Karajo Ndak Kasudah Dek Awak Surang

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Judul diatas merupakan ungkapan tegas Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh H. Ramza Husmen saat memimpin rapat terkait pengelolaan Aplikasi ZI WBK WBBM dan Pokja RB online, jajaran satker Kankemenag. 

Adapun makna dari Karajo Ndak Kasudah Dek Awak Surang diatas adalah bahwa pekerjaan tidak akan selesai jika dilakukan pribadi. Tapi butuh sebuah tim kerja yang efektif, senada dan seirama.

Didampingi pejabat eselon IV di Aula serbaguna Kankemenag, Ramza Husmen pada Senin (15/06/2020) siang menyampaikan terima kasih kepada kelompok kerja efektif pengelola Aplikasi ZI WBK WBBM dan Pokja RB  agar merutinkan pengisian aplikasi tersebut. 

"Aplikasi tersebut adalah deskripsi pelaksanaan program pemerintah melalui instansi, lembaga dan kementerian dalam mrmaksimalkan layanan publik dan pelaksanaan tupoksi yang transparan serta akuntabilitas sesuai dengan aturan yang berlaku,"pesan Ramza Husmen.

Menurut Ramza Husmen, kedua aplikasi tersebut merupakan gambaran kesolidan effective team work di lembaga pemerintah.

Kesempurnaan penerapan RB ZI secara maksimal adalah tujuan utama, bersama. Dan bukan sekedar omongan. Tapi ada dokumen dan realita. Walau kita paham, kesempurnaan adalah milik Yang Maha Sempurna. Namun Kita mesti dan mesti selalu berupaya sempurna, dan menekan potensi salah. Apalagi sempat merugikan negara dan publik. Atas dasar itu, pemerintah canangkan program dan aplikasi ini. 

"Untuk itu, kami menghimbau para pejabat supaya menjaga soliditas tempat kerja, satker dan unit yang dipimpin. Rangkul semua perbedaan agar memiliki mindset positif demi tercapainya visi dan misi Kementerian Agama sesuai satker dan unit yang dikelola. Silahkan pelajari panduan RB ZI yang sudah diterbitkan oleh pejabat (Mulyono) dari Kanwil. Intinya, dokumenkan apa yang dikerjakan, dan kerjakan apa yang ada pada dokumen. Berikan layanan yang baik, tingkatkan citra positif lembaga kepada masyarakat. Ciptakan sebuah akuntabilitas yang transparan, melalui keterbukaan informasi publik,"pesan Ramza Husmen. (014)

Posting Komentar

0 Komentar