untuk wilayah tersebut.

"Israel siap untuk melakukan negosiasi berdasarkan rencana perdamaian Presiden Trump, yang kreatif dan realistis, dan tidak akan kembali ke formula masa lalu yang gagal," bunyi pernyataan Netanyahu. ***

Post a Comment

0 Comments